Berita

Kasus Covid-19 di Kabupaten Bogor Melonjak

BOGOR-WARTABOGOR.id – Kasus positif Covid-19 bertambah 27 dalam tiga hari terakhir di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Dengan demikian, jumlah pasien positif Covid-19 telah mencapai 281 sejak diterapkannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) proporsional.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor Syarifah Sofiah menyebut, penambahan 27 kasus positif Covid-19 ini terhitung sejak Rabu sampai Jumat (12/6/2020).

Advertisement

Rinciannya, sebut Syarifah, pada Rabu (10/6) terkonfirmasi ada delapan kasus tambahan positif baru.

Sehari kemudian, Kamis (11/6), jumlah kasus baru kembali melonjak drastis sebanyak 11 kasus positif Covid-19.

Sementara pada Jumat (12/6) kemarin, kembali ada penambahan kasus positif baru Covid-19 sebanyak delapan.

Advertisement

“Untuk kasus yang meninggal dunia ada lima, di antaranya 4 pasien dalam pengawasan (PDP) dan satu pasien positif Covid-19,” ungkap Syarifah dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (13/6/2020).

Saat ini, kata dia, total kasus positif Covid-19 di Kabupaten Bogor telah mencapai 281 pasien, di antaranya yang meninggal dunia sebanyak 16 kasus dan pasien sembuh ada 56.

Sisanya, pasien positif aktif atau masih dirawat di rumah sakit ada 207.

Advertisement

Sementara itu, data jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) kini menembus angka 1.726 orang dengan rincian 316 orang di antaranya berstatus PDP aktif atau yang masih diawasi.

Dari jumlah itu, sebanyak 1.291 orang dinyatakan selesai atau sembuh dan sebanyak 119 orang dilaporkan meninggal dunia.

Bertambahnya jumlah PDP yang meninggal dunia lantaran pasien memiliki penyakit penyerta yang cukup berat.

Advertisement

Dari 40 kecamatan se-Kabupaten Bogor, kata dia, hanya dua kecamatan yang masih zona hijau sejak kasus Covid-19 pertama kali masuk pada bulan Maret.

“Ada 24 (zona merah) sekarang dan yang zona kuning (kategori PDP) ada 14 kecamatan, kemudian untuk zona yang hijau dari dulu hanya dua yakni Kecamatan Tanjung Sari dan Tenjo,” bebernya.

Meski begitu, Syarifah juga tak menampik angka kesembuhan pasien masih sangat rendah karena ada beberapa prosedur yang harus dilalui supaya bisa benar-benar dinyatakan sembuh.

Advertisement

“Kita sih harapannya banyak yang sembuh, kenapa lambat karena ada protap untuk dinyatakan sembuh, harus dua kali tes swab, jadi periode 14 hari swab negatif itu baru sembuh,” pungkasnya.(kompas.com)

Share

Recent Posts

Pemerintah Siapkan 4 Stimulus Ekonomi Kuartal IV 2026

JAKARTA - WARTA BOGOR - Pemerintah menyiapkan sejumlah stimulus ekonomi pada kuartal IV 2026 untuk…

13 hours ago

Pemkab Bogor Raih Penghargaan Pemerintah Kabupaten Terbaik dalam Penurunan Kemiskinan

BOGOR - WARTA BOGOR - Bupati Bogor Rudy Susmanto menerima penghargaan dari Kementerian Koordinator Bidang…

15 hours ago
Advertisement

Operasi Patuh 2026 Digelar, Ini 11 Pelanggaran serta Denda Maksimalnya

JAKARTA – WARTA BOGOR - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menggelar Operasi Patuh 2026 secara…

19 hours ago

Trase Baru Jalan Saleh Danasasmita Bogor Dibuka Besok untuk Uji Coba

BOGOR – WARTA BOGOR - Trase baru Jalan Saleh Danasasmita di kawasan Batutulis, Kota Bogor,…

1 day ago

Cara Cek NIK Terindikasi Judi Online atau Tidak, Simak Panduannya

WARTA BOGOR - Maraknya aktivitas judi online (judol) membuat masyarakat khawatir Nomor Induk Kependudukan (NIK)…

2 days ago

Tunggakan BPJS Kesehatan Bisa Dicek dari Rumah, Ini 4 Caranya

WARTA BOGOR - Peserta BPJS Kesehatan perlu memastikan iuran bulanan dibayarkan tepat waktu agar status…

2 days ago