Presiden Jokowi Pamer Kualitas Beras Bantuan saat Kunjungan ke Kalteng, Plus Curhat Masalah Pangan yang Dihadapinya

PALANGKARAYA – WARTA BOGOR – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memastikan penyaluran bantuan pangan beras 10 kg akan dilanjutkan dengan menggunakan beras kualitas premium. Pemberian bantuan beras akan dilakukan pada bulan Agustus mendatang.

“Ini berasnya yang terima ada yang kuning-kuning, hitam-hitam gitu? Bagus-bagus ya? karena yang dikirimkan ke bapak itu semuanya adalah beras-beras premium. Benar gak?,” ucap Jokowi saat melakukan pengecekan Gudang Bulog di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Rabu (26/6/2024).

“Kalau ada berasnya hitam, sampaikan ke saya sekarang! nggak ada? Kalau dulu-dulu kan gitu berasnya hitam, berasnya sudah kuning-kuning, sekarang gak ada ya?” lanjut Jokowi.

Jokowi menjelaskan hal ini merupakan berkat perbaikan manajemen pengelolaan yang ada dalam Perum Bulog.

Dalam kesempatan itu juga, Jokowi memperkenalkan menteri dan kepala lembaga yang turut mendampinginya, diantaranya Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Kepalan Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi, hingga Dirut Bulog Bayu Krisnamurthi.

“Kalau produksi beras turun artinya harga pasti akan? Karena suplainya sedikit. Nah ini urusan Menteri Pertanian, jadi bu, kalau mau tahu urusan pertanian ini pak menteri pertanian,” kata Jokowi.

Tak hanya itu, Jokowi sempat curhat mengenai sulitnya mengurus urusan pangan ini. Pasalnya jika harga beras turun maka dirinya akan mendapat protes dari kalangan petani Sedangkan jika harga beras mahal ia akan mendapat protes dari para ibu rumah tangga.

“Nah itu, ini bertolak belakang ibu-ibu gak seneng kalau beras naik. Tapi kalau beras kita teken untuk turun petaninya yang nanti kalau saya ke sawah dengan Pak Amran, “pak berasnya harganya turun”, “gabahnya turun”. bener gak? Itulah sulitnya pemerintah,” ungkap Jokowi.

 

 

Sumber: CNBC Indonesia