BOGOR-WARTA BOGOR – Rumah Zakat kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan solusi inovatif untuk kesejahteraan umat. Melalui program Kafarat, sebanyak 100 nasi box berhasil didistribusikan kepada warga RT 3/RW 1 dan RW 7 Kelurahan Kedungjaya, Kecamatan Tanahsareal, Kota Bogor.
Lebih dari sekadar penyaluran kewajiban agama, program ini secara cerdas mengintegrasikan misi sosial dengan pemberdayaan ekonomi lokal, menciptakan efek domino kebaikan.
Konsep inovatif program ini terlihat jelas dari penunjukan Bu Irma, seorang warga setempat yang juga penerima manfaat, sebagai koordinator utama penyediaan makanan. Dapur Bu Irma menjadi pusat produksi, di mana ia dan beberapa warga lain memasak nasi box tersebut.
Pendekatan ini tidak hanya memastikan kualitas makanan yang higienis dan lezat, tetapi juga secara langsung memberikan penghasilan dan pengalaman berharga bagi Bu Irma, membantu meningkatkan omzet usahanya.
“Kami sangat terharu dan berterima kasih atas program ini. Nasi box ini sangat membantu kami, dan kami juga senang melihat Bu Irma jadi lebih berdaya,” tutur Ibu Acih, salah satu penerima manfaat dari RW 7, dengan rasa syukur. Ungkapan serupa juga datang dari Pak Iwan dan warga lainnya, yang merasakan manfaat ganda dari program ini, Sabtu, 20 September 2025.
Kang Ali Mustofa, Relawan Inspirasi Rumah Zakat, menjelaskan visi di balik inisiatif ini. “Program Kafarat ini adalah bukti bahwa kewajiban agama dapat menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat. Kami tidak hanya ingin menunaikan amanah donatur, tetapi juga melihat Bu Irma dan warga lain tumbuh mandiri. Harapan kami, suatu saat nanti Bu Irma bisa beralih status dari mustahik menjadi muzaki, turut memberikan manfaat bagi sesama,” paparnya penuh optimisme.
Dengan menyalurkan 100 nasi box, program Kafarat ini menjadi model ideal bagaimana sinergi antara kewajiban spiritual dan strategi pemberdayaan dapat menciptakan perubahan nyata. Rumah Zakat bersama para donatur dan relawan berkomitmen untuk terus mengembangkan program-program yang tidak hanya menyentuh hati, tetapi juga membangun kemandirian dan martabat bangsa.
Pewarta: Ali