Umum

Keceriaan anak-anak gempa Cianjur ikut pemulihan trauma

WARTA BOGOR – Tawa dan keceriaan mewarnai kegiatan pemulihan trauma (trauma healing) anak-anak penyintas gempa Cianjur di posko pengungsian RT 01, RW 06 Kampung Cipetir, Desa Ciwalet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Sabtu.

Meski yang hadir memberikan pemulihan trauma adalah anggota Korps Brimob Polri, anak-anak tetap ceria bermain bersama Polwan Brimob Polri itu.

Sekitar 30 anak berkumpul di samping saung dan tenda-tenda tempat mereka mengungsi. Dengan semangat mengikuti arahan dari dua Polwan Brimob yang diturunkan untuk memberikan pemulihan trauma.

Advertisement

Kegiatan pemulihan trauma dilakukan di ruang terbuka, di pinggiran sawah, dan pemandangan Gunung Gede Pangrango yang menjulang tinggi menampakkan puncaknya.

Anak-anak itu bermain dengan menyanyikan lagu-lagu yang membuat motorik mereka bergerak dan saling interaksi bersama.

Salah satu lagu yang dibawakan yaitu lagu tentang menghadapi gempa. Lagu itu dinyanyikan sebagai edukasi bagi anak-anak ketika terjadi gempa mereka harus menutupi kepala, menghindari kaca, berlindung di bawah meja dan lari menuju lapangan.

Advertisement

“Ada beberapa lagu anak-anak tadi yang dinyanyikan, salah satunya lagu tentang pendidikan gempa tadi,” kata Bripda Heni Sri Rahayu.

Selain bernyanyi bersama, anak-anak tersebut juga ditantang untuk berani tampil menyanyikan lagu-lagu yang dibawakan, bagi yang berani akan mendapatkan hadiah kecil-kecilan berupa biskuit dan minuman.

Siti Fatimah Zahra (10), siswa kelas IV SDN Cipetir itu masih trauma dengan gempa, bahkan tidak mau lagi ke sekolah.

Advertisement

Saat kejadian gempa, Sifa, panggilan akrabnya, baru pulang dari sekolah. Lalu dia duduk di depan rumah sambil makan mi.

Ketika gempa terjadi, Sifa tertimbun reruntuhan rumahnya, hingga melukai sebagian wajah kirinya. Di matanya juga ada bercak darah yang belum hilang, sedangkan luka akibat tertimpa tembok rumah sudah mulai mengering meninggal bekas.

“Makanya dia malu ke sekolah, karena takut diledek teman-teman,” ujar ibu Sifa yang juga mengalami luka di lutut.

Advertisement

Dalam tragedi itu, Sifa juga kehilangan kakek nya yang meninggal dunia karena tertimpa bangunan rumahnya.

Hari keenam setelah gempa, Sifa bersama ayah, ibu serta saudaranya masih mengungsi di posko I RT 01, RW 06 Kampung Cipetir, Desa Ciwalet, Kabupaten Cianjur.

Sementara itu, tenda yang digunakan warga, terbuat dari terpal seadanya. Beralaskan terpal plastik. Beberapa warga ada yang mengungsi di saung milik sekolah, untuk menghindari dingin dan basah hujan.

Advertisement

“Di sini yang paling dibutuhkan itu terpal, supaya setiap KK bisa bikin tenda nya masing-masing, atau bisa tenda pleton itu, kan agak besar dan tinggi nyaman buat warga,” ucap Aang.
(Antaranews.com)

Share

Recent Posts

Presiden Prabowo Klaim Indonesia Segera Punya Motor Listrik Nasional

JAKARTA - WARTA BOGOR - Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia akan segera memiliki motor listrik…

1 hour ago

Pemkot Bogor Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026, Ada Doorprize dan UMKM Gratis

BOGOR - WARTA BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama sejumlah organisasi dan komunitas akan…

1 day ago
Advertisement

Bareskrim Polri Ungkap Jaringan Pencurian Modul BTS Sebabkan Gangguan Sinyal di Jakarta-Jabar, Kerugian Ditaksir Rp60 Miliar

JAKARTA - WARTA BOGOR - Satresmob Bareskrim Polri berhasil membongkar jaringan sindikat pencurian dan penadahan…

1 day ago

Pemkot Bogor Renovasi GOR Pajajaran, Perkuat Ekosistem Olahraga Kota Bogor

BOGOR - WARTA BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas…

1 day ago

Pemprov Jabar Kaji Pemberlakuan Kembali SPP untuk SMA dan SMK Negeri

JABAR - WARTA BOGOR - Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama DPRD Jawa Barat tengah mengkaji…

2 days ago

Komdigi Dukung Pembatasan Gadget di Sekolah, Lindungi Ancaman Negatif Digital

JAKARTA - WARTA BOGOR - Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid menyambut baik kebijakan…

2 days ago