Berita

Usai Pembongkaran, Karyawan Hibisc Puncak Bogor Ngadu Soal Pekerjaan, Ini Jawaban Dedi Mulyadi

PUNCAK – WARTA BOGOR – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi resmi menyegel dan membongkar beberapa bangunan yang ada di komplek objek wisata Hibisc Puncak Bogor. Bangunan tersebut diratakan, karena dianggap melanggar peraturan dan tidak memiliki ijin.

Usai penyegelan dan penanaman pohon di Puncak Bogor, Dedi Mulyadi kembali mendatangi Hibisc untuk melihat prosesi pembongkaran.

Dirinya datang untuk memastikan pembongkaran bangunan sesuai dengan yang direkomendasikan sejumlah pihak.

Advertisement

Setelah melakukan sesi tanya jawab bersama wartawan, mantan karyawan Hibisc yang bekerja sebagai operator meminta agar bisa berdialog dengan Gubernur Jawa Barat tersebut.

Mereka meminta Dedi Mulyadi untuk memikirkan nasib mantan karyawan setelah objek wisata yang baru dibangun tersebut dibongkar.

“Saya tidak bisa berkomentar, kita tidak bisa ngomong apa-apa,” ucapnya.

Advertisement

Ia menuturkan, dirinya juga kasihan dengan korban banjir yang terjadi di Bekasi, Karawang, dan Puncak Bogor.

“Yang di bawah juga kasihan, ada yang meninggal,” kata Dedi.

Saat salah satu mantan karyawan Hibisc meminta untuk solusi pekerjaan, Dedi memintanya untuk tidak menuntut.

Advertisement

“Jangan nuntut, jangan aneh-aneh, jangan nuntut pekerjaan ke saya,” jawab mantan Bupati Purwakarta tersebut.

Ia menyampaikan, dirinya memberi kebijakan untuk pekerja bangunan yang berhenti bekerja karena proyek dihentikan.

“Saya tadi memberi kebijakan untuk masyarakat biasa, pekerja bangunan, untuk menanam pohon,” ujarnya.

Advertisement

Ia menanyakan kepada mantan karyawan untuk bekerja seperti pekerja bangunan.

“Nguli (kerja) nanem pohon, mau?” tanya Dedi Mulyadi.

Namun, ia menyebutkan, pekerjaan tersebut tidak memiliki jaminan dan meminta mantan karyawan Hibisc untuk mencari pekerjaan di tempat lain.

Advertisement

“Engga ada jaminan. Paling cari lagi tempat lain,” tambahnya.

Saat salah satu mantan karyawan sempat mengadu mencari pekerjaan sulit dan menyatakan keputusan Dedi Mulyadi terprovokasi oleh aksi sejumlah masyarakat.

“Ini tidak ada kaitannya dengan provokator, ini terkait pidana lingkungan. Jangan aneh-aneh. Kita bongkar ini karena didesak mereka? engga,” tegas Dedi Mulyadi.

Advertisement

Dedi menjabarkan, bangunan objek wisata ini dibongkar karena melanggar undang-undang dan membahayakan daerah hilir.

“Kita bongkar ini karena melanggar undang-undang, anda mikir ini engga, di bawah banjir,” ungkapnya.

Dedi Mulyadi menegaskan dirinya harus memikirkan masyarakat lain yang terdampak banjir.

Advertisement

“Saya mikirin yang banjir di Bekasi,” ucapnya.

Menurut Dedi, kebijakan terkadang tidak berdampak positif bagi semua pihak.

 

Advertisement

 

 

 

Advertisement

Sumber: Radar Bogor

Share

Recent Posts

Beasiswa Jepang MEXT Dibuka, Gratis Kuliah hingga Dapat Tunjangan Rp12 Juta

JAKARTA - WARTA BOGOR - Pemerintah Jepang melalui Kementerian Pendidikan, Budaya, Olahraga, Ilmu Pengetahuan, dan…

1 day ago

Bupati Bogor Kejar Perubahan Bogor Barat dalam Dua Tahun, Fokus Infrastruktur hingga Pusat Ekonomi Baru

CIBINONG - WARTA BOGOR - Bupati Bogor, Rudy Susmanto menegaskan arah pembangunan di wilayah Bogor…

2 days ago
Advertisement

Kapolda Jambi Pimpin Pencopotan Seragam Dua Anggota Polisi Tersangka Pemerkosaan Remaja

JAMBI - WARTA BOGOR - Kapolda Jambi, Krisno H Siregar, memimpin langsung upacara pemberhentian tidak…

2 days ago

Stok Beras Tembus 5 Juta Ton, Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah RI

PALEMBANG - WARTA BOGOR - Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyebut pemerintahan di bawah kepemimpinan Prabowo…

2 days ago

Rupiah Tembus Rp17.300 per Dolar AS, Terlemah Sepanjang Sejarah

JAKARTA - WARTA BOGOR - Nilai tukar Rupiah mengalami pelemahan signifikan hingga menyentuh level Rp17.300…

3 days ago

JP Morgan mencatat Indonesia Tempati Peringkat ke-2 Negara Paling Tahan Krisis Energi di Dunia

WARTA BOGOR - Indonesia mencatat capaian penting di tengah ketidakpastian energi global. Dalam laporan terbaru…

3 days ago