Berita

Kata Produsen soal Istilah Susu Ikan yang Diusulkan dalam Program Makan Bergizi

JAKARTA – WARTA BOGOR – Produsen minuman susu ikan yakni PT Berikan Teknologi Indonesia memberikan penjelasan mengenai susu ikan yang belakangan ramai menjadi perbincangan.

CEO PT Berikan Teknologi Indonesia, Yogie Arry menjelaskan perusahaannya sebenarnya memproduksi minuman yang berprotein tinggi yang berasal dari asam amino ikan dalam bentuk bubuk.

“Saya meluruskan. Jadi, sebenarnya yang kita produksi adalah minuman berprotein tinggi, minuman asam amino,” ujar Yogie dalam program Obrolan Newsroom di channel Youtube Kompas.com, Rabu (11/9/2024).

Advertisement

Yogi mengatakan karakteristik minuman berbahan asam amino tersebut nyaris menyerupai susu lantaran berwarna putih. Tekstur minuman tersebut juga menyerupai dengan susu.

Masyarakat akhirnya beranggapan bahwa minuman protein asam amino ini merupakan susu ikan.

“Masyarakat menganggapnya, sudah saja ini susu ikan. Jadi yang mention-nya dari masyarakat,” kata Yogie.

Advertisement

Yogie mengungkapkan pihaknya memproduksi minuman protein berbahan asam amino ikan untuk menyadarkan masyarakat tentang pentingnya mengonsumsi protein.

Menurutnya, asam amino ikan merupakan sumber protein alternatif baru untuk masyarakat.

Adapun susu ikan muncul sebagai alternatif dalam program makan bergizi gratis, program yang digagas presiden terpilih RI Prabowo Subianto.

Advertisement

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM), Teten Masduki mengusulkan agar susu ikan digunakan sebagai alternatif untuk mengurangi ketergantungan susu sapi impor.

“Susu ikan bisa membantu kita mengurangi ketergantungan pada impor susu sapi. Ini akan mendukung sektor perikanan nasional dan menyediakan sumber protein lokal yang lebih terjangkau,” kata Teten di Jakarta, Selasa (10/9/2024).

Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional, Anita Kartika mengatakan wacana penggunaan susu ikan masih dalam tahap pembahasan.

Advertisement

Menurutnya, meskipun susu ikan bisa menjadi alternatif, hal itu tetap perlu penelitian mendalam sebelum diterapkan secara luas.

“Penggunaan susu ikan memerlukan kajian mendalam dari aspek nutrisi dan distribusi. Kami harus memastikan setiap bahan makanan yang diberikan dalam program ini memenuhi standar gizi yang dibutuhkan oleh masyarakat,” ujar Anita.

 

Advertisement

 

Sumber: Kompas.com

 

Advertisement
Share

Recent Posts

Viral Anak Terjatuh ke Area Kandang Gajah Ragunan, Pengelola Sebut Ada Indikasi Pembuatan Konten

JAKARTA - WARTA BOGOR - Sebuah video yang memperlihatkan seorang anak mengenakan pakaian merah terjatuh…

7 hours ago

Festival Tangguh Bencana Bogor Utara 2026, Hadirkan Mitigasi Bencana hingga Pelatihan Kerja

BOGOR - WARTA BOGOR - Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, membuka Festival Kecamatan Tangguh…

9 hours ago
Advertisement

Fenomena Blue Moon Hiasi Langit Indonesia Hari Ini, Simak Fakta dan Waktu Puncaknya

JAKARTA - WARTA BOGOR - Fenomena langka Blue Moon atau bulan biru akan menghiasi langit…

10 hours ago

Pemerintah Kaji Penggunaan CNG Tabung 3 Kg untuk Gantikan LPG Subsidi, Bakal Jadi yang Pertama di Dunia

JAKARTA - WARTA BOGOR - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral tengah mematangkan…

2 days ago

Polisi Selidiki Kasus Pencabulan di Ponpes Ciawi Bogor, Diduga Libatkan Lima Pelaku

BOGOR - WARTA BOGOR - Polisi masih menyelidiki kasus dugaan pencabulan yang terjadi di lingkungan…

3 days ago

Kerbau Albino Mirip Donald Trump Selamat dari Kurban, Kini Dirawat di Kebun Binatang

WARTA BOGOR - Seekor kerbau albino seberat 700 kilogram di Bangladesh mendadak viral karena memiliki…

3 days ago