Kota Bogor

Pemkot Bogor Targetkan Raih Predikat Utama di KLA, Gencarkan Kolaborasi Antar OPD dan Instansi

BOGOR – WARTA BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menargetkan predikat utama di ajang Kota Layak Anak (KLA) pada tahun 2024. Hal ini dikarenakan, setelah 2 tahun terakhir Pemkot Bogor mengemban predikat Nindya.

Berbagai upaya digencarkan Pemkot Bogor untuk merealisasikan target tersebut, salah satunya dengan kolaborasi antar Organisasi Perangkat Daerah dan Instansi yang ada di Kota Bogor.

Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak dan Perlindungan Anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bogor, Wiwin Sukarsih mengatakan kolaborasi penting dilakukan untuk bersama-sama memenuhi 5 klaster hak anak yang ada di dalam penilaian KLA.

Advertisement

Indikator KLA dikelompokkan ke dalam 5 klaster hak anak diantaranya Hak Sipil dan Kebebasan oleh Disdukcapil, Lingkungan Keluarga dan Pengasuhan Alternatif oleh Dinsos, Pemenuhan Hak Anak Atas Kesehatan dan Kesejahteraan lewat Dinkes.

“Kemudian Pemenuhan Hak Anak Atas Pendidikan, Kreatifitas dan Budaya oleh Disdik dan Disparbud, serta Perlindungan Khusus yang di antaranya oleh Kepolisian, Kejaksaan, Pengadilan, hingga Bapas,” jelasnya

Target predikat Utama ini juga dikejar DP3A dengan menggencarkan edukasi dan sosialisasi mengenai pemenuhan hak anak ke Kecamatan, Kelurahan, dan sekolah.

Advertisement

Upaya ini juga dilakukan oleh lembaga dan organisasi lain seperti Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID), Forum Anak Kota Bogor (Fanator), serta Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga).

Pemenuhan hak anak juga dilakukan Pemkot Bogor dengan menghadirkan sekolah, ruang bermain, rumah ibadah, pesantren, puskesmas, perpustakaan, dan berbagai infrastruktur ramah anak lainnya.

“Kami juga mengajak orang tua melakukan pola asuh keluarga dengan baik supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti tawuran dan bullying,” kata Wiwin.

Advertisement

Tahapan penilaian KLA sudah berjalan sejak Bulan Februari 2024 lalu. Selama 3 bulan Pemkot Bogor menginput eviden secara mandiri di aplikasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA).

Saat ini, proses penilaian sudah berada di tahap evaluasi administrasi oleh Provinsi Jawa Barat. Setelah tahap ini selesai, hasil evaluasi jalan disampaikan ke KemenPPA untuk kembali dievaluasi ulang.

“Dari sana nanti akan disampaikan predikat Kota Bogor. Jika mendapat predikat utama maka akan dilakukan evaluasi hybrid. Kalau predikatnya KLA akan dilakukan kunjungan lapangan,” jelas Wiwin.

Advertisement

 

 

 

Advertisement

Sumber: Radar Bogor

Share

Recent Posts

Mahasiswa PMII dan GMKI Gelar Aksi di Istana Bogor, Lempar Tomat Busuk sebagai Simbol Kekecewaan

BOGOR - WARTA BOGOR - Aksi unjuk rasa gabungan mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia…

8 hours ago

Tabrakan Dua Kereta Cepat di Spanyol Tewaskan 64 Orang

WARTA BOGOR - Kecelakaan kereta api terjadi di wilayah Spanyol bagian tengah pada Rabu pagi.…

14 hours ago
Advertisement

Modus Pengoplosan 600 Ton Beras SPHP Jadi Premium, 10 Pejabat Disanksi

JAKARTA - WARTA BOGOR - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkap dugaan praktik pengoplosan…

15 hours ago

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran, Polbangtan Kementan Perkuat Swasembada Pangan Berkelanjutan

BOGOR-WARTA BOGOR – Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi periode percepatan pembangunan pertanian, terutama…

16 hours ago

BKN Buka Program ASN Promote ASN, Bisa Diusulkan Rekan Kerja Berprestasi

JAKARTA - WARTA BOGOR - Badan Kepegawaian Negara (BKN) meluncurkan program ASN Promote ASN yang…

1 day ago

Sumpah Pemuda 2026: 5 Aksi Nyata Pemuda Muslim untuk Indonesia

WARTA BOGOR - Setiap 28 Oktober, Indonesia memperingati Hari Sumpah Pemuda untuk mengenang tekad generasi…

2 days ago