Umum

Setahun Jadi Menkeu, Ini 5 Isu yang Mewarnai Perjalanan Purbaya Yudhi Sadewa

WARTA BOGOR – Purbaya Yudhi Sadewa mengakhiri masa jabatannya sebagai Menteri Keuangan setelah sekitar satu tahun memimpin Kementerian Keuangan.

Purbaya dilantik pada 8 September 2025 untuk menggantikan Sri Mulyani Indrawati. Namun, masa jabatannya berakhir setelah Presiden Prabowo Subianto menunjuk Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan yang baru pada Senin (14/9/2026).

Selama menjabat sebagai Bendahara Negara, sejumlah kebijakan dan pernyataan Purbaya menjadi perhatian publik. Berikut lima isu yang mewarnai perjalanan Purbaya selama menjabat Menteri Keuangan:

Advertisement

1. Pernyataan soal Gerakan 17+8

Tak lama setelah dilantik sebagai Menteri Keuangan, Purbaya menjadi sorotan karena pernyataannya mengenai Gerakan 17+8 Tuntutan Rakyat.

Purbaya menyebut tuntutan tersebut hanya disuarakan oleh sebagian kecil masyarakat. Ia juga menilai tuntutan tersebut dapat mereda apabila pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu mencapai kisaran 7-8 persen.

Advertisement

Pernyataan itu kemudian menuai kritik karena dinilai kurang tepat dalam merespons tuntutan masyarakat. Purbaya selanjutnya menyampaikan permintaan maaf dan mengakui perlu lebih berhati-hati dalam berkomunikasi sebagai pejabat publik.

2. Penempatan Dana Jumbo di Himbara

Purbaya juga membuat kebijakan dengan menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Advertisement

Kebijakan tersebut ditujukan untuk meningkatkan likuiditas perbankan dan mendorong penyaluran kredit ke sektor produktif.

Penempatan dana dalam jumlah besar itu menjadi perhatian publik. Purbaya juga meminta bank penerima dana pemerintah tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi.

3. Gaya Komunikasi yang Blak-blakan

Advertisement

Gaya komunikasi Purbaya yang ceplas-ceplos juga beberapa kali menjadi sorotan sejak dirinya menjabat Menteri Keuangan.

Ia dikenal menyampaikan pandangan mengenai berbagai persoalan ekonomi dengan gaya yang lebih terbuka dan langsung. Gaya tersebut berbeda dengan karakter Sri Mulyani yang selama menjabat Menteri Keuangan dikenal lebih formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.

Purbaya sendiri sempat menggambarkan gaya komunikasinya seperti “koboi”. Ia juga mengakui perlu beradaptasi dengan karakter dan tuntutan jabatan barunya sebagai Menteri Keuangan.

Advertisement

4. Pengambilalihan Utang Proyek Whoosh

Persoalan utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh turut menjadi isu yang menempatkan Purbaya dalam sorotan.

Pemerintah berencana mengalihkan kepemilikan pengendali proyek tersebut dari konsorsium yang dipimpin PT Kereta Api Indonesia (KAI) kepada entitas pemerintah.

Advertisement

Pengalihan 60 persen saham tersebut juga berkaitan dengan tanggung jawab atas utang proyek.

Total pinjaman proyek Whoosh kepada China Development Bank disebut mencapai sekitar US$4,5 miliar. Pemerintah sebelumnya telah melakukan restrukturisasi pinjaman sehingga tenor pembayaran diperpanjang menjadi 80 tahun.

Rencana tersebut kemudian memunculkan pertanyaan mengenai pihak yang akan menanggung beban utang proyek serta implikasinya terhadap keuangan negara.

Advertisement

5. Polemik Setoran Rp120 Triliun dari Danantara

Menjelang akhir masa jabatannya, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyampaikan pernyataan mengenai rencana Danantara menyetorkan Rp120 triliun kepada pemerintah.

Pernyataan tersebut kemudian menimbulkan polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.

Advertisement

Persoalan dana Rp120 triliun menjadi salah satu isu yang mencuat menjelang pergantian Menteri Keuangan.

Pergantian Purbaya sebagai Menteri Keuangan berlangsung di tengah perhatian investor terhadap arah kebijakan ekonomi dan fiskal Indonesia, termasuk berbagai isu yang muncul selama masa kepemimpinannya di Kementerian Keuangan.

 

Advertisement

 

 

 

Advertisement

 

 

 

Advertisement

 

 

Sumber: CNN Indonesia

Advertisement

 

Share

Recent Posts

KPK OTT di Lingkungan ATR/BPN Bogor, 17 Orang Diamankan dan Uang Ratusan Miliar Disita

BOGOR - WARTA BOGOR - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di…

3 hours ago

Anak Purbaya Ungkap Kondisi Sang Ayah Usai Dicopot dari Menkeu

JAKARTA - WARTA BOGOR - Yudo Achilles Sadewa, putra Purbaya Yudhi Sadewa, angkat bicara setelah…

4 hours ago
Advertisement

Progres Pembangunan GOR Pajajaran Capai 35 Persen, Ditargetkan Digunakan untuk Porprov Jabar

BOGOR - WARTA BOGOR - Pembangunan lanjutan kawasan GOR Pajajaran, Kota Bogor, terus berjalan. Hingga…

19 hours ago

Mobil Listrik Bisa Bikin Mabuk Perjalanan Lebih Parah, Ini Sebabnya

WARTA BOGOR - Mobil listrik atau electric vehicle (EV) sempat dianggap dapat menjadi pilihan yang…

23 hours ago

Pemkot Bogor Lanjutkan Revitalisasi Terminal Bubulak Tahun Ini

BOGOR - WARTA BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kembali melanjutkan pembangunan dan revitalisasi Terminal…

1 day ago

KLH Segel 50 Perusahaan Terkait Karhutla, Luas Lahan Terbakar Capai 27 ribu Hektare

JAKARTA - WARTA BOGOR - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengambil tindakan tegas terhadap sejumlah badan…

1 day ago