Internasional

3 Prajurit TNI Gugur dalam Misi UNIFIL di Lebanon, PBB Kecam Serangan

WARTA BOGOR – Tiga personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dilaporkan gugur di Lebanon selatan. Salah satu di antaranya diduga tewas akibat serangan artileri militer Israel.

Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Operasi Perdamaian, Jean-Pierre Lacroix, mengecam keras insiden tersebut dan menegaskan bahwa pasukan penjaga perdamaian tidak boleh menjadi sasaran.

“Pasukan penjaga perdamaian kami tetap berada di lapangan, melaksanakan tugas-tugas yang diamanatkan Dewan Keamanan (PBB), dalam kondisi yang sangat berbahaya ini,” kata Lacroix, Selasa (31/3/2026).

Advertisement

Dalam konferensi pers di New York, Lacroix menjelaskan bahwa dua prajurit asal Indonesia meninggal dunia setelah ledakan menghantam konvoi logistik UNIFIL di dekat Bani Hayyan, sektor timur Lebanon. Insiden tersebut juga menyebabkan dua personel lainnya mengalami luka.

Sehari sebelumnya, satu prajurit TNI lainnya gugur akibat ledakan di dalam pangkalan UNIFIL di Ett Taibe, yang juga berada di sektor timur. Satu korban lain dilaporkan mengalami luka berat dan telah dievakuasi ke Beirut.

Media setempat melaporkan bahwa ledakan di pangkalan tersebut diduga berasal dari serangan artileri militer Israel.

Advertisement

“Kami mengutuk keras insiden yang tidak dapat diterima ini. Pasukan penjaga perdamaian tidak boleh menjadi sasaran,” tegas Lacroix.

Ia menambahkan bahwa UNIFIL saat ini tengah melakukan penyelidikan untuk mengetahui secara pasti penyebab dan kronologi kejadian yang menewaskan tiga prajurit Indonesia tersebut.

“Semua tindakan yang membahayakan pasukan penjaga perdamaian harus dihentikan,” lanjutnya.

Advertisement

Terkait situasi keamanan, Lacroix menyebut terjadi banyak pelanggaran terhadap Resolusi 1701 Dewan Keamanan PBB, termasuk serangan lintas batas di sepanjang Garis Biru dan keberadaan pasukan Israel di wilayah Lebanon.

“Tidak mungkin ada solusi militer. Harus ada solusi politik. Kerangka kerja untuk solusi politik sudah ada resolusi 1701 yang masih dianut oleh semua pihak, berdasarkan informasi terbaik yang kami dengar dari mereka,” paparnya.

Lacroix juga menyampaikan bahwa UNIFIL terus berkoordinasi dengan pemerintah Indonesia serta tetap menjalin komunikasi dengan militer Israel untuk mendukung kelancaran operasional di lapangan.

Advertisement

“Yang memungkinkan UNIFIL untuk menyelesaikan sejumlah pergerakan, misalnya, untuk pasokan ulang posisi atau untuk dukungan kepada penduduk sipil di daerah tersebut,” imbuhnya.

 

 

Advertisement

 

 

Sumber; SINDOnews

Advertisement

 

Share

Recent Posts

Pemkot Bogor Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026, Ada Doorprize dan UMKM Gratis

BOGOR - WARTA BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama sejumlah organisasi dan komunitas akan…

9 hours ago

Bareskrim Polri Ungkap Jaringan Pencurian Modul BTS Sebabkan Gangguan Sinyal di Jakarta-Jabar, Kerugian Ditaksir Rp60 Miliar

JAKARTA - WARTA BOGOR - Satresmob Bareskrim Polri berhasil membongkar jaringan sindikat pencurian dan penadahan…

12 hours ago
Advertisement

Pemkot Bogor Renovasi GOR Pajajaran, Perkuat Ekosistem Olahraga Kota Bogor

BOGOR - WARTA BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas…

12 hours ago

Pemprov Jabar Kaji Pemberlakuan Kembali SPP untuk SMA dan SMK Negeri

JABAR - WARTA BOGOR - Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama DPRD Jawa Barat tengah mengkaji…

1 day ago

Komdigi Dukung Pembatasan Gadget di Sekolah, Lindungi Ancaman Negatif Digital

JAKARTA - WARTA BOGOR - Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid menyambut baik kebijakan…

1 day ago

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri Bahas Peran KDMP, Ini Hasilnya

JAKARTA - WARTA BOGOR - Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet…

1 day ago