Oplus_131072
WARTA BOGOR – Sedikitnya tiga orang tewas dalam aksi penembakan di Islamic Center of San Diego pada Senin waktu setempat.
Dua pelaku remaja yang diduga melakukan serangan tersebut juga ditemukan tewas akibat luka tembak yang diduga dilakukan sendiri.
Kasus ini kini ditangani sebagai dugaan kejahatan kebencian dan melibatkan penyelidikan dari Federal Bureau of Investigation atau FBI.
Kepala Kepolisian San Diego, Scott Wahl, mengatakan dua remaja melepaskan tembakan di masjid sekitar pukul 11.40 waktu setempat.
Salah satu korban tewas merupakan petugas keamanan masjid yang disebut berperan penting mencegah jumlah korban lebih besar.
“Penjaga keamanan memainkan peran penting sehingga tragedi ini tidak menjadi jauh lebih buruk,” ujar Wahl.
Polisi menyebut sekitar 50 hingga 100 personel dari berbagai wilayah San Diego dikerahkan setelah menerima laporan penembak aktif. Aparat tiba di lokasi hanya dalam waktu empat menit sejak panggilan darurat diterima.
Rekaman televisi lokal memperlihatkan puluhan mobil patroli mengepung kawasan masjid, sementara petugas bersenjata lengkap melakukan pengamanan di sekitar kompleks dan atap bangunan.
Menurut polisi, kedua pelaku ditemukan tewas di dalam kendaraan yang berhenti di jalan dekat lokasi kejadian.
“Para penembak ditemukan tewas di dalam sebuah kendaraan yang berhenti di tengah jalan di dekatnya, tewas akibat luka tembak yang tampaknya dilakukan sendiri,” kata Wahl.
Polisi memastikan tidak ada tembakan yang dilepaskan aparat selama insiden berlangsung.
Kedua pelaku diketahui merupakan remaja laki-laki berusia 17 dan 18 tahun. Sebelum penembakan terjadi, ibu salah satu pelaku sempat melapor ke polisi mengenai anaknya yang pergi membawa senjata dan kendaraan miliknya bersama seorang teman sambil mengenakan pakaian kamuflase.
Petugas kemudian melakukan pencarian dan menempatkan patroli di sejumlah lokasi, termasuk pusat perbelanjaan dan sekolah menengah setempat, sebelum laporan penembakan di masjid masuk.
Sejumlah media Amerika Serikat melaporkan penyidik menemukan tulisan anti-Islam di dalam kendaraan para pelaku.
Namun hingga kini polisi belum secara resmi mengungkap motif serangan tersebut.
“Pasti ada retorika kebencian yang terlibat,” ujar Wahl.
Islamic Center of San Diego merupakan masjid terbesar di San Diego County dan juga menaungi Sekolah Al Rashid yang menyediakan pendidikan bahasa Arab, studi Islam, dan Al-Qur’an.
Direktur masjid sekaligus imam, Taha Hassane, mengatakan pihaknya selama ini aktif membangun hubungan antaragama dan kegiatan sosial masyarakat.
“Kami belum pernah mengalami tragedi seperti ini sebelumnya,” kata Hassane kepada wartawan.
“Sangat keterlaluan menargetkan tempatibadah,” tambahnya.
Sumber: SINDOnews
JAKARTA - WARTA BOGOR - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang terjadi…
JAKARTA - WARTA BOGOR - Global Sumud Nusantara mengonfirmasi dua wartawan Indonesia dari Republika, yakni…
BOGOR - WARTA BOGOR- Pemerintah pusat mulai mematangkan rencana pembangunan akademi olahraga dan sport center…
WARTA BOGOR - Perkembangan chatbot berbasis artificial intelligence (AI) membuat banyak aktivitas menjadi lebih mudah…
LAMPUNG - WARTA BOGOR - Seorang pria berinisial IM di Lampung diamankan aparat kepolisian setelah…
JAKARTA - WARTA BOGOR - Kementerian Agama Republik Indonesia resmi menetapkan 1 Dzulhijjah 1447 Hijriah…