Pendidikan

Teliti Kelenjar Racun Ular Picung, Yasmin Nadhiva Jadi Lulusan Terbaik Program Magister IPB, Raih IPK 4,00

BOGOR-WARTA BOGOR-Ketertarikan pada detail anatomi satwa membawa Yasmin Nadhiva Narindria meraih predikat sebagai lulusan terbaik Program Magister IPB University saat wisuda Desember 2025 lalu. Menempuh studi di Program Studi Ilmu Biomedis Hewan, Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University, Yasmin berhasil lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 4,00.

Prestasi tersebut diraih melalui penelitian tesis mengenai struktur kelenjar nuchalis (kelenjar racun) pada ular picung (Rhabdophis subminiatus), spesies ular endemik Indonesia yang masih menyimpan banyak celah pengetahuan ilmiah. Dalam penelitiannya, Yasmin mengkaji kelenjar nuchalis yang berfungsi menghasilkan racun (toxin).

Ia menjelaskan bahwa racun dan bisa pada ular merupakan dua substansi yang berbeda. “Racun umumnya digunakan sebagai mekanisme pertahanan pasif terhadap predator, sedangkan bisa (venom) digunakan untuk melumpuhkan mangsa dan disalurkan melalui taring atau gigi,” jelasnya. Ia menambahkan, “Ular picung dikenal berbisa, tetapi selain memiliki kelenjar bisa, spesies ini juga memiliki kelenjar racun yang masih belum banyak diketahui.” Jelas Yasmin.

Advertisement

Ular picung merupakan satwa endemik Indonesia yang tersebar di Pulau Jawa, beberapa wilayah Sumatra, dan Sulawesi. Sampel penelitian Yasmin diambil dari wilayah Jawa Barat, yakni Bogor dan Bandung, dengan habitat alami di sekitar sungai atau area lembap dekat perairan. Hingga saat ini, populasi ular picung masih tergolong melimpah dan berstatus Least Concern atau tidak terancam punah.

Yasmin menyatakan bahwa penelitian terkait racun ular picung masih sangat terbuka untuk dikembangkan karena minimnya informasi, baik di kalangan masyarakat umum maupun peneliti. “Semoga hasil penelitian ini bisa memperkaya pengetahuan tentang biologi ular picung serta membuka peluang pemanfaatan racun sebagai bahan biologis, seperti pengembangan antitoksin atau antiserum,” ujarnya.

Baginya, kesempatan menempuh studi pascasarjana di IPB University merupakan pengalaman akademik yang berharga. Selama studi, ia menempuh peminatan Ilmu Faal dan Khasiat Obat, sub-peminatan Anatomi, Histologi, dan Embriologi, berangkat dari ketertarikannya pada bidang anatomi veteriner sejak menempuh pendidikan S1 Kedokteran Hewan di IPB University.

Advertisement

“Ilmu anatomi mengajarkan bahwa setiap struktur tubuh makhluk hidup memiliki peran penting dalam menunjang kehidupan. Masih banyak struktur anatomi satwa yang belum dieksplorasi, dan itu mendorong saya untuk terus meneliti,” tambahnya.

Sumber: ipb.ac.id

Advertisement
Share

Recent Posts

Viral Anak Terjatuh ke Area Kandang Gajah Ragunan, Pengelola Sebut Ada Indikasi Pembuatan Konten

JAKARTA - WARTA BOGOR - Sebuah video yang memperlihatkan seorang anak mengenakan pakaian merah terjatuh…

6 hours ago

Festival Tangguh Bencana Bogor Utara 2026, Hadirkan Mitigasi Bencana hingga Pelatihan Kerja

BOGOR - WARTA BOGOR - Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, membuka Festival Kecamatan Tangguh…

8 hours ago
Advertisement

Fenomena Blue Moon Hiasi Langit Indonesia Hari Ini, Simak Fakta dan Waktu Puncaknya

JAKARTA - WARTA BOGOR - Fenomena langka Blue Moon atau bulan biru akan menghiasi langit…

9 hours ago

Pemerintah Kaji Penggunaan CNG Tabung 3 Kg untuk Gantikan LPG Subsidi, Bakal Jadi yang Pertama di Dunia

JAKARTA - WARTA BOGOR - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral tengah mematangkan…

2 days ago

Polisi Selidiki Kasus Pencabulan di Ponpes Ciawi Bogor, Diduga Libatkan Lima Pelaku

BOGOR - WARTA BOGOR - Polisi masih menyelidiki kasus dugaan pencabulan yang terjadi di lingkungan…

3 days ago

Kerbau Albino Mirip Donald Trump Selamat dari Kurban, Kini Dirawat di Kebun Binatang

WARTA BOGOR - Seekor kerbau albino seberat 700 kilogram di Bangladesh mendadak viral karena memiliki…

3 days ago