Pemberdayaan Masyarakat

Wujudkan Pengabdian Masyarakat, Polbangtan Kementan Fasilitasi Taman B2SA

BOGOR-WARTA BOGOR-Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor melaksanakan program pengabdian masyarakat berupa edukasi dan fasilitasi taman B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) di Desa Sukatani, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor pada Senin (15/7/2024).

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengatakan, pertanian membutuhkan SDM-SDM berkualitas untuk dapat terus berkembang. Untuk itu, Mentan berharap regenerasi petani dapat dilakukan dengan sebaik mungkin.

Sementara itu, Plt. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan, petani milenial mempunyai peran penting dalam melanjutkan pembangunan di sektor pertanian.
“Untuk mencapai produktivitas pertanian yang tinggi, hal utama yang paling utama yaitu tersedianya SDM Pertanian yang unggul, andal, profesional, dan mandiri serta berjiwa enterpreneur tinggi,” sebut Dedi.

Advertisement

Kegiatan ini bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor dan dilaksanakan di lokasi konvergensi stunting.
Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok tani Berdikari di Desa Suka Tani dalam mengelola taman B2SA. Program ini dirancang untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan mencegah terjadinya stunting pada anak-anak serta calon bayi dari ibu-ibu hamil, dalam rangka mempersiapkan generasi emas 2045.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini melibatkan praktek pembuatan pupuk kompos padat dan pupuk organik cair (POC), serta praktek pembuatan bedengan untuk menanam sayuran organik. Pupuk kompos dibuat dari bahan-bahan seperti kotoran kambing, gedebog pisang, rerumputan, dan protamin sebagai starter untuk membantu proses pembusukan.

Kelompok Berdikari yang terdiri dari ibu-ibu desa sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka diajarkan cara mengolah lahan dan membuat pupuk kompos serta pupuk organik cair. Mereka mengaku senang karena mendapatkan pengetahuan baru, terutama tentang cara budidaya tanaman secara organik.

Advertisement

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Suka Tani, khususnya kelompok Berdikari, dapat membuat taman B2SA dan menghasilkan produk panen yang aman dikonsumsi keluarga serta memiliki nilai gizi tinggi. Program ini juga diharapkan dapat berkontribusi dalam pencegahan stunting dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Suka Tani.

“Program ini adalah salah satu upaya kami untuk membantu masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidup mereka melalui pertanian organik dan pemenuhan gizi yang seimbang,” ujar Dwiwanti, Dosen Polbangtan Bogor. (agm/wsd)

Advertisement
Share

Recent Posts

Pemkab Bogor Tangani 11 Ribu Rumah Tidak Layak Huni di 40 Kecamatan pada 2026

BOGOR - WARTA BOGOR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat untuk…

5 hours ago

LAZ Ummul Quro Bogor Salurkan Rp100 Juta Modal Usaha untuk 20 UMKM, Sinergi Bersama KUA Ciseeng dan Gunung Sindur

BOGOR-WARTA BOGOR — LAZ Ummul Quro Bogor menyalurkan bantuan modal usaha senilai total Rp100 juta kepada 20 pelaku UMKM melalui…

9 hours ago
Advertisement

Pendapatan Biskita Trans Pakuan Tembus Rp10 Miliar, Koridor Baru Disiapkan pada 2027

BOGOR – WARTA BOGOR - Pendapatan Biskita Trans Pakuan Kota Bogor mencapai Rp10,29 miliar selama…

10 hours ago

Program IJD Prabowo Dukung Pembangunan Jalan Citeureup–Sukamakmur Sepanjang 20 Km

BOGOR – WARTA BOGOR - Program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) yang digulirkan Presiden Republik…

1 day ago

Pemerintah Perpanjang Penahapan Kewajiban Sertifikasi Halal hingga Tahun 2028

JAKARTA - WARTA BOGOR - Menteri Perindustrian (Menperin) M Sarmuji menyambut baik penundaan kewajiban sertifikasi…

1 day ago

Usai Bentangkan Spanduk Kritik Pemerintahan di Bundaran HI, Enam Aktivis Greenpeace Akhirnya Dipulangkan

JAKARTA – WARTA BOGOR -  Enam aktivis Greenpeace Indonesia dipulangkan dari Polda Metro Jaya pada…

2 days ago