Berita

Panen di Masa Pandemi, Bukti Keberhasilan Kostratani Anjatan

INDRAMAYU-WARTABOGOR.id –Covid-19 rasanya masih menjadi trending topic di negeri ini. Kaburnya Pasien Dalam Pengawasan (PDP), Penolakan pemakaman jenazah pasien Covid-19, semakin hari ada saja pemberitaan yang meresahkan masyarakat Indonesia. Bertolak belakang dengan hal tersebut, angin segar justru datang dari sektor pertanian. Panen raya gencar dilakukan di berbagai wilayah di Indonesia. Melalui Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostrarani), optimalisasi tugas, fungsi dan peran Balai Penyuluhan Pertanian terus dilakukan. Penyuluh terus bergerak dan mendampingi untuk meyakinkan Petani agar terus produktif, salah satunya dengan memanen hasil pertanian.

Bukti nyata keberhasilan program Kostratani di Kabupaten Indramayu adalah panen padi varietas Ciherang pada lahan seluas 65 hektar dengan produktivitas 7,2 Ton/hektar dan produksi 468 ton Gabah Kering Panen yang dilakukan oleh Kelompoktani Sri Darma Tani di Desa Bugistua, Kecamatan Anjatan. Didampingi Imam Syamsudin selaku penyuluh, petani bahu membahu memanen padi yang melimpah. “Alhamdulillah kami bersama petani dan petugas fungsional lainnyaa masih punya semangat yang tinggi melakukan kegiatan usaha tani. Kami konsisten saling berkolaborasi di lapangan dalam hal berbagi informasi teknologi di masa pandemi COVID-19 ini,” ucap Imam. Dengan Harga Gabah Kering Panen   (GKP) Rp.4200 -Rp.4400 dan Gabah Kering Giling (GKG) Rp.4500- Rp.4700 maka potensi pendapatan petani bisa cukup tinggi terangnya.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, hadirnya Kostratani bertujuan membangun ekosistem pertanian lewat digital. “Ini merupakan program Kementerian Pertanian (Kementan) dengan pendekatan yang baru, lebih modern,” ujar Mentan Syahrul. Terlebih lagi di situasi pandemi ini Mentan selalu menyerukan “Pertanian tidak boleh berhenti meski dalam suasana pandemi Covid-19 seperti sekarang,”.

Advertisement

Sejalan dengan Menteri Pertanian, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi menegaskan kepada Penyuluh pertanian dan Petani, meskipun ditengah pandemik COVID-19, sektor pertanian tidak berhenti. Peran petani dan penyuluh justru menjadi sangat penting untuk meningkatkan produksi pertanian. “Pangan sebagai imunitas utama untuk melawan COVID-19 dan memegang peran yang sangat penting hidup matinya suatu bangsa,”papar Dedi.

Pewarta : Rifa Rafi’atu Sya’bani W – Polbangtan Bogor

Editor : Ar

Advertisement
Share

Recent Posts

40 Ribu Rumah di Jabar Masuk Program Renovasi Nasional, Gubernur Dedi Tambah Bantuan Modal Usaha

JABAR - WARTA BOGOR - Program renovasi rumah tidak layak huni di Jawa Barat resmi…

15 hours ago

Bareskrim Gerebek Rumah Produksi Whip-Pink Ilegal, Omzet Capai Miliaran Per-Bulan

JAKARTA - WARTA BOGOR - Bareskrim Polri menggerebek rumah produksi gas nitrous oxide (N2O) merek…

15 hours ago
Advertisement

Trump Klaim “Buka Selat Hormuz”, Sebut Dilakukan untuk China dan Dunia

JAKARTA - WARTA BOGOR - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa dirinya telah “membuka…

17 hours ago

Wamen PU Resmikan Sistem Canggih Deteksi Banjir di Cileungsi Bogor

CILEUNGSI - WARTA BOGOR - Alat deteksi dini banjir berbasis teknologi resmi dioperasikan di aliran…

1 day ago

Kuasai Teknologi, Mahasiswa Polbangtan Kementan Operasikan Drone dalam Gerakan Tanam Serempak 10.000 Ha

TANAH LAUT-WARTA BOGOR  – Gerakan Tanam Serempak seluas 10.000 hektare yang dilaksanakan di 17 provinsi…

2 days ago

KPK Soroti Pengadaan Puluhan Ribu Motor Listrik oleh BGN

JAKARTA - WARTA BOGOR - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan memberikan perhatian terhadap pengadaan puluhan…

2 days ago