Categories: Berita

KLH Segel 50 Perusahaan Terkait Karhutla, Luas Lahan Terbakar Capai 27 ribu Hektare

JAKARTA – WARTA BOGOR – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengambil tindakan tegas terhadap sejumlah badan usaha yang diduga berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia.

Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat menegaskan, pemerintah tidak memberikan ruang toleransi terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran lahan, terutama di tengah ancaman cuaca ekstrem dan periode kemarau panjang.

“Pemerintah bersama aparat penegak hukum akan terus bersinergi memantau titik api secara real-time dan tidak akan ragu membawa setiap pelanggar ke meja hijau demi menjamin kepatuhan hukum dan menjaga ruang hidup yang sehat bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata Jumhur dalam keterangan resminya, Minggu (13/9/2026).

Advertisement

Berdasarkan data KLH, hingga saat ini sebanyak 50 badan usaha yang tersebar di delapan provinsi telah disegel. Total luas konsesi yang terdampak kebakaran mencapai 27.333,79 hektare.

Kalimantan menjadi wilayah dengan luasan penindakan terbesar. Sebanyak 36 badan usaha di lima provinsi di Pulau Kalimantan dikenai penyegelan dengan total luas lahan terbakar mencapai 23.634,72 hektare.

Kalimantan Barat mencatat jumlah penindakan terbanyak dengan 18 badan usaha dan luas lahan terbakar 12.920,88 hektare. Selanjutnya Kalimantan Selatan dengan enam badan usaha dan 6.476,94 hektare, Kalimantan Tengah enam badan usaha dan 2.684,02 hektare, Kalimantan Timur empat badan usaha dan 1.244,81 hektare, serta Kalimantan Utara dua badan usaha dengan luas 308,07 hektare.

Advertisement

Sementara itu, di Sumatera, KLH menyegel 14 badan usaha dengan total luas lahan terbakar mencapai 3.699,07 hektare. Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan penindakan terbanyak, yakni 11 badan usaha dengan luas 2.928,28 hektare. Kemudian Lampung dua badan usaha dengan 758,88 hektare dan Riau satu badan usaha dengan 11,91 hektare.

Di jalur pidana, kepolisian telah menetapkan 138 tersangka terkait kasus karhutla. Sebanyak 119 orang diduga melakukan pembakaran secara sengaja, sementara 19 lainnya diduga terlibat akibat kelalaian.

Jumhur mengatakan, rangkaian penegakan hukum tersebut juga mengacu pada prinsip *strict liability* atau tanggung jawab mutlak bagi pemegang izin konsesi.

Advertisement

Dengan prinsip tersebut, pemegang konsesi dapat dimintai pertanggungjawaban atas kebakaran yang terjadi di wilayah operasionalnya sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Selain sanksi administratif dan penyegelan, pelanggar juga dapat menghadapi pembekuan izin, proses pidana, hingga gugatan perdata yang ditujukan untuk pemulihan ekosistem lingkungan.

 

Advertisement

 

 

 

Advertisement

 

 

 

Advertisement

 

Sumber: CNBC Indonesia

 

Advertisement
Share

Recent Posts

Pemkab Bogor Kembangkan Program Dayeuh Pajajaran, Dorong Penataan Kampung Berbasis Budaya Sunda

BOGOR - WARTA BOGOR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus mendorong penataan kawasan perdesaan melalui…

14 hours ago

Jelang Nataru 2026/2027, Kemenhub Bahas Usulan WFH

JAKARTA - WARTA BOGOR - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengusulkan penerapan kebijakan bekerja dari rumah atau…

16 hours ago
Advertisement

KPK Periksa Bupati Bogor terkait Dugaan Korupsi Upah Pungut dan Retribusi Daerah

BOGOR - WARTA BOGOR - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Bupati Bogor, Rudy Susmanto, bersama…

17 hours ago

Mahasiswa PMII dan GMKI Gelar Aksi di Istana Bogor, Lempar Tomat Busuk sebagai Simbol Kekecewaan

BOGOR - WARTA BOGOR - Aksi unjuk rasa gabungan mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia…

1 day ago

Tabrakan Dua Kereta Cepat di Spanyol Tewaskan 64 Orang

WARTA BOGOR - Kecelakaan kereta api terjadi di wilayah Spanyol bagian tengah pada Rabu pagi.…

1 day ago

Modus Pengoplosan 600 Ton Beras SPHP Jadi Premium, 10 Pejabat Disanksi

JAKARTA - WARTA BOGOR - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkap dugaan praktik pengoplosan…

1 day ago