Kota Bogor

Adopsi Teknologi Jepang, Dedie Rachim Dorong Sampah Plastik Jadi Energi pada 2026

BOGOR – WARTA BOGOR – Wali Kota Bogor Dedie Rachim melakukan langkah strategis di kancah internasional guna menuntaskan persoalan sampah plastik di Kota Bogor.

Bersama puluhan kepala daerah dari berbagai wilayah di Indonesia, Dedie berada di Tokyo, Jepang, guna menjajaki kerja sama ekonomi sirkuler melalui program Establishing a Circular Economy Especially for Plastics in Indonesia (ENIC02).

Program ini bertujuan mentransformasi sistem pengelolaan limbah di Kota Bogor dengan memanfaatkan teknologi mutakhir Jepang, termasuk memperkuat rencana pengolahan sampah plastik menjadi energi listrik atau Waste to Energy (PSEL).

Advertisement

Undangan resmi dari The Association for Overseas Technical Cooperation and Sustainable Partnerships (AOTS) ini menempatkan Kota Bogor sebagai salah satu prioritas nasional dalam transisi ekonomi sirkuler.

Fokus utamanya adalah bagaimana kemasan plastik tidak lagi menjadi beban TPA (Tempat Pembuangan Akhir), melainkan dikelola kembali secara sistematis dari hulu hingga ke industri daur ulang.

Wali Kota Bogor, Dedie Rachim menjelaskan bahwa program tersebut penting untuk membangun pemahaman mendasar mengenai tanggung jawab produsen serta sistem pemilahan sampah yang lebih efisien. Ia menilai Bogor memiliki modal kuat, salah satunya melalui Peraturan Wali Kota Nomor 61 Tahun 2018 tentang pengurangan penggunaan kantong plastik.

Advertisement

Melalui lokakarya di Jepang ini, Dedie ingin mengidentifikasi elemen-elemen sukses manajemen sampah Jepang, seperti kriteria penerimaan perusahaan daur ulang swasta untuk diterapkan di Bogor.

Hasil dari program ini diharapkan mampu mempercepat realisasi proyek PSEL Bogor, sehingga sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah semata, tetapi sebagai sumber daya untuk menghasilkan energi listrik yang ramah lingkungan.

Di Bogor sendiri, hasil pembelajaran dari Jepang ini akan diintegrasikan dalam kebijakan pengelolaan limbah terbaru guna mempercepat target Bogor menuju Zero Waste City.

Advertisement

Keberangkatan Walikota Bogor bersama 30 peserta lainnya dari kementerian dan lembaga ini dipastikan tidak membebani anggaran daerah.

Seluruh biaya akomodasi dan transportasi selama berada di Jepang sepenuhnya dibiayai oleh pihak AOTS.

 

Advertisement

 

 

 

Advertisement

Sumber: Radar Bogor

Share

Recent Posts

Polbangtan Kementan Dorong Kepemimpinan Muda untuk Kawal Kebijakan Pangan Nasional

BOGOR-WARTA BOGOR – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor terus memperkuat peran generasi muda dalam mendukung…

1 day ago

Polbangtan Kementan Jajaki Teknologi Drone Pertanian Korea Selatan, Perkuat Wawasan SDM Pertanian Menuju Pertanian Modern

SERPONG-WARTA BOGOR – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong pengembangan pertanian modern melalui pengenalan teknologi dan…

1 day ago
Advertisement

Evaluasi K-Smart Farm, Polbangtan Kementan Perkuat Keberlanjutan Smart Farming Indonesia

BOGOR-WARTA BOGOR – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor bersama tim kerja sama dari Korea Selatan…

1 day ago

IHSG Anjlok 11,16%, Rencana MSCI Picu Kekhawatiran Investor

WARTA BOGOR - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan setelah perdagangan dilanjutkan seusai penghentian…

1 day ago

Wajib Sertifikasi Halal Mulai 18 Oktober 2026, Kesiapan UMKM dan Industri Kosmetik Jadi Sorotan

JAKARTA - WARTA BOGOR - Kewajiban sertifikasi halal yang dijadwalkan mulai berlaku pada 18 Oktober…

1 day ago

Pemkot Bogor Mulai Siapkan Anggaran Biskita Trans Pakuan 2027

BOGOR - WARTA BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mulai membahas anggaran operasional Biskita Trans…

1 day ago