Ubah Sikap! Trump Setuju Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran Tanpa Batas Waktu

JAKARTA – WARTA BOGOR – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memutuskan untuk memperpanjang gencatan senjata dengan Iran tanpa batas waktu. Keputusan ini diambil hanya beberapa jam sebelum masa gencatan senjata sebelumnya berakhir, guna memberi ruang bagi kelanjutan proses diplomasi.

Dalam pernyataannya di media sosial, Trump menyebut langkah tersebut diambil setelah adanya permintaan dari Pakistan yang berperan sebagai mediator dalam perundingan antara kedua pihak.

“Saya telah menyetujui permintaan Pakistan ‘untuk menahan serangan kami terhadap negara Iran sampai para pemimpin dan perwakilan mereka dapat menyusun sebuah proposal yang terpadu,'” ujar Trump, Selasa (21/4/2026), sebagaimana dilaporkan Reuters.

Ia menambahkan bahwa gencatan senjata yang telah berlangsung selama dua pekan akan terus diperpanjang hingga Iran menyerahkan proposal resmi dan proses pembicaraan selesai, “dengan satu atau lain cara.”

Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menyampaikan apresiasi atas keputusan tersebut. Ia berharap kedua pihak dapat terus mematuhi gencatan senjata dan mencapai kesepakatan damai yang komprehensif.

“Saya sangat berharap kedua belah pihak akan terus mematuhi gencatan senjata dan dapat menyimpulkan ‘Kesepakatan Perdamaian’ yang komprehensif selama putaran kedua pembicaraan yang dijadwalkan di Islamabad untuk mengakhiri konflik secara permanen,” ujar Sharif.

Keputusan ini menjadi perkembangan terbaru dalam konflik yang telah menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar serta berdampak pada perekonomian global.

Langkah Trump juga dinilai sebagai perubahan sikap, mengingat sebelumnya ia sempat melontarkan ancaman terhadap infrastruktur sipil Iran.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, António Guterres, menegaskan bahwa hukum humaniter internasional melarang serangan terhadap target sipil.

Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pihak Iran maupun Israel terkait keputusan perpanjangan gencatan senjata tersebut.

 

 

 

 

 

 

Sumber: CNBC Indonesia