Oplus_131072
BANTEN – WARTA BOGOR – Tim SAR memperluas area pencarian terhadap lima jurnalis yang dilaporkan hilang kontak saat hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad mengatakan, setelah menerima laporan hilangnya rombongan tersebut, pihaknya langsung menerjunkan petugas untuk melakukan pencarian. Namun, hingga pencarian hari pertama berakhir, para jurnalis dan rombongan lainnya belum berhasil ditemukan.
“Namun hingga penyisiran berakhir, tim belum menemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun delapan orang yang masih dalam pencarian,” kata Amrad dalam keterangannya, Selasa (8/9/2026).
Amrad menyebut, total terdapat delapan orang yang menjadi fokus pencarian. Lima orang di antaranya merupakan jurnalis, yakni M. Bagus Khoirunnas, Ari Basuki, Yudhis, Daus, dan Donal.
Sementara tiga orang lainnya adalah Warta (55) yang merupakan kapten kapal, Surakman (60) sebagai anak buah kapal (ABK), serta Heriyanto (49) yang bertugas sebagai pemandu atau guide.
Pencarian kembali dilanjutkan pada Rabu (9/9/2026). Dalam operasi pencarian berikutnya, tim SAR gabungan akan memperluas area penyisiran berdasarkan hasil evaluasi dan kondisi di lapangan.
“Tim SAR gabungan akan kembali melanjutkan pencarian pada hari berikutnya dengan memperluas area penyisiran sesuai hasil evaluasi, dan kondisi di lapangan,” katanya.
SAR Siapkan Dua Drone Termal
Selain memperluas area pencarian, Kantor SAR Banten juga menyiapkan dua pesawat nirawak termal atau drone termal untuk membantu mencari lima jurnalis yang hilang kontak tersebut.
Koordinator Operasi SAR Rizky Dwianto mengatakan, pencarian dari udara menggunakan helikopter maupun pesawat belum dapat dilakukan karena sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih terjadi.
Sebagai alternatif, dua drone termal yang berada di KN SAR Tetuka akan digunakan untuk membantu pencarian dari udara.
“Paling nanti kita di kapal KN SAR Tetuka sudah kita lengkapi drone. Nanti di Gunung Anak Krakatau mungkin kita akan terbangkan dan kita lakukan pencarian dari udara tapi menggunakan drone thermal,” kata dia.
Sebelumnya, pencarian dilakukan menggunakan KN SAR Tetuka hingga sekitar pukul 22.00 WIB pada Selasa (8/9/2026). Setelah itu, kapal kembali bersandar di Pelabuhan Ciwandan, Cilegon.
Keputusan tersebut diambil karena kondisi laut serta jarak pandang yang kurang mendukung untuk melanjutkan pencarian pada malam hari.
“Sea condition cukup kurang bersahabat, kemudian visibility juga terbatas. Jadi kita docking untuk efektivitas dan keselamatan,” kata dia.
Diketahui, lima jurnalis tersebut sebelumnya berangkat untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau. Namun, mereka kemudian dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda dan hingga kini belum kembali ke daratan.
Kepala Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Pandeglang, Sandi mengatakan, rombongan awalnya menyewa kapal milik warga di Dermaga Pagedongan, Desa Sukajadi, Kecamatan Carita.
Rombongan tersebut kemudian berangkat menuju perairan Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB untuk melakukan peliputan.
“Berangkat pukul 14.00 WIB kemarin, rencana pulang-pergi dan sampai sekarang nggak ada info,” katanya.
Sumber: detiknews
BOGOR-WARTA BOGOR — Suasana khidmat dan penuh kebersamaan menyelimuti Aula Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor,…
JAKARTA - WARTA BOGOR— Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meraih skor kinerja tertinggi di antara…
BOGOR - WARTA BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama perusahaan ojek online (ojol) menyepakati…
BOGOR - WARTA BOGOR - Sekitar 450 ton sampah asal Kota Bogor tertahan di dalam…
BOGOR - WARTA BOGOR - KRL ditargetkan dapat melayani perjalanan hingga Stasiun Cigombong pada 2027.…
BOGOR - WARTA BOGOR - Polresta Bogor Kota akan menerapkan rekayasa lalu lintas di kawasan…