Internasional

Percakapan Dramatis Trump-Netanyahu disebut “frustasi” terkait Konflik dengan Iran

WARTA BOGOR – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terlibat percakapan telepon “panjang dan dramatis” semalaman membicarakan soal Iran.

Media Israel Channel 12 Israel melaporkan percakapan Trump dan Netanyahu “panjang dan dramatis” tanpa menjelaskan detail bagaimana pembicaraan itu berjalan.

Menurut laporan itu, ketegangan disebut muncul karena kedua pemimpin berada “di ambang keputusan” terkait kelanjutan perang melawan Iran.

Advertisement

Baik Gedung Putih maupun kantor Netanyahu belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai panggilan tersebut. Namun, ini merupakan komunikasi terbaru antara Trump dan Netanyahu dalam beberapa hari terakhir.

Pada Minggu (17/5/2026), Netanyahu dan Trump juga berbicara melalui telepon selama lebih dari 30 menit dengan fokus pembahasan mengenai “kemungkinan dimulainya kembali perang di Iran”.

Percakapan itu terjadi di tengah meningkatnya tekanan dan frustrasi terkait konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Advertisement

Trump disebut mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi dan mendesak Iran agar segera menyepakati perundingan untuk menghentikan perang.

Di sisi lain, Netanyahu dilaporkan terus mendorong agar operasi militer terhadap Iran tetap dilanjutkan.

Ia beberapa kali menegaskan perang melawan Iran belum berakhir meski Amerika Serikat berupaya membawa Iran ke meja perundingan.

Advertisement

Rasa frustrasi semacam ini bukan lagi hal baru di antara AS dan Israel. Di masa lalu, para pejabat AS mengakui ada perbedaan tujuan antara AS dan Israel terkait perang.

Saat ditanya mengenai percakapannya dengan Netanyahu, Trump mengisyaratkan bahwa dirinyalah yang memegang kendali.

“Dia akan melakukan apa pun yang saya inginkan,” kata Trump pada Rabu.

Advertisement

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran sementara itu menyatakan Teheran dan Washington terus bertukar pesan melalui Pakistan. Namun, masih belum jelas apakah kesenjangan kedua negara telah diperkecil.

Iran belum mundur dari tuntutan intinya, serta isu-isu seputar program nuklir dan aset yang dibekukan belum kunjung selesai sampai sekarang.

Trump di sisi lain berulang kali mengindikasikan bahwa tindakan militer tetap menjadi pilihan.

Advertisement

 

 

 

Advertisement

 

 

 

Advertisement

Sumber: CNN Indonesia

Share

Recent Posts

DPRD Kota Bogor Dorong UMKM Naik Kelas, KUR Ditargetkan Mulai Dianggarkan 2027

BOGOR - WARTA BOGOR - Ketua DPRD Kota Bogor, Dr. Adityawarman Adil, menegaskan komitmen lembaganya…

8 hours ago

Viral Dugaan Larangan Hijab di Unhan, Kemhan Buka Suara

JAKARTA - WARTA BOGOR - Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) memberikan penjelasan terkait informasi…

9 hours ago
Advertisement

Komisi III DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan Desember 2026

JAKARTA - WARTA BOGOR - Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menyampaikan bahwa pihaknya terus…

16 hours ago

LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai Dijadwalkan Diresmikan Prabowo 26 Agustus

JAKARTA - WARTA BOGOR - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa LRT Jakarta rute…

2 days ago

Pemkab Bogor Kaji Kereta Parung Panjang-Jasinga, 6 Stasiun Bakal Dibangun

BOGOR - WARTA BOGOR - Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tengah menyiapkan rencana pengembangan transportasi…

2 days ago

Karhutla Capai 72 Ribu Hektare, Pemerintah Perketat Aturan Pembukaan Lahan

JAKARTA - WARTA BOGOR - Pemerintah terus memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla)…

2 days ago