Berita

Manfaatkan Waktu LFH, Mahasiswa Polbangtan Kembangkan Usaha Peternakan Sapi Potong

 

LAMPUNG-WARTABOGOR.id – Dalam setiap kesempatan, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo selalu menegaskan bahwa sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang menjadi penopang perekonomian bangsa Indonesia, ditengah keresahan bangsa Indonesia dalam menghadapi pandemi wabah virus Covid-19. 

Pernyataan Mentan senada dengan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Prof. Dedi Nursyamsi. Dirinya menuturkan bahwa pertanian harus didukung kalangan milenial sebagai generasi muda.

Advertisement

“Mendukung upaya pemerintah melakukan regenerasi petani sekaligus melahirkan pengusaha muda pertanian yang berdampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat pertanian Indonesia,” tegasnya.

Menjadi seorang peternak sukses memang diimpikan lama oleh peternak Milenial yang merupakan mahasiswa Program Studi Penyuluh Peternakan dan Kesejahteraan Hewan, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor. Impian itu perlahan pasti mulai terwujud dengan usaha peternakan sapi potong skala rumah tangga yang kini digelutinya. 

Rudi Cahyono Putro yang akrab disapa Rudi merupakan anak kedelapan dari delapan bersaudara yang lahir dari pasangan suami istri bernama Sudarto dan Semi. Rudi lahir di Trirahayu, 21 April 1997. Saat ini, Rudi bertempat tinggal di Desa Trirahayu, Kecamatan Negrikaton, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, lebih tepatnya di perbatasan antara Kabupaten Pesawaran dengan Kabupaten Pringsewu.

Advertisement

Terlahir dari keluarga yang kurang mampu justru memicu semangatnya untuk mendongkrak kesejahteraan keluarganya sejak dini. Ibu dari Rudi hanya bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga dan Ayahnya bekerja sebagai Petani. Rudi yang kini seorang mahasiswa di Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor sekarang tengah mengelola usaha peternakan sapi potong skala rumah tangga miliknya sendiri.

Keseharian Rudi selama masa pandemi selain sebagai seorang mahasiswa di Polbangtan Bogor yaitu berternak sapi walaupun hanya beberapa ekor. Setiap pagi sebelum kuliah online, Rudi membersihkan kandang sapi sebagai rutinitas yang menyenangkan untuk dijalani.

Selain membersihkan kandang, Rudi juga mencari rumput untuk pakan Sapi. Rudi hanya menggunakan dedak padi, onggok singkong dan kulit singkong sebagai tambahan pakan selain rumput. “Maklum saja, untuk membeli pakan kosentrat masih terlalu mahal harganya sehingga saya hanya menggunakan dedak padi, onggok singkong dan kulit singkong sebagai pengganti kosentrat,” ungkapnya.

Advertisement

Memiliki ternak sapi walaupun hanya beberapa ekor membuat Rudi bisa berternak sambil belajar. “Ibarat praktik gratis sehingga bisa lebih mengenal dan mendalami ilmu peternakan yang sesungguhnya,” ungkapnya lagi. Selain itu, dirinya juga bisa mengaplikasikan ilmu-ilmu yang di dapatkan dari perkuliahan secara langsung ke ternak sapi yang dia miliki.

Meskipun saat ini harus Learn From Home (LFH), dirinya mengaku tetap semangat dalam belajar beternak di rumah dan mempraktekan apa yang sudah didapat selama dibangku kuliah ini dan bukan menjadi hambatan bagi Rudi untuk kuliah online selama di rumah. Rudi mengatakan bahwa ada pepatah carilah ilmu sampai ke Negeri Cina. “Pepatah tersebut membuat  saya berfikir bahwa jarak dari Lampung ke Bogor bukan apa-apa dari pada harus pergi ke Cina.” ungkap Rudi.

Rudi juga memiliki mimpi bisa menjadi pengusaha sukses yang memiliki banyak karyawan di bidang peternakan khususnya peternakan Sapi Potong. “Hal tersebut membuat saya bagaimana agar bisa memanfaatkan peluang yang ada dan menggapai mimpi saya,” ungkap Rudi.

Advertisement

Dan, melanjutkan kuliah di Program Studi Penyuluh Peternakan dan Kesejahteraan Hewan di Polbangtan Bogor adalah salah satu cara yang Rudi lakukan untuk menggapai mimpinya agar bisa lebih mendalami ilmu di bidang peternakan.

“Saya memilih Program Studi Penyuluh Peternakan dan Kesejahteraan Hewan karena saya melihat banyak peluang bisnis di bidang peternakan dimana peluang tersebut akan terus meningkat seiring berjalannya waktu karena kebutuhan akan sumber hewani yang semakin meningkat. Selain itu, sudah banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya sumber protein hewani untuk pertumbuhan dan kecerdasan manusia,” bebernya.

Pewarta : Arif Prastiyanto – Polbangtan Bogor

Advertisement
Share

Recent Posts

Angkot Kabupaten Bogor Dibatasi Masuk Kota, Ini Skema yang Akan Diterapkan Dishub Kota Bogor

BOGOR - WARTA BOGOR - Dinas Perhubungan Kota Bogor segera menerapkan skema pengaturan operasional bagi…

1 day ago

DPR Soroti Wacana Pemblokiran Wikipedia oleh Komdigi

JAKARTA - WARTA BOGOR - Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menyatakan dukungannya…

1 day ago
Advertisement

Indonesia Cuan, Australia dan India Jajaki Pupuk Indonesia

JAKARTA-WARTA BOGOR – Mengikuti jejak Australia, India kini turut melirik potensi pasokan pupuk dari Indonesia.…

3 days ago

Kebijakan WFH Jumat Berpotensi Munculnya Fenomena PJKA

WARTA BOGOR - Penerapan kebijakan work from home (WFH) setiap hari Jumat bagi aparatur sipil…

3 days ago

Dugaan Pelecehan oleh Pendakwah SAM, Korban Diimingi Sekolah ke Mesir

BOGOR - WARTA BOGOR - Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan pendakwah Syekh Ahmad Al-Misry…

3 days ago

Belum Sepekan Menjabat, Ketua Ombudsman RI Ditahan Kejagung Terkait Kasus Nikel

JAKARTA - WARTA BOGOR - Ketua Ombudsman Republik Indonesia, Hery Susanto, resmi ditahan oleh Kejaksaan…

3 days ago