Bogor

Kampung di Kemang Bogor Dilanda “Hujan Abu”, Ternyata ini Penyebabnya

BOGOR – WARTA BOGOR – Fenomena menyerupai hujan abu terjadi di Kampung Jampang Batas, Desa Jampang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, pada Kamis (21/5/2026) pagi.

Permukiman warga terlihat dipenuhi lapisan debu berwarna putih keabu-abuan yang menempel pada rumah, tanaman, pepohonan, hingga jemuran warga.

Namun, peristiwa tersebut bukan disebabkan abu vulkanik, melainkan akibat kebocoran bahan baku semen dari PT Mortar Nasional Indonesia yang berdampak ke lingkungan permukiman sekitar.

Advertisement

Kapolsek Kemang, AKP Yulita Heriyanti mengatakan insiden terjadi sekitar pukul 09.30 WIB.

“Sekitar 24 kepala keluarga rumahnya menjadi kotor akibat bahan baku semen tersebut. Untuk saat ini di lokasi sudah berangsur kondusif, tidak ada korban luka atau jiwa. Pihak perusahaan siap bertanggung jawab,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Jampang Wawan Hermawan mengatakan pemerintah desa langsung meminta dilakukan penanganan cepat di lokasi terdampak.

Advertisement

“Kami minta segera dilakukan pembersihan dan saat ini sudah dilakukan melalui damkar. RT sedang menginventarisir warga yang kena dampaknya dan perusahaan bertanggung jawab penuh,” katanya.

Menurut Wawan, pihaknya juga meminta pihak perusahaan melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. Pertemuan antara warga dan manajemen perusahaan dijadwalkan untuk membahas penyelesaian insiden tersebut.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bogor Yudi Santosa menjelaskan pihaknya hanya membantu proses pembersihan area terdampak.

Advertisement

“Damkar tidak menangani langsung, hanya bantu membersihkan,” ujarnya.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini membuat warga resah. Mereka khawatir paparan debu semen dapat berdampak pada kesehatan, terutama bagi anak-anak dan lansia.

Selain itu, aktivitas warga sehari-hari juga terganggu karena lingkungan permukiman tertutup debu putih akibat kebocoran bahan baku semen tersebut.

Advertisement

 

 

 

Advertisement

 

 

 

Advertisement

Sumber: Pojok Bogor

Share

Recent Posts

Alasan DPRD Jawa Barat Setujui Usulan Perubahan Nama Jadi Tatar Sunda

JABAR - WARTA BOGOR - Wacana perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Tatar Sunda memasuki…

15 hours ago

BMKG sebut Puncak Musim Kemarau Terluas Terjadi pada Agustus 2026

JAKARTA - WARTA BOGOR - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau…

19 hours ago
Advertisement

14 Tersangka Baru Kasus Kekerasan Daycare Little Aresha

JOGJA - WARTA BOGOR - Orangtua anak yang menjadi korban dugaan kekerasan di Daycare Little…

22 hours ago

Perbedaan Pandangan Menteri HAM dan MUI Soal LGBT, Ini Penjelasannya

WARTA BOGOR - Perbedaan pandangan mengenai isu LGBT kembali menjadi sorotan setelah Menteri Hak Asasi…

2 days ago

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Sjarifuddin Baharsjah Cabang Bogor adakan Leadership Basic Training (LK-I)

BOGOR-WARTA BOGOR, 4 Juli 2026. Dalam upaya mencetak kader yang berkualitas, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)…

2 days ago

Sentra Kuliner Pasar Jambu Dua Dinilai Kurang Fasilitas, Jenal Beri Catatan

BOGOR - WARTA BOGOR - Lantai dua Pasar Jambu Dua, Kota Bogor, kini dimanfaatkan sebagai…

4 days ago