Berita

Kasus Balita Sukabumi Meninggal Penuh Cacing, Gubernur Dedi Mulyadi Beri Teguran Keras

JABAR – WARTA BOGOR – Kasus balita bernama Raya asal Sukabumi yang meninggal dunia setelah tubuh dipenuhi cacing mendapat sorotan dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jabar pada Selasa, 19 Agustus 2025, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan rasa prihatinnya atas nasib naas yang menimpa bocah berusia 3 tahun itu.

“Hari ini kita punya derita, seorang berumur 3 tahun berasal dari Kabupaten Sukabumi, pada sebuah kampung, ibunya ODGJ bapaknya mengalami TBC anak itu tiap hari di kolong,” ujar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dilansir dari YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.

Advertisement

“Dia meninggal di rumah sakit dalam keadaan seluruh cacing-cacing keluar dari mulut dan hidungnya,” lanjutnya.

Dedi mengatakan terjadinya peristiwa tersebut menunjukkan betapa lalainya pemerintah dalam mengatasi masalah warganya sendiri.

Dalam hal ini, orang nomor satu di Jabar itu menilai pemerintah desa setempat tidak cukup sigap untuk memberikan bantuan terhadap balita yang hidupnya harus berakhir naas itu.

Advertisement

“Peringkat demokrasi yang tersusun sampai tingkat RT ternyata tidak bisa membangun empati, kenapa? Manusia tidak terbangun dalam nalar dan rasa,” ujarnya.

Maka dari itu, kepala daerah berusia 54 tahun tersebut meminta agar semua perangkat pemerintahan untuk selalu bekerja dengan cinta dan bukan hanya sekedar berbicara tentang anggaran.

Menurutnya, dengan hadirnya cinta dalam setiap kebijakan, maka bisa menciptakan sesuatu yang bermanfaat terutama untuk kepentingan masyarakat.

Advertisement

Diketahui, bocah tinggal di Kampung Padangenyang, Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, bersama kedua orangtuanya juga cukup memprihatinkan.

Melihat kelalaian dari salah satu pemerintah desa yang ada di Kabupaten Sukabumi itu, Dedi Mulyadi menegaskan, bahwa dirinya akan menunda bantuan untuk desa tersebut.

“Saya memutuskan terhadap desa itu saya memberikan hukuman, saya tunda bantuan desanya karena desanya tidak mampu mengurus warganya,” tegas Dedi Mulyadi.

Advertisement

Selain itu, Dedi juga menegaskan kepada seluruh pejabat yang hadir di acara tersebut, bahwa jabatan yang mereka miliki sekarang adalah amanat dari sang pencipta, Allah SWT.

Maka dari itu, ia berpesan kepada seluruh pejabat daerah Jawa Barat agar selalu menjaga amanat tersebut dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat.

 

Advertisement

 

 

Sumber: Radar Bogor

Advertisement
Share

Recent Posts

Penjelasan Komnas Perempuan soal Kasus Penganiayaan YTR Belum Masuk Kategori Penyiksaan

JAKARTA - WARTA BOGOR - Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) menyatakan kasus…

2 days ago

Puncak Helaran HJB Kabupaten Bogor ke-544 Siap Digelar, Sediakan 5.000 Porsi Makanan Gratis

KABUPATEN BOGOR - WARTA BOGOR - Pemerintah Kabupaten Bogor akan menggelar puncak perayaan Hari Jadi…

2 days ago
Advertisement

Kecanduan Game Online Parah, Remaja Ini Tak Mandi dan Tak Tidur Selama Sepekan

WARTA BOGOR - Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSP3A) Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara,…

3 days ago

MagangHub Kemnaker 2026 Kembali Dibuka Juli, Dapat Uang Saku Setara UMP! Simak Syarat-nya

JAKARTA - WARTA BOGOR - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan membuka pendaftaran program MagangHub Kemnaker 2026…

3 days ago

Pesona dan Keindahan Masjid Budi Guna yang Dijuluki Taj Mahal Bogor, Disini Lokasinya!

BOGOR - WARTA BOGOR - Bagi warga Bogor yang sedang mencari tempat untuk menenangkan pikiran…

3 days ago

JPO Paledang Akan Dibongkar Besok, Tiga Ruas Jalan Ditutup!

BOGOR - WARTA BOGOR - Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Paledang di Kota Bogor akan mulai…

3 days ago