Bogor

Penjelasan BMKG terkait Kota Bogor Selalu Diguyur Hujan dalam Sepekan Terakhir, Ini Faktor Utamanya

BOGOR – WARTA BOGOR – Dalam Sepekan terakhir, hujan terus mengguyur Kota Bogor. Intensitas hujan yang turun pun bervariasi. Mulai dari intensitas ringan, sedang, hingga lebat.

Meski di waktu pagi-siang cuaca relatif panas, berbanding terbalik dengan kondisi di waktu siang-sore dan malam.

Tak hanya di Kota Bogor kondisi ini juga turut terjadi di wilayah Kabupaten Bogor.

Advertisement

Kepala Stasiun Klimatologi (Staklim) BMKG Jawa Barat, Rakhmat Prasetia menjelaskan fenomena ini tidak hanya disebabkan oleh aktivitas konveksi lokal yang cukup kuat di wilayah Kota Bogor, tetapi juga dipengaruhi dinamika atmosfer berskala lebih luas.

“Salah satu faktor utama adalah aktifnya gelombang Rossby Ekuatorial di wilayah Pulau Jawa, yang berkontribusi terhadap peningkatan pembentukan awan hujan,” ungkap Rakhmat dilansir dari Radar Bogor, Jumat (23/5/2025).

Selain itu, Rakhmat menyebutkan terdapat pola belokan angin dan pertemuan angin (konvergensi) di sekitar Jawa Barat, yang meningkatkan suplai uap air ke wilayah ini.

Advertisement

Kondisi ini diperparah dengan kondisi kelembapan udara yang masih tinggi mendukung pertumbuhan awan-awan hujan.

Kombinasi faktor-faktor ini secara signifikan memicu peningkatan intensitas hujan di wilayah Kota Bogor.

Dia mengatakan cuaca hujan dengan intensitas cukup tinggi ini masih akan berlangsung sepekan ke depan.

Advertisement

Diperkirakan intensitas hujan akan cenderung menurun menjadi ringan menjelang akhir pekan.

Walaupun ia menekankan bahwa kondisi atmosfer bersifat dinamis, sehingga perubahan cuaca bisa terjadi sewaktu-waktu.

“Sebetulnya secara klimatologis, Kota Bogor termasuk wilayah dengan pola hujan sepanjang tahun (baik saat musim hujan maupun kemarau), sehingga potensi hujan tetap ada setiap bulannya,” terang Rakhmat.

Advertisement

Dirinya mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk tetap waspada karena cuaca ekstrem bisa terjadi secara tiba-tiba karena kondisi atmosfer yang masih labil.

“Kondisi tersebut biasanya ditandai dengan kondisi panas pada pagi hingga siang hari yang cukup intens dapat memicu pertumbuhan awan konvektif, yang kemudian memunculkan hujan lokal pada sore hingga malam hari,” jelasnya.

Sumber: Radar Bogor

Advertisement
Share

Recent Posts

40 Ribu Rumah di Jabar Masuk Program Renovasi Nasional, Gubernur Dedi Tambah Bantuan Modal Usaha

JABAR - WARTA BOGOR - Program renovasi rumah tidak layak huni di Jawa Barat resmi…

19 hours ago

Bareskrim Gerebek Rumah Produksi Whip-Pink Ilegal, Omzet Capai Miliaran Per-Bulan

JAKARTA - WARTA BOGOR - Bareskrim Polri menggerebek rumah produksi gas nitrous oxide (N2O) merek…

19 hours ago
Advertisement

Trump Klaim “Buka Selat Hormuz”, Sebut Dilakukan untuk China dan Dunia

JAKARTA - WARTA BOGOR - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa dirinya telah “membuka…

21 hours ago

Wamen PU Resmikan Sistem Canggih Deteksi Banjir di Cileungsi Bogor

CILEUNGSI - WARTA BOGOR - Alat deteksi dini banjir berbasis teknologi resmi dioperasikan di aliran…

2 days ago

Kuasai Teknologi, Mahasiswa Polbangtan Kementan Operasikan Drone dalam Gerakan Tanam Serempak 10.000 Ha

TANAH LAUT-WARTA BOGOR  – Gerakan Tanam Serempak seluas 10.000 hektare yang dilaksanakan di 17 provinsi…

2 days ago

KPK Soroti Pengadaan Puluhan Ribu Motor Listrik oleh BGN

JAKARTA - WARTA BOGOR - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan memberikan perhatian terhadap pengadaan puluhan…

2 days ago