MAF Polbangtan Bogor sukses terus
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman dalam sambutannya menyampaikan bahwa kunci swasembada pangan ada pada kolaborasi. “Kita butuh petani milenial yang adaptif, teknologi yang aplikatif, dan pasar yang aksesibel. Swasembada pangan hanya bisa dicapai dengan menyatukan ketiga elemen ini dalam satu ekosistem pertanian yang kuat,” tegas Mentan.
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menambahkan bahwa regenerasi petani adalah prioritas utama.
“Melalui forum seperti ini, kita dorong generasi muda untuk tidak hanya menjadi petani, tetapi juga inovator dan pelaku usaha agribisnis modern,” jelasnya.
Kepala Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Hortikultura, Inti Pertiwi Nashwari menyoroti pentingnya membangun rantai nilai hortikultura yang efisien dan terintegrasi. ia menekankan perlunya digitalisasi pasar hortikultura, pemanfaatan teknologi budidaya modern, dan penguatan ekosistem petani produsen hingga ke pasar ekspor.
“Hortikultura adalah subsektor yang sangat potensial. tapi kita perlu pastikan produk petani tidak hanya panen, tetapi juga terserap pasar dengan harga yang menguntungkan,” ungkap Inti.
Selain pihak Kementerian Pertanian (Kementan), MAF kali ini juga mendatangkan narasumber dari PT. East West Seed Indonesia (EWINDO). Ganesh Pamugar Satyagraha selaku Commercial Director menyatakan lewat program learning farm, EWINDO telah melatih lebih dari 100.000 petani melalui yayasan bina tani sejahtera (YBTS).
Ganesh menyampaikan bahwa EWINDO telah mendaftarkan 296 varietas benih dan mengembangkan hampir 500 varietas unggul, fokus mereka mencakup edukasi, riset lapangan, dan penguatan akses benih berkualitas, perluasan program pelatihan dan demonstrasi di wilayah Indonesia timur menjadi prioritas.
Selain Ganesh, MAF yang dibesut prodi Agribisnis Hortikultura (AGH) ini juga mendatangkan Iqbal Habibi, Founder CV Tamara Agro Indonesia. Iqbal menekankan bahwa pemuda pertanian harus menjemput peluang, bukan menunggu. ia berbagi praktik nyata membangun usaha hortikultura berbasis pasar dan komunitas.
“Kita butuh keberanian untuk gagal dan kemauan untuk belajar. kuncinya adalah konsistensi dan riset pasar sebelum tanam,” ujar Iqbal.
Untuk mendukung program Kementan, Awaluddin Fajar selaku manajer BP Simpang Datuk III, Jambi juga turut dihadirkan. Awaluddin memaparkan keberhasilan BP dalam mengelola alat mesin pertanian (alsintan) secara efisien dan profesional. dengan lahan seluas 205,09 hektare dan anggota 15 orang, mereka berhasil mencatat pendapatan bersih hingga Rp 86 juta dalam satu musim tanam hanya dari budidaya padi. “Kami tak hanya bertani, tapi juga berbisnis dan memberdayakan,” kata Awaluddin.
MAF Polbangtan Bogor menjadi bukti nyata bahwa anak muda mampu menjadi agen perubahan di sektor pertanian. Kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan petani milenial menjadi titik tolak mewujudkan swasembada pangan nasional yang berkelanjutan. (wsd)
JABAR - WARTA BOGOR - Program renovasi rumah tidak layak huni di Jawa Barat resmi…
JAKARTA - WARTA BOGOR - Bareskrim Polri menggerebek rumah produksi gas nitrous oxide (N2O) merek…
JAKARTA - WARTA BOGOR - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa dirinya telah “membuka…
CILEUNGSI - WARTA BOGOR - Alat deteksi dini banjir berbasis teknologi resmi dioperasikan di aliran…
TANAH LAUT-WARTA BOGOR – Gerakan Tanam Serempak seluas 10.000 hektare yang dilaksanakan di 17 provinsi…
JAKARTA - WARTA BOGOR - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan memberikan perhatian terhadap pengadaan puluhan…