Nasional

Komisi III DPR Kebut Pembahasan RUU Perampasan Aset: Batang Tubuh Sudah Rampung

JAKARTA – WARTA  BOGOR – Komisi III DPR RI terus mempercepat pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perampasan Aset.

Saat ini, pembahasannya telah memasuki tahap penyempurnaan sistematika serta harmonisasi dengan berbagai regulasi pidana yang berlaku di Indonesia.

Tahap tersebut dilakukan untuk memastikan RUU Perampasan Aset memiliki dasar hukum yang kuat, selaras dengan sistem hukum nasional, dan dapat diterapkan secara efektif tanpa menimbulkan tumpang tindih dengan peraturan lain.

Advertisement

Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Soedeson Tandra, mengatakan substansi utama atau batang tubuh RUU sebenarnya telah selesai disusun.

Pembahasan kini difokuskan pada penyelarasan aspek filosofis, sistematika, dan keterkaitannya dengan sejumlah peraturan pidana yang telah berlaku.

“Batang tubuhnya sudah ada. Sekarang tinggal menyesuaikan sistematika dan filosofinya agar selaras dengan berbagai aturan pidana lainnya,” ujar Soedeson Tandra.

Advertisement

Menurut Soedeson, RUU Perampasan Aset tidak dapat berdiri sebagai regulasi yang terpisah, melainkan harus terintegrasi dengan sistem hukum nasional, termasuk Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), serta berbagai ketentuan pidana lainnya.

Ia menilai proses sinkronisasi tersebut menjadi langkah penting agar tidak terjadi tumpang tindih aturan ketika undang-undang tersebut mulai diterapkan.

“Kami di Komisi III DPR RI terus bekerja keras untuk memenuhi harapan pimpinan DPR dan masyarakat. Tinggal bagaimana menghubungkan RUU ini dengan sistem KUHP, KUHAP, dan aturan pidana lainnya. Saya optimistis hal itu bisa dicapai,” katanya.

Advertisement

Komisi III DPR RI optimistis proses harmonisasi dengan berbagai regulasi yang telah ada dapat diselesaikan dalam waktu dekat. Setelah seluruh tahapan tersebut rampung, RUU Perampasan Aset diharapkan menjadi instrumen hukum yang lebih efektif dalam mendukung penegakan hukum, khususnya dalam upaya pemulihan aset hasil tindak pidana dan pemberantasan korupsi di Indonesia.

 

 

Advertisement

 

 

 

Advertisement

 

Sumber: Radar Bogor

Advertisement
Share

Recent Posts

Gegara Komentar Sambal Keasinan, Pria di Garut Tikam Ponakan hingga Tewas

GARUT - WARTA BOGOR - Kegiatan makan bersama atau ngaliwet yang seharusnya berlangsung hangat di…

8 hours ago

Polri Siapkan Sidang Etik Empat Jenderal Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

JAKARTA - WARTA BOGOR - Polri menyatakan empat perwira tinggi yang menjadi tersangka dalam kasus…

1 day ago
Advertisement

Panik Kepergok Mesum, Guru Ponpes Tabrak Dua Polisi di Tol Banten

BANTEN - WARTA BOGOR - Polisi menangkap ED (27), pengemudi Toyota Avanza yang diduga menabrak…

2 days ago

Judo Sumbang 4 Emas Perdana untuk Kota Bogor di Porprov XV Jabar 2026

BOGOR - WARTA BOGOR - Kontingen Kota Bogor berhasil meraih empat medali emas perdana dalam…

2 days ago

Malam Ini! Sule dan Nunung Bakal Meriahkan Pagelaran Wayang Golek di Balai Kota Bogor

BOGOR - WARTA BOGOR - Peringatan Hari Wayang Nasional 2026 di Kota Bogor akan dimeriahkan…

2 days ago

Pemkot Bogor Siapkan Asuransi Usaha bagi Petani Mulai 2027

BOGOR - WARTA BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berencana memperkuat perlindungan bagi petani melalui…

2 days ago