Nasional

Rupiah Tembus Rp17.300 per Dolar AS, Terlemah Sepanjang Sejarah

JAKARTA – WARTA BOGOR – Nilai tukar Rupiah mengalami pelemahan signifikan hingga menyentuh level Rp17.300 per dolar Amerika Serikat pada perdagangan Kamis (23/4/2026) pagi. Posisi ini menjadi yang terendah sepanjang sejarah.

Nilai rupiah melemah sekitar 0,74 persen dibanding posisi penutupan sehari sebelumnya di level Rp17.181 per dolar AS.

Pelemahan ini membuat rupiah menjadi mata uang dengan koreksi terdalam di kawasan Asia pada perdagangan pagi ini, sekaligus mencatat posisi terlemah sepanjang sejarah terhadap mata uang Amerika Serikat.

Advertisement

Tekanan terhadap rupiah juga terjadi di tengah mayoritas mata uang Asia yang bergerak di zona merah. Namun, depresiasi rupiah tercatat paling dalam dibanding mata uang regional lainnya.

Di tengah tekanan regional tersebut, Hong Kong dollar menjadi satu-satunya mata uang Asia yang bergerak menguat, meski kenaikannya hanya sekitar 0,02 persen.

Pergerakan ini menempatkan rupiah sebagai mata uang dengan performa terburuk di Asia pada sesi perdagangan pagi, sekaligus menambah sorotan terhadap tekanan yang tengah dihadapi pasar keuangan domestik.

Advertisement

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai tekanan terhadap nilai tukar Rupiah tidak lepas dari dinamika global yang sedang bergejolak.

Airlangga menyebut pelemahan rupiah saat ini lebih banyak dipengaruhi faktor eksternal, sehingga pemerintah memilih terus mencermati perkembangan pasar sebelum mengambil langkah lanjutan

“Ya, kan, itu lihat gejolak, gejolak global juga (jadi pengaruh utama). Jadi, ya, kita monitor saja,” kata Airlangga ditemui di kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Kamis (23/4/2026).

Advertisement

Ia menegaskan pemerintah bersama otoritas terkait terus memantau pergerakan kurs, terutama karena asumsi nilai tukar dalam RAPBN 2026 dipatok di level Rp16.500 per dolar AS.

Menurutnya, fluktuasi kurs tidak bisa direspons secara tergesa-gesa dari hari ke hari, karena pengelolaan stabilitas moneter membutuhkan pendekatan terukur.

“Kita monitor saja, karena ini kan gak bisa kita setiap hari reaktif. Kita monitor saja, dan itu BI (Bank Indonesia) tugasnya menjaga,” ujarnya.

Advertisement

Airlangga menambahkan peran Bank Indonesia tetap menjadi kunci dalam menjaga kestabilan nilai tukar di tengah tekanan pasar keuangan global.

 

 

Advertisement

 

 

 

Advertisement

Sumber: tvonenews

Share

Recent Posts

JP Morgan mencatat Indonesia Tempati Peringkat ke-2 Negara Paling Tahan Krisis Energi di Dunia

WARTA BOGOR - Indonesia mencatat capaian penting di tengah ketidakpastian energi global. Dalam laporan terbaru…

24 minutes ago

Pemukim Israel Serbu Masjid Al-Aqsa, Kibarkan Bendera Picu Kecaman Dunia

WARTA BOGOR - Sejumlah pemukim Israel dilaporkan memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem sambil membawa…

3 hours ago
Advertisement

Jadi Saksi Pernikahan di KUA Depok, Gubernur Dedi Dorong Nikah Sederhana demi Hindari Beban Utang

DEPOK - WARTA BOGOR - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mendorong masyarakat untuk menyelenggarakan pernikahan…

23 hours ago

Inovasi Mahasiswa Polbangtan Kementan: Limbah Batang Pisang Disulap Jadi Pakan Berkualitas, Bobot Kelinci Melonjak

SUKABUMI-WARTA BOGOR– Terobosan sederhana namun berdampak besar lahir dari tangan mahasiswa vokasi. Limbah batang pisang…

1 day ago

Hari Pertama UTBK 2026 Diwarnai Kecurangan, Panitia Temukan Joki hingga Headset

JAKARTA - WARTA BOGOR - Pelaksanaan hari pertama Ujian Tulis Berbasis Komputer 2026 diwarnai sejumlah…

1 day ago

Ubah Sikap! Trump Setuju Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran Tanpa Batas Waktu

JAKARTA - WARTA BOGOR - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memutuskan untuk memperpanjang gencatan senjata…

1 day ago