BOGOR-WARTABOGOR.id – Kementerian Pertanian (Kementan) memiliki komitmen serius dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang profesional, berdaya saing, dan berwirausaha, sebagai basis regenerasi petani.
Melalui beasiswa pendidikan program Diploma, Kementan menyelenggarakan pendidikan pertanian di tujuh Politeknik dibawah koordinasi Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Pertanian (BPPSDMP), salah satunya Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor.
Dalam satu kesempatan, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo pernah berpesan kepada Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) se Indonesia untuk memiliki agenda intelektual pertanian yang baik, juga memahami tentang industri pertanian 4.0 dengan meningkatkan kualitas kekuatan yang ada untuk memenuhi tantangan era sesuai kebutuhan.
Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi dalam berbagai kesempatan juga menegaskan output dan tujuan dari program pendidikan ini adalah menciptakan job seeker dan job creator, yaitu membentuk wirausahawan muda pertanian dan SDM yang siap bekerja di dunia usaha serta industri pertanian.
Pendaftaran Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Polbangtan Bogor Tahun 2020 Jalur Umum tanggal 30 April nanti akan ditutup. Animo pendaftar sangat luar biasa, per hari ini (27/04) jumlah pendaftar telah mencapai 1.664 orang. Hasil seleksi administrasi akan diumumkan pada tanggal 14 Mei 2020.
Polbangtan Bogor sendiri memiliki 5 program studi (DIV dan DIII) yang menjadi andalan. Mulai dari Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan (PPB), Penyuluhan Peternakan dan Kesehatan Hewan (PPKH), Agribisnis Hortikultura (AGH) yang merupakan prodi DIV, kemudian prodi Teknologi Mekanisasi Pertanian (TMP) dan Kesehatan Hewan(Keswan) yang merupakan prodi DIII.
Selama masa pendaftaran hingga April ini, sebagian besar pendaftar memilih program studi (prodi) Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan (PPB) dari 5 prodi yang dimiliki Polbangtan Bogor. “Keragaan dominasi prodi ini juga serupa dengan tahun sebelumnya (2019). Sebagian besar memilih program studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan (PPB), Penyuluhan Peternakan dan Kesehatan Hewan (PPKH) dan Agribisnis Hortikultura (AGH),” beber Kepala Subbagian Kemahasiswaan Polbangtan Bogor, Usep Rizab.
Pendaftar di Polbangtan Bogor pun didominasi oleh peserta dari Jawa Barat dan Sumatera yang memang merupakan sentra produksi pertanian. “Ini menandakan dunia penyuluhan masih dianggap prospektif oleh generasi milenial,” tuturnya.
Direktur Polbangtan Bogor, Siswoyo menuturkan bahwa prodi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan yang sekarang diusung oleh Polbangtan Bogor, berbeda dengan prodi Penyuluhan Pertanian saat Polbangtan Bogor masih berstatus Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP).
“Pembelajaran di Polbangtan Bogor dilakukan dengan pendekatan Teaching factory (TEFA). Teaching factory merupakan model pembelajaran dalam suasana sesungguhnya (tempat kerja) untuk menumbuhkan kemampuan kewirausahaan peserta didik yang dibutuhkan oleh Dunia Usaha dan Dunia Industri untuk menghasilkan produk yang sesuai tuntutan pasar,” jelasnya.
Pewarta : Arif Prastiyanto
Editor : Ar
JABAR - WARTA BOGOR - Program renovasi rumah tidak layak huni di Jawa Barat resmi…
JAKARTA - WARTA BOGOR - Bareskrim Polri menggerebek rumah produksi gas nitrous oxide (N2O) merek…
JAKARTA - WARTA BOGOR - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa dirinya telah “membuka…
CILEUNGSI - WARTA BOGOR - Alat deteksi dini banjir berbasis teknologi resmi dioperasikan di aliran…
TANAH LAUT-WARTA BOGOR – Gerakan Tanam Serempak seluas 10.000 hektare yang dilaksanakan di 17 provinsi…
JAKARTA - WARTA BOGOR - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan memberikan perhatian terhadap pengadaan puluhan…