Polbangtan Bogor Tuan Rumah Forum PERTETA, Perkuat Sinergi Teknologi Menuju Kedaulatan Pangan Nasional
BOGOR-WARTA BOGOR – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Teknologi Pertanian Indonesia dan pertemuan Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia (PERTETA) pada Jumat (19/12). Forum strategis ini menjadi ruang konsolidasi nasional dalam merespons tantangan pembangunan pertanian berbasis teknologi menuju Kedaulatan Pangan Nasional.
Kegiatan ini diprakarsai oleh Staf Khusus Menteri Pertanian, Sam Herodian, sebagai tindak lanjut atas arahan dan tantangan langsung dari Menteri Pertanian Republik Indonesia untuk mendukung penuh Visi Presiden RI di sektor pangan.
Forum tersebut dihadiri para Dekan Fakultas Teknologi Pertanian serta anggota PERTETA dari berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia, antara lain IPB University, Universitas Gadjah Mada, Universitas Brawijaya, Universitas Hasanuddin, Universitas Jember, Universitas Padjadjaran, Universitas Andalas, Universitas Udayana, Universitas Sam Ratulangi, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Syiah Kuala, Universitas Lampung, serta perwakilan BBPP Batangkaluku, Gowa.
Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi teknologi pertanian dan institusi vokasi merupakan kunci utama percepatan transformasi pertanian nasional. “Kedaulatan pangan tidak bisa dicapai dengan cara biasa. Kita membutuhkan inovasi teknologi, mekanisasi, dan SDM unggul. Perguruan tinggi dan PERTETA memiliki peran strategis dalam melahirkan solusi nyata bagi petani dan bangsa,” tegas Mentan Amran.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan industri alat dan mesin pertanian dalam negeri agar Indonesia tidak terus bergantung pada produk impor.
Dalam forum komunikasi ini, para peserta menyepakati sejumlah output strategis sebagai arah aksi ke depan. Salah satunya adalah penguatan peran PERTETA dalam pengembangan alat dan mesin pertanian (alsintan) melalui inovasi kolaboratif, pengembangan industri alsintan menuju manufaktur nasional, serta penerapan standar yang tepat untuk menekan masuknya produk impor.
Selain itu, forum juga mendorong hilirisasi produk perkebunan melalui pemanfaatan teknologi unggulan dari masing-masing universitas, serta penguatan mekanisasi dan digitalisasi pertanian, termasuk pemantauan Luas Tambah Tanam (LTT) secara real-time berbasis teknologi digital.
Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa sinergi antara perguruan tinggi teknologi pertanian dan Polbangtan sebagai institusi vokasi sangat penting dalam mencetak SDM pertanian masa depan. “Kolaborasi ini akan memperkuat link and match antara inovasi teknologi, pendidikan vokasi, dan kebutuhan riil di lapangan. Polbangtan Bogor menjadi simpul strategis dalam menyiapkan SDM pertanian yang melek teknologi dan siap menghadapi tantangan global,” ujar Idha.
Dengan terselenggaranya forum ini di Polbangtan Bogor, diharapkan terbentuk road map kolaborasi nasional yang solid antara institusi pendidikan vokasi dan teknologi pertanian. Sinergi tersebut diyakini akan menjadi mesin penggerak utama transformasi pertanian, sekaligus memperkuat langkah Indonesia menuju lumbung pangan dunia.(wsd)
CILEUNGSI - WARTA BOGOR - Alat deteksi dini banjir berbasis teknologi resmi dioperasikan di aliran…
TANAH LAUT-WARTA BOGOR – Gerakan Tanam Serempak seluas 10.000 hektare yang dilaksanakan di 17 provinsi…
JAKARTA - WARTA BOGOR - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan memberikan perhatian terhadap pengadaan puluhan…
KABUPATEN BOGOR - BOGOR - Kabar adanya dugaan praktik jual beli jabatan mencuat di lingkungan…
BOGOR - WARTA BOGOR - Pemerintah Kota Bogor menyiapkan anggaran sekitar Rp51 miliar untuk melanjutkan…
JAKARTA - WARTA BOGOR - Viral di media sosial percakapan bernada pelecehan seks di grup…