Umum

Keji! Marbot Masjid di Depok Cabuli Kakak Beradik Usia 6 dan 2 Tahun

DEPOK – WARTA BOGOR – Kakak beradik berusia 6 dan 2 tahun menjadi korban pencabulan yang dilakukan oleh seorang pria yang berprofesi sebagai marbot masjid di kawasan Mekarsari, Kecamatan Cimanggis, Depok.

Humas Polres Metro Depok, Iptu Made Budi membenarkan adanya laporan soal pencabulan yang sempat viral di media sosial tersebut.

“Benar ada tindak pidana persetubuhan atau perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81 dan 82 UU RI No. 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak,” kata Made saat dikonfirmasi, Selasa (23/7/2024).

Advertisement

Made mengatakan laporan ini bermula dari kecurigaan orang tua korban ketika anaknya yang berusia 6 tahun mengigau berteriak minta tolong pada Rabu (17/7/2024) malam.

“Pada hari Kamis (18/7) sekitar pukul 16.00 WIB pelapor dan anak korban datang ke rumah tante korban karena curiga korban mengigau. Kemudian tantenya menanyakan ke korban dan akhirnya mau bercerita jika sebelumnya sudah disetubuhi dan dicabuli oleh terlapor sebanyak 2 kali dan bergantian dengan adiknya,” ujar Made.

Berdasarkan keterangan korban, terlapor melakukan pencabulan sebanyak dua kali yakni pada Senin (15/7/2024) dan Selasa (16/7/2024). Terlapor memaksa dan mengancam korban agar tidak berteriak.

Advertisement

“Karena jika berteriak ibunya akan dibunuh, leher akan dipotong, atas kejadian tersebut korban mengalami trauma dan saki bagian kemaluan,” ucap Made.

Mendengar cerita anaknya, ibu korban langsung membuat laporan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Metro Depok.

Kasus ini sempat viral di media sosial. Akun instagram @depokhariini mengatakan pelaku kini telah ditahan di Polres Metro Depok. Warga sekitar yang marah langsung membawa pelaku ke kantor polisi setelah korban mengadu kepada orang tua mereka.

Advertisement

Dalam unggahan itu, pelaku tinggal bertetanggaan dengan korban di sebuah kontrakan. Pelaku diduga melakukan pencabulan ketika sang ibu berjualan dan sang ayah bekerja. “Ada beberapa hari di mana ibunya berjualan keliling dan ayahnya bekerja, sehingga kontrakan itu hanya ada dua anak tersebut. Saat itu mungkin pelaku melancarkan aksinya,” tulis unggahan tersebut.

 

 

Advertisement

Sumber: tempo.co

Share

Recent Posts

Intelijen Ukraina Ungkap Perekrutan Delapan WNI oleh Rusia untuk Perang Melawan Ukraina

WARTA BOGOR - Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina atau Foreign Intelligence Service of Ukraine (FISU)…

3 hours ago

249 Generasi Muda Mulai Langkah Baru di Polbangtan Kementan

BOGOR-WARTA BOGOR — Sebanyak 249 generasi muda memulai perjalanan pendidikan vokasi pertanian di Politeknik Pembangunan…

4 hours ago
Advertisement

Polbangtan Kementan Meriahkan Kirab Merah Putih Kota Bogor lewat Drumband Canka Lembayung Muda

BOGOR-WARTA BOGOR – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor turut berpartisipasi dalam Kirab Merah Putih Kota…

4 hours ago

Dukung Swasembada Pangan Nasional, Polbangtan Kementan Luncurkan Gerakan Tanam Bersama di Batanghari

BATANGHARI-WARTA BOGOR – Dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan demi tercapainya Swasembada Pangan Nasional secara…

4 hours ago

Festival Merah Putih 2026 Berakhir, Dorong Perputaran Ekonomi Kota Bogor

BOGOR - WARTA BOGOR - Festival Merah Putih (FMP) 2026 resmi ditutup setelah berlangsung selama…

9 hours ago

Karhutla Meluas di Jawa Barat, Dedi Mulyadi Minta Pendakian Gunung Ditunda

JABAR - WARTA BOGOR - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menjadi perhatian serius di…

11 hours ago