Berita

Kostratani Lelea Panen Padi, Untung Besar

INDRAMAYU-WARTABOGOR.id – Siapa bilang bertani padi sudah tidak untung, coba belajar ke Kostratani (BBP) Lelea Indramayu yang berhasil menorehkan rekor dengan adanya petani yang bisa untung sampai Rp 29 juta!.

BPP Lelea, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu merupakan salah satu wilayah kostratani di Jawa Barat, merupakan salah satu binaan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor. Optimalisasi peran BPP melalui Kostratani tentunya tak lepas dari dukungan penyuluh.

Penyuluh  THL- TBPP wilayah binaan Desa Lelea, Kecamatan Lelea, Tomi Indra S, adalah salah satunya. Tomi mendampingi Kasno, anggota kelompoktani Ilir Kudul dalam kegiatan panen. Panen yang dilaksanakan pada sawah dengan sistem irigasi teknis dan luasan 1 Ha tersebut mampu memproduksi  8,1 ton. Tomi menyebutkan bahwa varietas padi yang ditanam adalah Ciherang. 

Advertisement

Tomi mengaku harga GKP adalah Rp. 4.500,-/kg dan harga GKG (Gabah Kering Giling) Rp. 5.000,-/kg. “Keuntungan bersih yang didapat petani sekitar Rp. 29.450.000,-/Ha,” ujar Tomi.

Keuntungan tersebut tentunya bukan nilai yang kecil untuk petani saat Pandemi COVID 19 ini. Harga baik dan produksi yang meningkat ini membuktikan pada masyarakat Indonesia secara umum untuk tidak perlu khawatir ketersediaan pangan.

Sebab sektor pertanian tetap berjalan untuk memenuhi kebutuhan bahan pokok bangsa Indonesia. Tentunya dalam setiap kegiatan tetap menerapkan berbagai protokol kesehatan untuk penyuluh maupun petani

Advertisement

Hal ini juga menunjukkan bahwa pertanian menjadi salah satu garda terdepan dalam mencegah infeksi Covid-19, karena berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat untuk menjaga imunitas tubuh. 

Semangat yang selalu dilontarkan oleh Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo dalam setiap kesempatan. “Pertanian memiliki peran yang signifikan terhadap upaya pemerintah dalam penanganan wabah Covid-19,” tuturnya.

Ungkapan Mentan juga senada dengan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Prof. Dedi Nursyamsi. “Apapun yang terjadi pertanian tidak boleh berhenti. Pertanian itulah yang menyediakan pangan, bahwa yang dinamakan pejuang atau pahlawan bukan hanya dokter, perawat tapi juga seluruh petani di Indonesia, karena petani lah yang menyediakan pangan, coba bayangkan kalau sekarang dalam kondisi covid-19 pangan bermasalah maka akan sulit, maka dari itu pertanian tidak boleh berhenti,” kata Prof.Dedi Nursyamsi.

Advertisement

Pewarta : Ni Kadek Karisma

Editor : Ar

Advertisement
Share

Recent Posts

Rudy Susmanto sebut Skywalk Tegar Beriman Wujud Pembangunan Inklusif di Kabupaten Bogor

BOGOR - WARTA BOGOR - Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan bahwa Skywalk Tegar Beriman tidak…

50 minutes ago

SIM Digital Mulai Diterapkan, Ini Syarat dan Tahapan Registrasinya

JAKARTA - WARTA BOGOR - Kepolisian Republik Indonesia terus melakukan transformasi digital dalam layanan publik,…

1 hour ago
Advertisement

Viral Anak Terjatuh ke Area Kandang Gajah Ragunan, Pengelola Sebut Ada Indikasi Pembuatan Konten

JAKARTA - WARTA BOGOR - Sebuah video yang memperlihatkan seorang anak mengenakan pakaian merah terjatuh…

20 hours ago

Festival Tangguh Bencana Bogor Utara 2026, Hadirkan Mitigasi Bencana hingga Pelatihan Kerja

BOGOR - WARTA BOGOR - Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, membuka Festival Kecamatan Tangguh…

22 hours ago

Fenomena Blue Moon Hiasi Langit Indonesia Hari Ini, Simak Fakta dan Waktu Puncaknya

JAKARTA - WARTA BOGOR - Fenomena langka Blue Moon atau bulan biru akan menghiasi langit…

23 hours ago

Pemerintah Kaji Penggunaan CNG Tabung 3 Kg untuk Gantikan LPG Subsidi, Bakal Jadi yang Pertama di Dunia

JAKARTA - WARTA BOGOR - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral tengah mematangkan…

3 days ago