Stories

Alasan Mengapa Ketupat Jadi Makanan Populer Saat Momen Lebaran

BOGOR – WARTA BOGOR – Idul Fitri merupakan momen berkumpulnya sanak saudara untuk mempererat tali silahturahmi dengan memaafkan satu sama lain. Dalam momen ini juga ada beberapa makanan yang populer untuk dihidangkan diantarannya ketupat, semur daging, opor ayam, dll.

Banyak masyarakat yang menganggap ketupat adalah salah satu makanan yang wajib disajikan ketika Idul Fitri tiba. Ketupat juga sering dijadikan simbol bahwa hari raya telah datang.

Berikut alasan sebenarnya dibalik populernya ketupat saat moment Lebaran

Advertisement

Ketupat merupakan nasi yang dimasak dalam bungkusan anyaman daun kelapa muda. Ketupat pertama kali diperkenalkan oleh salah satu sembilan wali Islam Jawa yakni Sunan Kalijaga atau Raden Said.

Menurut situs Science Direct, Sunan Kalijaga memperkenalkan budaya yang dilakukan saat Idul Fitri yang dinamakan Bakda Lebaran. Bakda Lebaran ini ialah kegiatan yang dilakukan dengan berdoa dan silahturahmi dengan saling memaafkan satu sama lain dengan batin yang ikhlas.

Selanjutnya ada budaya Bakda Kupat, yakni kegiatan membuat ketupat. Hampir setiap rumah mulai menganyam daun kelapa yang diisi dengan beras dengan bentuk ketupat.

Advertisement

Ketupat diambil dari Bahasa Jawa yang artinya Kupat atau Ngaku Lepat yang memiliki arti mengakui kesalahan. Dalam mengakui kesalahan tentunya akan saling memaafkan satu sama lain.

Selain Ngaku Lepat, ketupat juga dikenal dengan istilah Laku Papat yang artinya mengakui kesalahan dengan empat tindakan, yaitu Lebaran, Leburan, Luberan, dan Laburan. Dalam empat tindakan ini memiliki arti masing-masing.

  1. Lebaran yaitu dibukakan pintu selebaran untuk memberikan kelapangan hati saat memaafkan seseorang.
  2. Luberan sama seperti air yang telah luber atau melewati dari wadah yang disiapkan. Memiliki makan rezeki yang melimpah dan membagikan kekayaannya kepada seseorang yang lebih membutuhkan.
  3. Leburan memiliki arti dosa yang diperbuat dapat dileburkan dengan saling memaafkan satu sama lain.
  4. Laburan yang memilki makna seseorang akan kembali menjadi putih bersih setelah dosanya diampunkan.

Selain itu, Ketupat juga melambangkan keterbukaan dan penerimaan dalam keragaman dalam budaya yang ada dalam masyarakat. Disetiap sisi ketupat juga dianggap mewakili keragaman budaya yang harus diterima dan dihargai.

Advertisement
Share

Recent Posts

Festival Merah Putih 2026 Berakhir, Dorong Perputaran Ekonomi Kota Bogor

BOGOR - WARTA BOGOR - Festival Merah Putih (FMP) 2026 resmi ditutup setelah berlangsung selama…

2 hours ago

Karhutla Meluas di Jawa Barat, Dedi Mulyadi Minta Pendakian Gunung Ditunda

JABAR - WARTA BOGOR - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menjadi perhatian serius di…

5 hours ago
Advertisement

Komisi III DPR Ungkap 13 Tindak Pidana yang Bisa Dikenai Perampasan Aset

JAKARTA - WARTA BOGOR - Komisi III DPR RI mengungkapkan terdapat 13 jenis tindak pidana…

18 hours ago

Pasca Kericuhan Demo 27 Agustus di Jakarta: Polisi Amankan 322 Orang, 1 Meninggal Dunia

JAKARTA - WARTA BOGOR - Kericuhan terjadi di sejumlah titik di Jakarta setelah aksi demonstrasi…

2 days ago

Bogor Bakal Punya Embarkasi Haji Mirip Zamzam Tower, Telan Anggaran Rp142 Miliar

BOGOR - WARTA BOGOR - Pemerintah Kabupaten Bogor menyiapkan anggaran sebesar Rp142 miliar untuk pembangunan…

3 days ago

Pemkab Bogor Rencanakan Pembangunan Underpass di Simpang PDAM pada 2027

BOGOR - WARTA BOGOR - Pemerintah Kabupaten Bogor berencana melakukan penataan di Jalan Tegar Beriman,…

3 days ago