Berita

Viral Joget di Ruang Operasi, Perawat RSUD Datu Beru Dinonaktifkan

WARTA BOGOR – Seorang perawat di RSUD Datu Beru Aceh Tengah, Riga Septian Bahri, menjadi sorotan setelah videonya berjoget di ruang operasi saat tindakan bedah berlangsung viral di media sosial.

Akibat kejadian tersebut, pihak rumah sakit memutuskan untuk menonaktifkan yang bersangkutan dari tugasnya.

Direktur RSUD Datu Beru, Gusnarwin, membenarkan bahwa video tersebut direkam di ruang operasi. Namun ia menegaskan bahwa proses operasi tetap berjalan sesuai prosedur.

Advertisement

“Benar itu dilakukan di kamar operasi namun dalam hal ini operasi berlangsung sesuai prosedur dan tidak mengganggu operasi,” kata Gusnarwin.

Pihak rumah sakit juga telah memanggil Riga dan menyerahkan proses pembinaan lebih lanjut kepada instansi terkait.

Sementara itu, Riga telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas tindakannya yang menuai kontroversi. Ia mengaku aksi tersebut dilakukan secara spontan tanpa maksud tertentu.

Advertisement

“Saya minta maat sebesar-besarnya pihak rumah sakit, masyarakat yang tidak senang melihat video saya dari hati kecil saya paling dalam saya minta maaf dan saya berjanji tidak mengulanginya lagi,” ucap Riga.

Kepala Humas RSUD Datu Beru, Himawan, menjelaskan bahwa Riga merupakan staf di bagian bedah dan kini telah dinonaktifkan serta ditarik dari layanan operasi.

“Perawat tersebut merupakan staf di bagian bedah. Yang bersangkutan sudah dinonaktifkan serta ditarik dari layanan bedah. Kami menyayangkan terjadinya aksi perawat tersebut saat dokter sedang melakukan operasi pasien,” kata Himawan.

Advertisement

Berdasarkan hasil investigasi internal, tindakan tersebut bukan pertama kali dilakukan. Riga disebut telah beberapa kali diingatkan untuk tidak merekam atau menyebarkan video di ruang operasi, terlebih karena aturan rumah sakit melarang penggunaan telepon genggam di area tersebut.

“Aksi perawat berjoget tersebut tidak mengganggu dokter yang sedang menangani pasien. Akan tetapi, aksi perawat tersebut tidak beretika dan tidak profesional, sehingga menimbulkan pro kontra di masyarakat,” ungkapnya.

 

Advertisement

 

 

 

Advertisement

Sumber: detiknews

 

Advertisement
Share

Recent Posts

Komnas HAM ungkap Anggaran Pelanggaran HAM Berat 2027 Rp 0, Ini Penjelasannya

JAKARTA - WARTA BOGOR - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menilai pagu anggaran…

9 hours ago

Kasus Keracunan MBG Kembali Terjadi, DPR Soroti Kinerja dan Pengawasan BGN

JAKARTA - WARTA BOGOR - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyoroti kasus keracunan program Makan Bergizi…

14 hours ago
Advertisement

IFAD Kunjungi Polbangtan, Tinjau Keberhasilan YESS dan Penjajakan Program YESSI

BOGOR-WARTA BOGOR – Keberhasilan Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) dalam mendorong kemandirian…

15 hours ago

10 Hari Ditempa, Mahasiswa Baru Polbangtan Kementan Siap Jadi Generasi Penggerak Pertanian

BOGOR-WARTA BOGOR – Memasuki Tahun Akademik 2026/2027, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor kembali menyelenggarakan Masa…

15 hours ago

Wali Kota Bogor Minta Konsep Leuweung Batutulis Dikembalikan sebagai Hutan Kota

BOGOR - WARTA BOGOR - Konsep pembangunan Leuweung Batutulis yang saat ini tengah dikerjakan oleh…

19 hours ago

Jadi Tamu Kehormatan, Prabowo Bertolak ke Rusia Hadiri Eastern Economic Forum ke-11

JAKARTA - WARTA BOGOR - Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Vladivostok, Rusia, untuk menghadiri Eastern…

20 hours ago