Newsbeat

Kampung Kauman, Kampung Tanpa Suara Mesin di Tengah Kota Yogyakarta

WARTA BOGOR – Di tengah hiruk-pikuk Yogyakarta, tepat di belakang Masjid Gedhe Kauman, terdapat sebuah kampung yang menawarkan suasana berbeda tenang, adem, dan penuh nilai budaya.

Kampung tersebut adalah Kampung Kauman, sebuah kawasan yang dikenal sebagai kampung pedestrian dengan aturan unik yang masih dijaga hingga kini.

Saat memasuki kawasan ini, pengunjung akan langsung disambut papan imbauan untuk mematikan mesin kendaraan. Di sini, pengendara motor wajib turun dan menuntun kendaraannya saat melintasi gang.

Advertisement

Aturan ini bukan sekadar formalitas, melainkan sudah menjadi kesepakatan bersama warga sejak lama. Tujuannya sederhana: menjaga ketenangan, mengurangi polusi, dan menciptakan lingkungan yang nyaman.

Kampung Kauman dikenal sebagai kampung santri yang lekat dengan aktivitas ibadah dan pembelajaran agama. Karena itu, suasana hening sangat dijaga demi kekhusyukan warga.

Tokoh masyarakat setempat, Azman Latief, menyebut aturan ini sudah ada sejak tahun 1960-an. Bahkan pada masa itu, kendaraan seperti sepeda pun jarang digunakan di dalam kampung.

Advertisement

Hanya tukang pos yang diperbolehkan bersepeda saat mengantarkan surat. Selain itu, banyak warga memilih berjalan kaki sebagai bentuk penghormatan, terlebih karena sebagian lahan di kawasan ini merupakan tanah wakaf.

Tanpa asap kendaraan dan kebisingan mesin, Kampung Kauman terasa seperti membawa pengunjung kembali ke masa lalu.

Rumah-rumah dengan arsitektur perpaduan Jawa dan kolonial masih terawat dengan baik. Gang-gang bersih, tanaman hias tertata rapi, serta udara yang lebih segar membuat suasana semakin nyaman.

Advertisement

Tak heran, kawasan ini menjadi favorit para fotografer yang mencari nuansa klasik dan autentik di tengah kota.

Nilai Sopan Santun yang Terjaga

Aturan menuntun motor ini juga berkaitan erat dengan nilai unggah-ungguh atau sopan santun masyarakat Jawa.

Advertisement

Menuntun motor dianggap sebagai bentuk penghormatan kepada orang lain yang sedang berjalan atau duduk-duduk di depan rumah.

Jika ada pengendara yang nekat menyalakan mesin, biasanya warga akan mengingatkan dengan cara yang halus namun tegas. Kedisiplinan kolektif inilah yang membuat Kauman tetap menjadi kawasan pedestrian yang kredibel dan konsisten selama bertahun-tahun.

Kampung Kauman adalah bukti nyata bahwa sebuah kawasan bisa tetap hidup dan modern tanpa harus mengorbankan ketenangan dan tradisi.

Advertisement

Komitmen warga untuk menjadikan kampung mereka ramah pejalan kaki patut diacungi jempol dan bisa menjadi inspirasi bagi kampung-kampung lain di Indonesia.

 

 

Advertisement

 

 

Sumber: Kompas

Advertisement

 

Share

Recent Posts

Cara Mengatur Gaji UMR Agar Bisa Menabung Setiap Bulan, Tanpa Harus Kesulitan Hidup

BOGOR-WARTA BOGOR – Upah Minimum Regional (UMR) Kota Bogor tahun 2026 sudah ditetapkan, namun masih…

14 hours ago

Tak Perlu Modal Besar, Ini 6 Cara Dapat Uang Tambahan Cuma Bermodal HP dan Internet

BOGOR-WARTA BOGOR – Di tengah kebutuhan hidup yang terus meningkat, warga Bogor kini punya banyak…

21 hours ago
Advertisement

Presiden Prabowo Klaim Indonesia Segera Punya Motor Listrik Nasional

JAKARTA - WARTA BOGOR - Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia akan segera memiliki motor listrik…

22 hours ago

Pemkot Bogor Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026, Ada Doorprize dan UMKM Gratis

BOGOR - WARTA BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama sejumlah organisasi dan komunitas akan…

2 days ago

Bareskrim Polri Ungkap Jaringan Pencurian Modul BTS Sebabkan Gangguan Sinyal di Jakarta-Jabar, Kerugian Ditaksir Rp60 Miliar

JAKARTA - WARTA BOGOR - Satresmob Bareskrim Polri berhasil membongkar jaringan sindikat pencurian dan penadahan…

2 days ago

Pemkot Bogor Renovasi GOR Pajajaran, Perkuat Ekosistem Olahraga Kota Bogor

BOGOR - WARTA BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas…

2 days ago