Nasional

Biaya Haji 2026 Turun, Komitmen Pemerintah Ringankan Beban Jemaah

JAKARTA – WARTA BOGOR – Presiden RI, Prabowo Subianto, memutuskan untuk menurunkan biaya haji tahun 2026 meskipun terjadi kenaikan harga avtur yang signifikan. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam meringankan beban masyarakat.

“Yang sudah kita putuskan adalah, yang boleh saya umumkan sekarang adalah pelaksanaan haji tahun 2026 ini, kecuali pemerintah Arab Saudi menentukan lain kalau kita laksanakan, kita pastikan bahwa biaya haji tahun 2026 kita turunkan harganya sekitar Rp 2 juta,” ujar Prabowo, dalam taklimat di Istana, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Ia menegaskan bahwa kenaikan harga avtur tidak menjadi penghalang bagi pemerintah untuk menurunkan biaya haji.

Advertisement

“Walaupun harga avtur naik, tapi kita berani turunkan harga haji untuk tahun ini. Demikian komitmen pemerintah ini untuk melindungi rakyat paling bawah,” ujar Prabowo.

Sebelumnya, Komisi VIII DPR bersama pemerintah telah menyepakati Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2026 sebesar Rp87.409.365,45. Dari jumlah tersebut, biaya yang harus ditanggung oleh calon jemaah haji ditetapkan sebesar Rp54.193.806,58.

Ketua Panitia Kerja (Panja) Haji, Abdul Wachid, menjelaskan bahwa angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Advertisement

“(BPIH) Rp 87.409.366. Jadi ini turun dari Rp 1 juta dari pengajuan kementerian, turun sebesar Rp 2.893.000 dibandingkan dengan BPIH 1446 atau 2025 Masehi yaitu sebesar Rp 89.410.268,79, ujarnya dalam rapat bersama pemerintah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Sementara itu, Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan, menyampaikan bahwa Presiden menginginkan biaya haji dapat terus ditekan setiap tahunnya.

“Presiden Prabowo mengatakan kita (Pemerintah) akan upayakan tiap tahun turun terus biayanya. Ini akan membuat kita semakin pusing memikirkannya,” tutur Irfan dalam agenda pembukaan Rakernas Konsolidasi Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi di Asrama Haji Tangerang, Rabu (8/4/2026).

Advertisement

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa penurunan biaya tidak boleh mengorbankan kualitas pelayanan bagi jemaah.

Menurutnya, seluruh petugas haji harus bekerja dengan standar terbaik karena setiap kesalahan dapat berdampak besar terhadap kenyamanan dan keselamatan jemaah.

“Penekanan bahwa pelayanan kepada jemaah adalah amanah, bukan sekadar tugas administratif. Kesalahan kecil pun akan berdampak sangat besar bagi kenyamanan dan keselamatan jemaah,” tutur Gus Irfan.

Advertisement

 

 

 

Advertisement

 

 

 

Advertisement

Sumber: Kompas

 

Advertisement
Share

Recent Posts

Polbangtan Kementan Dorong Kepemimpinan Muda untuk Kawal Kebijakan Pangan Nasional

BOGOR-WARTA BOGOR – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor terus memperkuat peran generasi muda dalam mendukung…

2 days ago

Polbangtan Kementan Jajaki Teknologi Drone Pertanian Korea Selatan, Perkuat Wawasan SDM Pertanian Menuju Pertanian Modern

SERPONG-WARTA BOGOR – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong pengembangan pertanian modern melalui pengenalan teknologi dan…

2 days ago
Advertisement

Evaluasi K-Smart Farm, Polbangtan Kementan Perkuat Keberlanjutan Smart Farming Indonesia

BOGOR-WARTA BOGOR – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor bersama tim kerja sama dari Korea Selatan…

2 days ago

IHSG Anjlok 11,16%, Rencana MSCI Picu Kekhawatiran Investor

WARTA BOGOR - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan setelah perdagangan dilanjutkan seusai penghentian…

2 days ago

Wajib Sertifikasi Halal Mulai 18 Oktober 2026, Kesiapan UMKM dan Industri Kosmetik Jadi Sorotan

JAKARTA - WARTA BOGOR - Kewajiban sertifikasi halal yang dijadwalkan mulai berlaku pada 18 Oktober…

3 days ago

Pemkot Bogor Mulai Siapkan Anggaran Biskita Trans Pakuan 2027

BOGOR - WARTA BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mulai membahas anggaran operasional Biskita Trans…

3 days ago