Berita

Update Korban Bencana Alam di Sukabumi, 10 Orang Meninggal & 2 Orang Masih Hilang

SUKABUMI – WARTA BOGOR – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan rapat koordinasi (rakor) lanjutan penanganan bencana di Sukabumi dan Cianjur di Gedung Negara Pendopo Sukabumi, Jalan A Yani, Kelurahan Nyomplong, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, Minggu (8/12/2024).

Dalam rakor lanjutan yang dihadiri Pj Gubernur Jawa Barat (Jabar), Bey Machmudin, Danrem 061/Suryakencana, Brigjen TNI Faisol Izuddin Karimi, dan pejabat lainnya itu dilaporkan sebanyak 12 korban meninggal dunia akibat bencana alam yang terjadi di wilayah Kabupaten Sukabumi.

“Yang pertama, per hari ini (Minggu), jumlah yang meninggal akibat banjir, tanah longsor dan tanah bergerak, itu (berjumlah) 12 (orang). 10 (korban meninggal) sudah ditemukan, dua masih dalam proses pencarian,” ujar Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto.

Advertisement

Lebih lanjut Suharyanto mengatakan, semua korban akan dicari selama tiga hari ke depan, meskipun pihak keluarga sudah mengikhlaskan kepergian korban. Hal tersebut merupakan kewajiban sebagai aparat yang bertugas melayani masyarakat.

“Yang kedua, jalan-jalan yang terisolir yang sempat putus akibat banjir dan tanah longsor, sekarang sudah bisa tembus di seluruh wilayah Kabupaten Sukabumi dan Cianjur. Meskipun ada beberapa titik yang diperlukan kehati-hatian harus menggunakan roda dua,” tambahnya.

Suharyanto menyebut jalur transportasi dan logistik sudah bisa dilalui. Kemudian Bahan Bakar Minyak (BBM) yang semula pasokannya terganggu, kini sudah berjalan lancar dan yang masih diupayakan untuk pemulihan adalah pasokan listrik dari PLN.

Advertisement

“Ada beberapa titik di wilayah Kabupaten Sukabumi yang terpadamkan terkait dengan keamanan, baik keamanan masyarakat maupun keamanan wilayah,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, rumah rusak berat mencapai 428 unit, rusak sedang 230 unit, dan rusak ringan 602 unit. Jumlah tersebut diperkirakan bakal mengalami peningkatan.

Suharyanto mejelaskan bagi rumah yang rusak sedang dan rusak ringan tidak harus relokasi serta akan mendapat stimulan apabila masuk kriteria sesuai ketentuan yang ditetapkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

Advertisement

“Bantuan stimulan sebesar Rp30 juta bagi yang rusak sedang, kemudian yang rusak ringan Rp15 juta. Untuk yang rusak berat ada dua mekanisme yang pertama adalah relokasi mandiri, yang kedua relokasi terpusat, yang ketiga tidak relokasi dan tetap rumahnya dibangun,” kata Suharyanto.

 

 

Advertisement

Sumber: Sindonews

Share

Recent Posts

Pemerintah Siapkan 4 Stimulus Ekonomi Kuartal IV 2026

JAKARTA - WARTA BOGOR - Pemerintah menyiapkan sejumlah stimulus ekonomi pada kuartal IV 2026 untuk…

13 hours ago

Pemkab Bogor Raih Penghargaan Pemerintah Kabupaten Terbaik dalam Penurunan Kemiskinan

BOGOR - WARTA BOGOR - Bupati Bogor Rudy Susmanto menerima penghargaan dari Kementerian Koordinator Bidang…

15 hours ago
Advertisement

Operasi Patuh 2026 Digelar, Ini 11 Pelanggaran serta Denda Maksimalnya

JAKARTA – WARTA BOGOR - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menggelar Operasi Patuh 2026 secara…

19 hours ago

Trase Baru Jalan Saleh Danasasmita Bogor Dibuka Besok untuk Uji Coba

BOGOR – WARTA BOGOR - Trase baru Jalan Saleh Danasasmita di kawasan Batutulis, Kota Bogor,…

1 day ago

Cara Cek NIK Terindikasi Judi Online atau Tidak, Simak Panduannya

WARTA BOGOR - Maraknya aktivitas judi online (judol) membuat masyarakat khawatir Nomor Induk Kependudukan (NIK)…

2 days ago

Tunggakan BPJS Kesehatan Bisa Dicek dari Rumah, Ini 4 Caranya

WARTA BOGOR - Peserta BPJS Kesehatan perlu memastikan iuran bulanan dibayarkan tepat waktu agar status…

2 days ago