Umum

KLH dan Pemprov Jabar Percepat Proyek PSEL di Bogor dan Bandung Raya, Ditargetkan Hasilkan Listrik dalam 3 Tahun Kedepan

JAKARTA – WARTA BOGOR – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan percepatan pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di dua kawasan aglomerasi di Jawa Barat.

Dua lokasi yang menjadi fokus pengembangan berada di Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor untuk wilayah Bogor-Depok, serta di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat untuk kawasan Bandung Raya.

Percepatan tersebut ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara Gubernur Jawa Barat dan delapan kepala daerah tingkat kabupaten/kota se-Jawa Barat di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup, Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Advertisement

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden untuk mengatasi persoalan sampah melalui pendekatan energi terbarukan.

“Atas arahan Bapak Presiden, penanganan sampah diarahkan menjadi energi terbarukan atau energi listrik melalui skema PSEL atau waste to energy,” ujar Hanif.

Ia menjelaskan, melalui Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025, pemerintah menetapkan bahwa kota atau aglomerasi dengan timbulan sampah lebih dari 1.000 ton per hari wajib menerapkan teknologi pengolahan sampah menjadi energi.

Advertisement

“Hari ini kita menyaksikan penandatanganan yang dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Barat, diikuti delapan bupati dan wali kota, yang terbagi dalam dua aglomerasi, yaitu Bandung Raya dan Bogor-Depok,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa proyek ini diharapkan menjadi solusi atas persoalan sampah yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

“Kita ingin menyelesaikan problem akut yang terjadi berpuluh-puluh tahun. Selama ini kajian dilakukan terus-menerus, bahkan sampai ke luar negeri, dan menghabiskan biaya besar,” ujarnya.

Advertisement

Ia menyebut TPA Sarimukti sebagai lokasi strategis untuk pengolahan sampah menjadi energi listrik, khususnya bagi wilayah Bandung Raya.

Dedi juga menekankan bahwa sistem baru ini akan meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah di tingkat kabupaten dan kota. Ke depan, pemerintah daerah hanya akan fokus pada dua aspek utama, yaitu petugas kebersihan dan transportasi pengangkutan sampah.

“Dengan pengelolaan terpusat di dua lokasi, biaya operasional bisa ditekan dan lebih efektif. Bahkan pengangkutan bisa dikerjasamakan dengan pihak ketiga agar lebih efisien,” jelasnya.

Advertisement

Ia optimistis dalam tiga tahun ke depan, proyek ini akan mulai memberikan hasil nyata berupa energi listrik dari sampah.

“Dalam bahasa saya, sampah hilang, listrik pun terang,” tuturnya.

 

Advertisement

 

 

 

Advertisement

 

Sumber: pojok bogor

Advertisement
Share

Recent Posts

Perjalanan Masa Kecil Bahlil Lahadalia Diangkat ke Serial Animasi ‘Melangkah dari Timur’

WARTA BOGOR - Perjalanan hidup Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia semasa…

11 hours ago

Progres Pembangunan Trase Baru Jalan Batutulis Capai 45 Persen, Targetkan Awal November dibuka

BOGOR - WARTA BOGOR - Pembangunan trase baru Jalan Batutulis di Kota Bogor terus dikerjakan.…

16 hours ago
Advertisement

Daftar Harga BBM Pertamina yang Naik per 1 September 2026

JAKARTA - WARTA BOGOR - PT Pertamina Patra Niaga resmi merilis penyesuaian harga bahan bakar…

18 hours ago

Rumah Zakat Salurkan 130 Paket Pangan untuk Duafa di Kota dan Kabupaten Bogor

BOGOR-WARTA BOGOR, 25 Agustus 2026 – Rumah Zakat kembali menyalurkan bantuan pangan bagi keluarga duafa…

19 hours ago

Intelijen Ukraina Ungkap Perekrutan Delapan WNI oleh Rusia untuk Perang Melawan Ukraina

WARTA BOGOR - Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina atau Foreign Intelligence Service of Ukraine (FISU)…

1 day ago

249 Generasi Muda Mulai Langkah Baru di Polbangtan Kementan

BOGOR-WARTA BOGOR — Sebanyak 249 generasi muda memulai perjalanan pendidikan vokasi pertanian di Politeknik Pembangunan…

1 day ago