JAKARTA-WARTA BOGOR – Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) terus mendorong keterlibatan generasi muda dalam pembangunan sektor pertanian. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Government Visit Youth Ranger Indonesia (YRI), yang digelar di Gedung D Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, pada Kamis, 17 September 2026.
Kegiatan ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal secara langsung peran dan program Kementerian Pertanian dalam mendukung pembangunan pertanian, ketahanan pangan, serta peningkatan kesejahteraan petani.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam mendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional. Menurutnya, kemajuan pertanian tidak hanya membutuhkan dukungan teknologi dan sarana produksi, tetapi juga sumber daya manusia yang memiliki karakter dan kompetensi.
“Mimpi besar kita adalah mewujudkan swasembada pangan dan menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia,” ujar Mentan Amran.
Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menyatakan bahwa generasi muda merupakan bagian penting dalam proses transformasi pertanian Indonesia. Oleh karena itu, anak muda perlu mendapatkan dukungan berupa peningkatan kapasitas, pendampingan, pendidikan, serta akses terhadap peluang di sektor pertanian.
“Mereka perlu terus difasilitasi agar mampu menjadi lokomotif transformasi perekonomian pedesaan melalui modernisasi pertanian dari hulu hingga hilir,” kata Arsanti.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan), Muhammad Amin, menyampaikan materi bertajuk “Peran Strategis Kementerian Pertanian dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan Indonesia.”
Muhammad Amin menjelaskan bahwa pencapaian swasembada pangan membutuhkan lebih dari sekadar ketersediaan lahan, teknologi, dan sarana produksi. Penguatan kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda, juga menjadi faktor penting untuk menghadirkan inovasi dan menjawab berbagai tantangan pertanian.
“Swasembada pangan tidak hanya membutuhkan lahan, teknologi, dan sarana produksi, tetapi juga generasi muda pertanian yang kompeten, inovatif, dan berkelanjutan. Karena itu, keterlibatan generasi muda menjadi penting untuk menghadirkan gagasan dan inovasi dalam membangun pertanian Indonesia,” ujar Muhammad Amin.
Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya pendidikan dan pengembangan kompetensi dalam menyiapkan sumber daya manusia pertanian masa depan. Generasi muda tidak hanya dibutuhkan sebagai tenaga kerja, tetapi juga sebagai inovator yang mampu memanfaatkan teknologi dan mengembangkan berbagai peluang di sektor pertanian.
Government Visit turut dihadiri perwakilan Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Publik, Pusat Penyuluhan Pertanian, Pusat Pelatihan Pertanian, serta Pusat Penilaian dan Pengembangan Kompetensi ASN Pertanian. Kehadiran sejumlah unit kerja tersebut memberikan gambaran yang lebih luas mengenai peran BPPSDMP dalam menyiapkan dan mengembangkan sumber daya manusia pertanian.
Sementara itu, perwakilan Youth Ranger Indonesia menyampaikan bahwa YRI dibangun sebagai wadah bagi generasi muda untuk berkontribusi dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Melalui ruang kolaborasi tersebut, generasi muda didorong untuk bertumbuh, bertukar gagasan, dan terlibat dalam berbagai isu pembangunan, termasuk kemajuan sektor pertanian Indonesia.
“Youth Ranger Indonesia lahir dari semangat anak muda untuk berkontribusi dan menghadirkan dampak positif bagi masyarakat. Kami hadir sebagai ruang bagi generasi muda untuk bertumbuh, berkolaborasi, dan mengambil peran dalam berbagai isu, termasuk pembangunan dan kemajuan sektor pertanian Indonesia,” ungkap perwakilan YRI.
Government Visit menjadi salah satu ruang dialog antara pemerintah dan generasi muda untuk memperluas pemahaman mengenai pembangunan pertanian sekaligus membuka perspektif tentang peluang dan peran anak muda di sektor tersebut.
Interaksi langsung dengan Kementerian Pertanian diharapkan dapat memperkuat kepedulian generasi muda terhadap sektor pertanian serta mendorong lahirnya gagasan, inovasi, dan kolaborasi yang relevan dengan tantangan pembangunan pertanian ke depan.
Dengan dukungan pendidikan, peningkatan kompetensi, pemanfaatan teknologi, dan ruang kolaborasi, generasi muda diharapkan dapat mengambil bagian dalam penguatan sumber daya manusia pertanian sekaligus mendukung transformasi menuju pertanian Indonesia yang maju, modern, dan berkelanjutan. (wsd)
SIAK - WARTA BOGOR - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mendorong kepolisian…
JAKARTA - WARTA BOGOR - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan jadwal Ramadan dan Hari…
JAKARTA - WARTA BOGOR - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengatakan…
JAKARTA-WARTA BOGOR — Tahun 2026 sudah memasuki penghujung. Masyarakat kini mulai dapat mempersiapkan berbagai agenda…
BOGOR-WARTA BOGOR — Keluarga memegang peran kunci dalam membentuk ketahanan mental dan emosi setiap anggotanya.…
BOGOR-WARTA BOGOR — Forum Komunikasi Ormas Islam (FKOI) Kota Bogor bersama Ikatan Dai Indonesia (IKADI)…