Kota Bogor

Pemkot Bogor Percepat Relokasi PKL ke Pasar Jambu Dua, Gratis Sewa Tiga Bulan serta Diskon 20 persen

BOGOR – WARTA BOGOR – Pemerintah Kota Bogor terus mempercepat proses relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) dari kawasan Pasar Bogor ke Pasar Jambu Dua sebagai bagian dari upaya penataan kawasan agar lebih tertib dan nyaman.

Melalui Perumda Pasar Pakuan Jaya, Pemkot menawarkan berbagai kemudahan serta insentif guna mendorong para pedagang pindah ke lokasi baru yang dinilai lebih representatif dan mendukung aktivitas perdagangan.

Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Jaya, Jenal Abidin, menyampaikan bahwa Pasar Jambu Dua telah disiapkan dengan kapasitas besar, yakni mampu menampung sekitar seribu pedagang. Selain itu, fasilitas yang tersedia juga lebih memadai, seperti penerangan yang baik serta area parkir yang luas dan aman.

Advertisement

“Kami siapkan tempat yang lebih representatif untuk para pedagang. Kapasitasnya bisa menampung kurang lebih seribuan PKL, dengan fasilitas yang sudah lebih baik,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan, pemerintah memberikan insentif berupa potongan harga sewa sebesar 20 persen. Selain itu, pedagang juga dibebaskan dari biaya sewa selama tiga bulan pertama agar dapat langsung memulai usaha tanpa beban biaya.

“Kita berikan diskon 20 persen, lalu tiga bulan pertama gratis, tidak ada pungutan sama sekali. Pedagang bisa langsung masuk dulu dan mulai berjualan,” jelas Jenal.

Advertisement

Kebijakan tersebut berlaku untuk seluruh kios dan los, baik di lantai atas maupun bawah. Pedagang juga diberikan kebebasan untuk memilih lokasi berjualan sesuai dengan ketersediaan tempat.

Setelah masa pembebasan sewa berakhir, pemerintah akan melakukan evaluasi terhadap kondisi ekonomi para pedagang sebelum menentukan skema pembayaran selanjutnya, agar kebijakan tetap mempertimbangkan kemampuan pelaku usaha kecil.

“Yang penting sekarang pedagang masuk dulu ke Pasar Jambu Dua. Nanti setelah tiga bulan kita lihat kondisi ekonominya, baru kita sesuaikan,” tambahnya.

Advertisement

Hingga saat ini, proses relokasi menunjukkan perkembangan yang cukup positif. Sekitar 254 pedagang tercatat telah mendaftar dan memesan kios maupun los, bahkan sebagian di antaranya sudah mulai berjualan di lokasi baru.

“Kurang lebih sudah ada 254 pedagang yang mendaftar. Prosesnya bertahap, hari ini juga sudah ada yang mulai masuk,” ungkapnya.

 

Advertisement

 

 

 

Advertisement

Sumber: VIVA.co.id

 

Advertisement
Share

Recent Posts

Polbangtan Kementan Dorong Kepemimpinan Muda untuk Kawal Kebijakan Pangan Nasional

BOGOR-WARTA BOGOR – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor terus memperkuat peran generasi muda dalam mendukung…

2 days ago

Polbangtan Kementan Jajaki Teknologi Drone Pertanian Korea Selatan, Perkuat Wawasan SDM Pertanian Menuju Pertanian Modern

SERPONG-WARTA BOGOR – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong pengembangan pertanian modern melalui pengenalan teknologi dan…

2 days ago
Advertisement

Evaluasi K-Smart Farm, Polbangtan Kementan Perkuat Keberlanjutan Smart Farming Indonesia

BOGOR-WARTA BOGOR – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor bersama tim kerja sama dari Korea Selatan…

2 days ago

IHSG Anjlok 11,16%, Rencana MSCI Picu Kekhawatiran Investor

WARTA BOGOR - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan setelah perdagangan dilanjutkan seusai penghentian…

2 days ago

Wajib Sertifikasi Halal Mulai 18 Oktober 2026, Kesiapan UMKM dan Industri Kosmetik Jadi Sorotan

JAKARTA - WARTA BOGOR - Kewajiban sertifikasi halal yang dijadwalkan mulai berlaku pada 18 Oktober…

2 days ago

Pemkot Bogor Mulai Siapkan Anggaran Biskita Trans Pakuan 2027

BOGOR - WARTA BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mulai membahas anggaran operasional Biskita Trans…

3 days ago