Umum

Surat Pilu Bocah SD di NTT: Kecewa Tak Dibeli Buku, Pilih Akhiri Hidup

NTT – WARTA BOGOR – Seorang siswa kelas IV sekolah dasar (SD) berinisial YBR (10) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi gantung diri di sebuah pohon cengkih di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Polisi menemukan sepucuk surat tulisan tangan milik korban saat proses evakuasi.

Surat tersebut ditulis menggunakan bahasa daerah Bajawa. Isinya mengungkapkan kekecewaan korban kepada sang ibu yang disebut “pelit”, serta pesan perpisahan agar ibunya tidak menangis dan tidak mencarinya.

Penyebab peristiwa tragis ini diduga dipicu kekecewaan korban karena tidak dibelikan buku tulis dan pulpen untuk keperluan sekolah.

Advertisement

Kepala Desa Naruwolo, Dion Roa, menjelaskan bahwa pada malam sebelum kejadian, YBR meminta uang kepada ibunya untuk membeli perlengkapan sekolah.

Namun, permintaan tersebut tidak dapat dipenuhi lantaran keterbatasan ekonomi keluarga.

“Menurut pengakuan ibunya, permintaan itu disampaikan korban sebelum meninggal,” kata Dion Roa, Selasa (3/2/2026).

Advertisement

Dion menjelaskan, YBR sehari-hari tinggal bersama neneknya. Sementara rumah ibu kandungnya berada di desa lain. Pada malam sebelum kejadian, korban menginap di rumah ibunya untuk menyampaikan permintaan tersebut.

Kondisi ekonomi keluarga korban diketahui memprihatinkan. Sang ibu harus menanggung kebutuhan lima orang anak seorang diri, setelah berpisah dengan suaminya sekitar 10 tahun lalu.

“Hidupnya memang susah,” ujar Dion.

Advertisement

Berikut isi surat yang ditinggalkan korban kepada ibunya:

Kertas Tii Mama Reti (Surat untuk Mama Reti)

Mama Galo Zee (Mama pelit sekali)

Advertisement

Mama molo ja’o galo mata mae rita ee mama (Mama baik sudah, kalau saya meninggal mama jangan menangis)

Mama ja’o galo mata mae woe rita ne’e gae ngao ee (Mama kalau saya meninggal, jangan menangis dan jangan cari saya)

Molo Mama (Selamat tinggal Mama)

Advertisement

Respons Menteri Sosial

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan duka dan keprihatinan mendalam atas peristiwa tersebut. Ia menilai kejadian ini harus menjadi perhatian bersama, khususnya terkait pendampingan keluarga tidak mampu.

“Tentu kita prihatin dan turut berduka. Ini harus menjadi atensi kita bersama,” kata Gus Ipul di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Advertisement

Gus Ipul menekankan pentingnya penguatan pendataan dan pendampingan sosial agar keluarga rentan tidak luput dari perlindungan pemerintah.

“Kita harus memperkuat pendampingan dan data, supaya tidak ada keluarga yang seharusnya mendapat perlindungan tetapi tidak terjangkau,” tuturnya.

 

Advertisement

 

 

 

Advertisement

 

Sumber: detiknews

Advertisement
Share

Recent Posts

Dishub Kota Bogor Gencarkan Penertiban Angkot Tua, Sudah Tilang 313 Armada

BOGOR - WARTA BOGOR - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor terus menggencarkan penertiban angkutan kota…

5 hours ago

Lahan Eks Pasar Bogor Difungsikan Jadi Area Parkir Sementara

BOGOR - WARTA BOGOR - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Pakuan Jaya (PPJ) mulai memanfaatkan…

6 hours ago
Advertisement

Matahari Tepat di Atas Ka’bah pada 15-17 Juli 2026, Momen Terbaik Kalibrasi Arah Kiblat

JAKARTA - WARTA BOGOR - Fenomena Matahari tepat berada di atas Ka'bah akan kembali terjadi…

14 hours ago

Kemarau Bikin TMA Katulampa Susut Jadi 10 Cm, Waspada Kekeringan Mulai Meningkat

BOGOR - WARTA BOGOR - Musim kemarau yang mulai melanda wilayah Bogor menyebabkan Tinggi Muka…

16 hours ago

Mulai Tahun Ajaran 2026, Dedie Rachim Minta Setiap Siswa Baru Tanam Satu Pohon

BOGOR - WARTA BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berencana menerapkan program penanaman pohon bagi…

2 days ago

Syarat & Cara Ajukan Bantuan Pemerintah 2026 untuk Warga Tidak Mampu

BOGOR-WARTA BOGOR-Bantuan sosial pemerintah ditujukan bagi warga miskin/rentan miskin agar kebutuhan dasar terpenuhi. Kuncinya: terdaftar…

2 days ago