Berita

Kejagung Setor Aset Terpidana Korupsi Rp1,029 Triliun ke Kemenkeu

JAKARTA – WARTA BOGOR – Kejaksaan Agung (Kejagung) menyerahkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) senilai Rp1,029 triliun kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada Senin (15/6/2026). Dana tersebut berasal dari hasil lelang aset melalui kegiatan BPA Fair 2026 serta penelusuran aset milik terpidana korupsi Eddy Tansil.

Kepala Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejaksaan, Kuntadi, menjelaskan bahwa hasil BPA Fair mencapai Rp978,19 miliar.

“PNBP hasil BPA Fair adalah sejumlah Rp978.191.839.000,” kata Kuntadi, dikutip Selasa (16/6/2026).

Advertisement

Selain itu, BPA juga berhasil menemukan aset milik Eddy Tansil berupa uang tunai sebesar Rp51,68 miliar. Tidak hanya itu, tim juga melacak 18 bidang tanah kosong serta dua bidang tanah berikut bangunan dengan nilai aset yang diperkirakan mencapai Rp30,99 miliar.

“Dalam kesempatan ini juga dapat kami laporkan bahwa BPA berhasil melakukan penelusuran aset atas nama terpidana Eddy Tansil berupa uang sebanyak Rp51.682.537.000 serta kami berhasil melacak 18 bidang tanah kosong dan 2 bidang tanah beserta bangunan yang diperkirakan nilainya mencapai Rp30.998.000.000,” ujarnya.

Eddy Tansil merupakan terpidana kasus korupsi kredit Bank Bapindo yang melarikan diri dari Lapas Cipinang pada 1998. Meski sempat terlacak berada di China pada 2013, hingga kini ia belum berhasil dipulangkan ke Indonesia.

Advertisement

Kuntadi menilai penyelenggaraan BPA Fair 2026 berhasil menjawab tuntutan publik terkait transparansi pengelolaan dan pelelangan aset. Menurutnya, tingkat kepuasan masyarakat terhadap aspek objektivitas, transparansi, dan akuntabilitas menunjukkan hasil yang positif.

Ia juga mengungkapkan tingginya minat masyarakat dalam mengikuti lelang aset yang diselenggarakan BPA. Bahkan, tingkat keterjualan barang yang dilelang mencapai lebih dari 90 persen, menjadi capaian tertinggi selama pelaksanaan lelang oleh BPA.

“Termasuk juga tingginya tingkat keterjualan barang yang kami jual mencapai lebih dari 90 persen dan ini tentunya menjadi angka tertinggi selama pelaksanaan lelang yang selama ini kami laksanakan,” jelas Kuntadi.

Advertisement

 

 

 

Advertisement

 

 

 

Advertisement

 

Sumber: Liputan6

Advertisement
Share

Recent Posts

BBM Tak Bisa Disimpan Terlalu Lama, Ini Batas Waktu yang Perlu Diketahui

WARTA BOGOR - Menyimpan Bahan Bakar Minyak (BBM) sebagai persediaan ternyata tidak bisa dilakukan sembarangan.…

10 hours ago

Government Visit Kementan Perkuat Peran Generasi Muda dalam Transformasi Pertanian

JAKARTA-WARTA BOGOR – Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP)…

13 hours ago
Advertisement

Kasus Ratusan SIM Palsu di Siak Jadi Sorotan DPR, Minta Korlantas Evaluasi Ujian SIM

SIAK - WARTA BOGOR - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mendorong kepolisian…

15 hours ago

Muhammadiyah Umumkan Jadwal Ramadan dan Idulfitri 1448 H

JAKARTA - WARTA BOGOR - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan jadwal Ramadan dan Hari…

18 hours ago

Prabowo Ingin Kuliah di PTN Gratis, Mendiktisaintek Mulai Kaji Skema

JAKARTA - WARTA BOGOR - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengatakan…

1 day ago

Daftar Lengkap Libur Nasional dan Cuti Bersama 2027, Mudah untuk Susun Agenda Sepanjang Tahun

JAKARTA-WARTA BOGOR — Tahun 2026 sudah memasuki penghujung. Masyarakat kini mulai dapat mempersiapkan berbagai agenda…

2 days ago