Berita

Polbangtan Bogor Gelar Webinar Internasional Competitiveness and Sustainability of Horticulture Agribusiness in The New Normal

BOGOR-WARTABOGOR.id – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor mengadakan Webinar Internasional pada hari Rabu, 12 Agustus 2020 tentang Competitiveness and Sustainability of Horticulture Agribusiness in The New Normal. Webinar ini menghadirkan narasumber dari Belanda, Malaysia dan Indonesia. Selain itu, acara dibuka oleh Kepala Badan SDM Pertanian, Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M.Sc.

Menurut Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M.Sc, pembangunan hortikultura merupakan bagian dari upaya integrasi untuk membangun daya saing dan meningkatkan peran pertanian dalam percaturan perekonomian. Pembangunan hortikultura meliputi pembangunan produksi, rantai pasok dan kelembagaan tani sebagai kesatuan utuh dan terintergasi yang berkelanjutan. Pembangunan hortikultura berkembang seiring dengan dinamika konsumen, produsen dan pelaku rantai pasok yang membangun hortikultura menjadi sub sektor yang menjanjikan.

“Pertumbuhan hortikultura menjadi daya tarik bagi setiap pelaku usaha dan menjadi potensi ekonomi, sosial dan budaya yang dapat memberi pendapatan bagi masyarakat secara keseluruhan. Pembangunan hortikultura ditopang oleh petani yang memfungsikan perannya sebagai penyedia produk yang beragam untuk berbagai macam kebutuhan. Produksi petani dihasilkan melalui proses berjenjang dan berakhir pada konsumsi masyarakat. Sistem produksi hortikultura umumnya belum dapat mengoptimalkan potensi sumber daya yang tersedia. Proses produksi sedang berjalan ke arah peningkatan daya saing yang lebih baik dan berkelanjutan untuk membentuk keterkaitan (linkage) yang efektif,” ujarnya.

Advertisement

Peneliti senior dari Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, Kementerian Pertanian, Indonesia, Dr.Ir. Delima Azhari, MS membahas tentang tantangan dan peluang dalam sektor agribisnis. Dirinya mengungkapkan, melalui program pengembangan hortikulutura, diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan nilai tawar dengan cara meningkatkan promosi benih berkulitas, peningkatan kelembagaan tani, smart farming, pengembangan kluster komoditas hortikultura, manajemen pengolahan hasil pertanian, dan implementasi pengendalian hama.

Narasumber dari Universitas Putra Malaysia yaitu Assoc. Prof. Dr. Nolila Mohd Nawi, menyampaikan bahwa Industri hortikulutra harus sejalan dengan teknologi agar bisa tetap bersaing dan berkelanjutan, kemudian dalam jangka pendek perlu adopsi teknologi sangat diperlukan terutama pada saat pandemi Covid-19 dimana pembatasan sosial dilakukan. “Dalam jangka panjang, adopsi teknologi seperti pemasaran online dapat menignkatkan produktivitas pertanian, mengurangi ketergantungan tenaga kerja, dan menghubungkan petani secara langsung kepada pembeli,” jelasnya.

Webinar ini juga menghadirkan praktisi di bidang hortikultura dari Belanda yaitu Rens Knieriem (Rijkzwaan Business Manager Asia) menambahkan dampak Covid-19 sudah mempengaruhi penjualan namun secara perlahan mulai kembali normal seiring dengan perubahan fase adaptasi trhadap covid-19. Terkait kualitas hasil hortikultura, beberapa hal yang perlu diperhatikan mulai dari hulu sampai hilir antara lain adalah kualitas benih, teknik budidaya, faktor pemupukan, faktor cuaca, faktor hama dan penyakit, teknik pengairan, teknik pemanenan, dan penanganan pasca panen.

Advertisement

Dosen Agribisnis Hortikultura dari Polbangtan Bogor turut menjadi narasumber dalam webinar ini yaitu, Arifin Tasrif, Ph.D. Dirinya menyampaikan bahwa dalam menghadapi persaingan agribisnis yang semakin ketat, diperlukan peningkatan kerjasama teknis dalam penerapan NTM (Non Tariff Measure) antara negara untuk meningkatkan perdagangan hortikultura. kemudian melakukan kerjasama dengan mitra secara komprehensif untuk meningkatkan akses penjualan, menarik investasi, dan meningkatkan koordinasi antar kementerian dan lembaga untuk menigkatkan kuantitas, kualitas dan keberlanjutan produk hortikuluta baik domestik dan internasional.

Pewarta : Bayu Adirianto

Sumber : Polbangtan Bogor

Advertisement
Share

Recent Posts

Pemerintah Kaji Penggunaan CNG Tabung 3 Kg untuk Gantikan LPG Subsidi, Bakal Jadi yang Pertama di Dunia

JAKARTA - WARTA BOGOR - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral tengah mematangkan…

2 days ago

Polisi Selidiki Kasus Pencabulan di Ponpes Ciawi Bogor, Diduga Libatkan Lima Pelaku

BOGOR - WARTA BOGOR - Polisi masih menyelidiki kasus dugaan pencabulan yang terjadi di lingkungan…

2 days ago
Advertisement

Kerbau Albino Mirip Donald Trump Selamat dari Kurban, Kini Dirawat di Kebun Binatang

WARTA BOGOR - Seekor kerbau albino seberat 700 kilogram di Bangladesh mendadak viral karena memiliki…

2 days ago

Sapi Kurban Lepas Acak-Acak Minimarket di Leuwiliang Bogor

BOGOR - WARTA BOGOR - Seekor sapi kurban lepas dan masuk ke sebuah minimarket di…

3 days ago

Pakar Berikan Tips Menyimpan Daging Kurban Agar Tetap Aman, Berkualitas hingga Bebas Kontaminasi

WARTA BOGOR - Melimpahnya daging kurban saat Idul Adha menjadi berkah bagi masyarakat. Namun, penanganan…

3 days ago

Polri Kembangkan ETLE Face Recognition, Pelanggar Tak Bisa Lagi Sembunyikan Pelat Nomor

WARTA BOGOR - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri terus mengembangkan sistem tilang elektronik atau electronic…

5 days ago