Pemberdayaan Masyarakat

Optimalkan Program PAT, Polbangtan Kementan Monitoring dan Evaluasi di Kecamatan Jonggol

BOGOR-WARTA BOGOR – Tim dari Polbangtan Bogor telah melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) terkait Program Perluasan Areal Tanam (PAT) dan distribusi pompa bantuan dari Kementerian Pertanian (Kementan) di Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan pemanfaatan pompa berjalan optimal sekaligus mengidentifikasi kendala yang dihadapi petani di lapangan pada Selasa (15/10).

Sebagaimana dikatakan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bahwa perguruan tinggi vokasi Kementan memiliki peran penting untuk memajukan pertanian.
“Pertanian pun dapat di digarap dengan cara-cara kekinian. Namun hal tersebut harus didukung oleh SDM yang memadai. Dan Polbangtan menjadi ujung tombak dalam hal tersebut,” kata Amran.

Dalam berbagai kesempatan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan irigasi pompanisasi menjadi alternatif solusi untuk meningkatkan produksi padi, terlebih ketika menghadapi musim kemarau atau lahan yang berada cukup jauh dari sumber air.

Advertisement

Monitoring dilaksanakan di tiga desa, yakni Desa Sukagalih, Desa Wening Galih, dan Desa Jonggol, dengan melibatkan tiga kelompok tani. Desa Sukagalih diwakili oleh Poktan Saluyu, Desa Wening Galih oleh KWT Melati, dan Desa Jonggol oleh Poktan Tirta Mukti. Setiap kelompok tani mendapat pendampingan langsung dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Evi.

Pada Gapoktan Saluyu di Desa Sukagalih, dua unit pompa bantuan telah diterima dan difungsikan untuk menyelamatkan lahan seluas 40.000 m². Pompa tersebut membutuhkan 8 liter bensin untuk beroperasi selama 8 jam dengan biaya bahan bakar mencapai Rp80.000 per hari. Meskipun pemanfaatan pompa berjalan baik, para petani mengalami kendala karena lahan sawah mereka jauh dari sumber air, sehingga memerlukan selang tambahan untuk distribusi air yang optimal. Rencana tanam berikutnya akan dimulai pada November 2024.

Di KWT Melati di Desa Wening Galih, satu unit pompa telah diterima dan digunakan untuk menyelamatkan lahan seluas 30.000 m². Pompa ini memerlukan 9 hingga 10 liter bensin untuk 10 jam operasi dengan biaya Rp100.000 per hari. Namun, minimnya curah hujan dan keterbatasan sumber air membuat petani hanya dapat melakukan penanaman 1-2 kali per tahun. Para petani juga menggunakan pompa swadaya untuk mengalirkan air ke area yang sulit dijangkau.

Advertisement

Sementara itu, Poktan Tirta Mukti di Desa Jonggol menerima satu unit pompa yang telah digunakan untuk mengairi lahan seluas 47.000 m². Kondisi geografis yang lebih datar membuat pompa di desa ini lebih hemat bahan bakar, hanya memerlukan 7 liter bensin untuk 10 jam dengan biaya Rp70.000. Meskipun demikian, tantangan tetap ada karena jarak lahan dari sumber air masih cukup jauh dan membutuhkan selang tambahan untuk distribusi yang efektif. Rencana tanam berikutnya dijadwalkan pada Oktober 2024.

Secara keseluruhan, program bantuan pompa dari Kementerian Pertanian dinilai berhasil dalam membantu petani mengatasi masalah kekeringan dan menjaga produktivitas lahan. Namun, kendala seperti jarak lahan dari sumber air dan kebutuhan akan selang tambahan masih perlu perhatian lebih lanjut. Selain bantuan pompa, petani juga memanfaatkan pompa swadaya untuk mengatasi keterbatasan yang ada.

Polbangtan Bogor dan para PPL setempat akan terus memantau perkembangan program ini dan memberikan pembinaan berkelanjutan agar penanaman berikutnya berjalan sesuai rencana. Dengan adanya bantuan pompa dan upaya swadaya dari petani, diharapkan program PAT ini dapat memperkuat ketahanan pangan dan mendorong keberlanjutan sektor pertanian di Kecamatan Jonggol. (agm)

Advertisement
Share

Recent Posts

Viral Anak Terjatuh ke Area Kandang Gajah Ragunan, Pengelola Sebut Ada Indikasi Pembuatan Konten

JAKARTA - WARTA BOGOR - Sebuah video yang memperlihatkan seorang anak mengenakan pakaian merah terjatuh…

17 hours ago

Festival Tangguh Bencana Bogor Utara 2026, Hadirkan Mitigasi Bencana hingga Pelatihan Kerja

BOGOR - WARTA BOGOR - Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, membuka Festival Kecamatan Tangguh…

19 hours ago
Advertisement

Fenomena Blue Moon Hiasi Langit Indonesia Hari Ini, Simak Fakta dan Waktu Puncaknya

JAKARTA - WARTA BOGOR - Fenomena langka Blue Moon atau bulan biru akan menghiasi langit…

19 hours ago

Pemerintah Kaji Penggunaan CNG Tabung 3 Kg untuk Gantikan LPG Subsidi, Bakal Jadi yang Pertama di Dunia

JAKARTA - WARTA BOGOR - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral tengah mematangkan…

3 days ago

Polisi Selidiki Kasus Pencabulan di Ponpes Ciawi Bogor, Diduga Libatkan Lima Pelaku

BOGOR - WARTA BOGOR - Polisi masih menyelidiki kasus dugaan pencabulan yang terjadi di lingkungan…

3 days ago

Kerbau Albino Mirip Donald Trump Selamat dari Kurban, Kini Dirawat di Kebun Binatang

WARTA BOGOR - Seekor kerbau albino seberat 700 kilogram di Bangladesh mendadak viral karena memiliki…

3 days ago