Mengejutkan, Kecamatan Bogor Selatan jadi Wilayah Terbanyak Transaksi Game Online Terlarang di Indonesia

BOGOR – WARTA BOGOR – Kabar mengejutkan datang dari Kecamatan Bogor Selatan yang dikabarkan menjadi kecamatan dengan transaksi game online terlarang terbanyak se-Indonesia.

Hal itu disampaikan dalam rilis daftar kecamatan yang paling banyak terpapar game online terlarang yang disampaikan Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan keamanan (Kemenko Polhukam).

Menko Polhukam, Jenderal TNI Hadi Tjahjanto membeberkan, menurut data Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK), sebanyak 3.720 orang pelaku game online terlarang berasal dari Kecamatan Bogor Selatan dengan nilai transaksi mencapai Rp349 miliar.

Sementara itu, di posisi kedua ada Kecamatan Tambora dengan 7.916 orang dengan nilai transaksi Rp196 miliar, di posisi ketiga ditempati Kecamatan Cengkareng dengan jumlah orang sebanyak 14.782 orang dengan transaksi Rp176 miliar.

Sementara itu, Kota Bogor menepati peringkat kedua wilayah kabupaten/kota dengan transaksi game online terlarang terbanyak dengan nilai Rp612 miliar, setelah Kota Administratif Jakarta Barat dengan transaksi Rp792 miliar.

Menanggapi hal tersebut, Pj Walikota Bogor, Hery Antasari mengaku kaget dan menyesalkan fenomenal dan kondisi tersebut.

Terlebih soal kabar bahwa Kota Bogor terutama Kecamatan Bogor Selatan menjadi salah satu wilayah yang terdata memiliki jumlah transaksi yang besar.

“Soal judol kami paham ini fenomena nasional dan menjadi concern nasional, apalagi di perkotaan. Tapi bahwa Kota Bogor dan Kecamatan Bogor Selatan itu yang membuat kami kaget,” ucap Hery.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat mengenai data, fakta serta pedoman penanganan fenomena tersebut.

Selain itu, Hery akan menyusun solusi-solusi terutama pencegahan perilaku judol melalui edukasi, sosialisasi, dan kampanye masif.

 

 

Sumber: Radar Bogor