Berita

Petani Milenial Polbangtan Kenalkan Teknologi IPATBO ke Petani Sawah Tadah Hujan

BOGOR-WARTABOGOR.id – Pandemi Covid-19 memberi dampak pada kegiatan perkuliahan di Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan PEPI. Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) Idha Widi Arsanti menginstruksikan semua aktivitas perkuliahan di kampus dilakukan dengan daring (online/e-learning) dan atau bentuk penugasan lainnya kepada mahasiswa. “Segera laporkan ke kami apabila ada hal-hal yang berkaitan dengan virus Corona, himbau kepada seluruh sivitas akademika untuk membiasakan hidup bersih,” tegasnya.

Instruksi Kapusdiktan ditindaklanjuti oleh Direktur Polbangtan Bogor Siswoyo dengan menerbitkan Surat Edaran No B-689/TU 020/I 7/03/20 tentang Kewaspadaan dan Pencegahan Penyebaran Infeksi COVID-19 di Lingkungan Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor.

“Perkuliahan teori dilakukan dengan memaksimalkan e-learning atau penugasan terstruktur, sedangkan praktik tidak dilakukansemenjak semester genap berjalan,” tuturnya. 

Advertisement

Merespon surat edaran tersebut, Tia Maulida Julia, mahasiswi Program Studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan terpaksa menghentikan aktivitas Tugas Akhirnya di Kecamatan Mande Cianjur. Ia pun pulang ke rumahnya di Desa Gobang Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor.

Desa Gobang yang merupakan salah satu desa yang berpotensi tanaman pangan terutama padi. Akan tetapi sekitar 90% lahan di Desa Gobang merupakan lahan tadah hujan, sehingga  petani selalu mengalami kekeringan karena adanya keterbatasan ketersediaan air, apalagi tidak ada saluran irigasi. “Inilah yang menyebabkan tingkat produktivitas pertanian lahan sawah tadah hujan juga secara umum rendah,” ungkap Tia.

Petani milenial ini pun mulai berpikir keras, mencari solusi atas permasalahan petani di desanya. Akhirnya ia temukan ide untuk mengenalkan teknologi IPATBO kepada petani agar lahan sawah tadah hujan dapat berproduksi secara optimal.

Advertisement

“IPATBO adalah kependekan dari Intensifikasi Padi Aerob Terkendali Berbasis Organik,” jelasnya.

IPATBO merupakan paket teknologi khusus untuk budidaya padi di lahan tadah hujan dengan menerapkan sistem produksi yang memanfaatan potensi biologis, manajemen air dan tanaman serta penggunaan bahan organik dalam pemupukannya untuk menghasilkan produktivitas yang tinggi dan peningkatan Indeks Pertanaman (IP) per tahun suatu lahan sehingga lahan sawah tadah hujan tersebut dapat berproduksi secara optimal.

Tia pun mendapat dukungan dari Penyuluh Desa Gobang, Dedi Satria. “Saya sangat terbantu dengan kehadiran Tia, dia benar-benar menerapkan ilmu pertaniannya yang pernah dipelajari selama di kampus,” ucapnya.

Advertisement

Hal senada juga diungkapkan oleh Ahmad Sarwan dan Maemunah anggota Kelompoktani Bina Sugih Desa Gobang Kecamatan Rumpin. Keduanya baru saja didatangi Tia saat bertani di lahan tadah hujannya. Sarwan sangat puas dengan penjelasan Tia. “Neng Tia sangat kreatif. Penjelasannya tentang IPATBO sangat rinci, apalagi sambil bagi-bagi leaflet ke kami. Jadi bisa kami bawa pulang untuk dibaca lagi,” ucapnya.

Maemunah berharap, teknologi IPATBO ini semoga berhasil diterapkan di sawah miliknya. “Kalau ini berhasil akan saya sebarkan ke teman-teman petani lainnya,” pungkasnya.

Dalam setiap kesempatan, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo selalu menegaskan bahwa sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang menjadi penopang perekonomian bangsa Indonesia, ditengah keresahan bangsa Indonesia dalam menghadapi pandemi wabah virus Covid-19. 

Advertisement

Menghadapi kondisi pandemi Covid-19, Mentan Syahrul melihat semakin banyak orang yang membutuhkan pertanian. “Pertanian yang dibutuhkan, adalah pertanian yang efektif, efisien dan transparan. Hal itu bisa dilakukan melalui petani milenial yang modern,” tutur Syahrul.

Pernyataan Mentan senada dengan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Prof. Dedi Nursyamsi. Dirinya menuturkan bahwa pertanian harus didukung kalangan milenial sebagai generasi muda.

“Mendukung upaya pemerintah melakukan regenerasi petani sekaligus melahirkan pengusaha muda pertanian yang berdampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat pertanian Indonesia,” tegasnya.

Advertisement

Pewarta : Arif Prastiyanto – Polbangtan Bogor

Share

Recent Posts

Operasi Patuh 2026 Digelar 26 Oktober–8 November, Ini Fokusnya

JAKARTA - WARTA BOGOR - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri akan menggelar Operasi Patuh 2026…

10 hours ago

Bahlil Ancam Setop Ekspor Gas ke Negara yang Tak Menghargai Indonesia

JAKARTA - WARTA BOGOR - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan…

1 day ago
Advertisement

ASN di Bogor Selatan Diduga Tipu Warga Bermodus Lolos CPNS, Korban Rugi hingga Rp70 Juta

BOGOR – WARTA BOGOR - Seorang aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di Kecamatan Bogor…

2 days ago

Pemkab Bogor Tangani 11 Ribu Rumah Tidak Layak Huni di 40 Kecamatan pada 2026

BOGOR - WARTA BOGOR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat untuk…

2 days ago

LAZ Ummul Quro Bogor Salurkan Rp100 Juta Modal Usaha untuk 20 UMKM, Sinergi Bersama KUA Ciseeng dan Gunung Sindur

BOGOR-WARTA BOGOR — LAZ Ummul Quro Bogor menyalurkan bantuan modal usaha senilai total Rp100 juta kepada 20 pelaku UMKM melalui…

3 days ago

Pendapatan Biskita Trans Pakuan Tembus Rp10 Miliar, Koridor Baru Disiapkan pada 2027

BOGOR – WARTA BOGOR - Pendapatan Biskita Trans Pakuan Kota Bogor mencapai Rp10,29 miliar selama…

3 days ago