Umum

Mengenal Buah Sukun

Mengutip New Scientist, Selasa (12/10/2021) berdasarkan pemodelan iklim yang digunakan oleh peneliti, hasilnya menunjukkan bahwa pohon sukun dapat tumbuh dengan baik di daerah tropis selama beberapa dekade mendatang.

Apalagi, sukun juga dapat dimasak dengan berbagai cara dan diubah menjadi tepung.

“Tanaman sukun sangat produktif dan bergizi. Selain itu begitu mereka tumbuh, sukun cukup tangguh,” kata Lucy Yang, peneliti dari Northwestern University di Illinois.

Advertisement

Sayangnya, tanaman ini sekarang mulai kurang dikenal dan terabaikan sehingga kurang dimanfaatkan.

Menurut laman Britannica, sukun (Artocarpus altilis) merupakan pohon dari keluarga murbei (Moraceae).

Buah sukun yang besar sudah menjadi makanan pokok bagi penduduk Pasifik Selatan dan daerah tropis lainnya.

Advertisement

Sukun mengandung sejumlah besar pati dan jarang dimakan mentah.

Untuk mengolahnya, sukun bisa dipanggang, direbus, digoreng, atau dikeringkan, hingga digiling menjadi tepung.

Pohon sukun tumbuh setinggi 12 hingga 18 meter dan memiliki daun hijau besar, lonjong, mengkilap, tiga hingga sembilan lobus ke arah puncak.

Advertisement

Daging buahnya berwarna putih dan agak berserat.

Sukun telah dibudidayakan di Kepulauan Melayu (di mana spesies ini dianggap asli) sejak zaman kuno.

Dari Melayu, sukun kemudian menyebar ke seluruh wilayah tropis Pasifik Selatan pada zaman prasejarah.

Advertisement

Pengenalannya ke Dunia Baru sangat terkait dengan perjalanan Kapten William Bligh di HMS Bounty, sebuah perjalanan yang direkomendasikan oleh Kapten James Cook.

James Cook meyakini, sukun yang dilihatnya di Kepulauan Pasifik akan sangat berguna sebagai bahan makanan untuk budak di Hindia Barat.

Setelah kegagalan pelayaran pertama Bligh, yang kedua menghasilkan keberhasilan pembentukan pohon di Jamaika, di mana ia gagal memenuhi harapan karena para budak lebih menyukai pisang raja.

Advertisement

Pohon sukun tidak dapat mentolerir embun beku dan belum berhasil tumbuh bahkan di bagian paling selatan Florida.

Di Hindia Barat dan di daratan Amerika dari Meksiko hingga Brasil, pohon sukun ditanam di halaman rumah, dan buahnya dijual di pasar.

Saat ini, banyak dikembangkan sukun tanpa biji yang dibuat dengan cara stek akar. (Kompas.com)

Advertisement
Share

Recent Posts

Perjalanan Masa Kecil Bahlil Lahadalia Diangkat ke Serial Animasi ‘Melangkah dari Timur’

WARTA BOGOR - Perjalanan hidup Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia semasa…

1 hour ago

Progres Pembangunan Trase Baru Jalan Batutulis Capai 45 Persen, Targetkan Awal November dibuka

BOGOR - WARTA BOGOR - Pembangunan trase baru Jalan Batutulis di Kota Bogor terus dikerjakan.…

7 hours ago
Advertisement

Daftar Harga BBM Pertamina yang Naik per 1 September 2026

JAKARTA - WARTA BOGOR - PT Pertamina Patra Niaga resmi merilis penyesuaian harga bahan bakar…

9 hours ago

Rumah Zakat Salurkan 130 Paket Pangan untuk Duafa di Kota dan Kabupaten Bogor

BOGOR-WARTA BOGOR, 25 Agustus 2026 – Rumah Zakat kembali menyalurkan bantuan pangan bagi keluarga duafa…

9 hours ago

Intelijen Ukraina Ungkap Perekrutan Delapan WNI oleh Rusia untuk Perang Melawan Ukraina

WARTA BOGOR - Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina atau Foreign Intelligence Service of Ukraine (FISU)…

1 day ago

249 Generasi Muda Mulai Langkah Baru di Polbangtan Kementan

BOGOR-WARTA BOGOR — Sebanyak 249 generasi muda memulai perjalanan pendidikan vokasi pertanian di Politeknik Pembangunan…

1 day ago