BOGOR-WARTA BOGOR – Empat mahasiswa tingkat dua Program Studi (Prodi) Kesehatan Hewan Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor (Polbangtan Bogor) membagikan pengalaman inspiratif mereka melalui video bertajuk “Ceria: Banyak Tantangan, Siapa Takut” yang diunggah di kanal YouTube resmi kampus pada Senin (23/2).
Keempat mahasiswa tersebut yakni Ghina Tilawaty Diennur, Halwa Nur Insan Elhikmah, Alessandro Nesta Kurniawan, dan Muhammad Shidai Faiz Hidayat. Dalam sesi berbagi tersebut, mereka mengulas perjalanan belajar selama menempuh pendidikan Diploma 3 (D3) Kesehatan Hewan yang penuh tantangan sekaligus pengalaman berharga.
Muhammad Shidai Faiz Hidayat mengaku awalnya mengira perkuliahan hanya berfokus pada biologi hewan secara umum. Namun kenyataannya, materi yang dipelajari jauh lebih luas. “Kami belajar mulai dari teknik restrain, handling hewan sakit, pengobatan, hingga bagaimana memastikan hewan bisa sembuh dengan baik. Ternyata ilmunya sangat komprehensif,” ungkapnya.
Sementara itu, Alessandro Nesta Kurniawan mengaku terkesan dengan praktikum laboratorium, khususnya saat memeriksa mikroorganisme seperti bakteri dan virus. “Sering kali kami harus bekerja hingga malam untuk memastikan hasil pengujian akurat. Di situ kami belajar ketelitian dan tanggung jawab,” tuturnya.
Pembelajaran di Prodi Kesehatan Hewan tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Melalui konsep Teaching Factory, mahasiswa terlibat aktif di Klinik Hewan Pendidikan dan Kandang Cinagara.
Di klinik, mereka melakukan physical examination seperti pemeriksaan suhu, turgor kulit, dan capillary refill time (CRT), sekaligus menjaga sanitasi dan sterilisasi ruangan sesuai standar biosecurity dan biosafety. Mahasiswa juga belajar kewirausahaan melalui pengelolaan pet shop, serta mengasah kemampuan komunikasi dengan klien dan pengelolaan data pasien.
Di kandang, mahasiswa menangani hewan ternak seperti sapi yang mengalami gangguan kesehatan. Praktikum lapangan juga dilakukan di peternakan babi, kebun binatang, hingga praktik pendalaman obat-obatan hewan bersama mitra akademik.
Pengalaman mengambil sampel darah dari sapi melalui vena kokalis maupun ayam melalui vena brakialis menjadi tantangan tersendiri. Risiko tertendang sapi atau hematom pada ayam menjadi bagian dari proses belajar yang melatih keberanian dan ketelitian. “Menangani kuda bagi kami justru menjadi momen healing. Capeknya hilang ketika melihat hewan itu kembali sehat,” ujar salah satu mahasiswa.
Selain kompetensi teknis, mahasiswa juga dibekali kemampuan komunikasi, manajemen klinik, serta jiwa kewirausahaan. Bahkan, ilmu yang diperoleh dapat langsung diterapkan untuk merawat hewan peliharaan di rumah.
Prodi Kesehatan Hewan juga aktif dalam kegiatan sosial seperti pemberian pakan gratis untuk kucing liar dan vaksinasi rabies gratis setiap tahun. Edukasi kepada masyarakat tentang bahaya rabies dan pentingnya berhati-hati berinteraksi dengan hewan liar turut menjadi bagian dari pembelajaran.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa penguatan pendidikan vokasi pertanian, termasuk kesehatan hewan, merupakan kunci memperkuat sistem pertanian nasional. “Polbangtan harus menjadi motor penggerak pertanian modern. Kita butuh SDM yang adaptif teknologi, disiplin, dan siap menjaga kesehatan hewan sebagai bagian penting dari keamanan pangan nasional. Kesehatan hewan adalah fondasi ketahanan dan swasembada pangan,” tegas Mentan Amran.
Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa Polbangtan berperan strategis mencetak tenaga profesional yang tidak hanya terampil, tetapi juga berkarakter. “Kami mendorong mahasiswa untuk tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan integritas. Integrasi kesehatan hewan dalam sistem pertanian modern menjadi bagian penting dalam mewujudkan pertanian maju, mandiri, dan modern,” ujarnya.
Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor, Yoyon Haryanto, menambahkan bahwa capaian akreditasi Unggul Prodi Kesehatan Hewan merupakan bukti komitmen institusi dalam menjaga mutu pendidikan. “Status akreditasi Unggul ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis praktik dan kebutuhan industri. Mahasiswa kami tidak hanya belajar teori, tetapi ditempa langsung di lapangan sehingga siap kerja dan siap berwirausaha,” jelas Yoyon.
Di akhir video, para mahasiswa mengajak calon mahasiswa untuk tidak ragu bergabung di Prodi Kesehatan Hewan Polbangtan Bogor. Mereka menegaskan bahwa rasa takut terhadap hewan dapat diatasi melalui pembelajaran yang terarah dan pendampingan dosen yang profesional.
Dengan kurikulum komprehensif yang memadukan teori, praktik lapangan, dan pengembangan soft skill, Prodi Kesehatan Hewan Polbangtan Bogor menjadi pilihan tepat bagi generasi muda yang ingin berkontribusi dalam dunia kesehatan hewan dan ketahanan pangan nasional.
Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) saat ini telah dibuka dan informasi lengkap dapat diakses melalui media sosial resmi Polbangtan Bogor. (wsd)