Kota Bogor

Alun-Alun Kota Bogor Sering Macet, Bima Arya Janji Akhir Tahun Akan Rapi

BOGOR – WARTA BOGOR – Alun-Alun Kota Bogor yang semestinya menjadi objek dan destinasi wisata bagi para pelancong, sering kali mengalami kemacetan, dikarenakan menjamurnya pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang jalur pedestrian dan kantong-kantong parkir yang terdapat di sisi jalan, ditambah dengan angkot-angkot yang sering parkir dan mengetem di bahu jalan membuat kawasan tersebut semrawut dan langganan macet.

Penertiban sudah berulang kali dilakukan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor. Namun kondisi yang sama berulang kali kembali terjadi.

Menanggapi itu, Walikota Bogor Bima Arya menjelaskan dirinya akan menggeber rencana pengurangan angkot secara bertahap yang menjadi biang kemacetan di alun-alun Kota Bogor.

Advertisement

“Secara bertahap angkot akan kami kurangi. Target kami angkot di pusat kota sudah sangat berkurang, ketika Jembatan Otista selesai,” ucap Bima, Sabtu (10/6/2023).

Bima berjanji, penertiban angkot terutama yang sudah berusia di atas 20 tahun bisa terealisasi. Dengan begitu angkot akan menjadi berkurang. Selain itu, dirinya juga akan membereskan proyek jalur pedestrian disekitaran Alun-Alun Kota Bogor yakni Jalan Nyi Raja Permas dan Jalan Dewi Sartika.

“Akan kami lanjutkan jalur pedestrian dan penataan kawasan disana. Pemenangnya baru saja selesai yang Nyi Raja Permas sementara yang lainnya masih proses,” ujarnya.

Advertisement

Selain itu, Walikota Bogor tersebut menargetkan kawasan akan lebih rapi dan tertata pada akhir tahun 2023 mendatang. Bahkan dirinya menyebut, akan berkantor di Alun-Alun Kota Bogor.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor, Rena Da Frina menambahkan, pengumuman pemenang lelang proyek jalur pedestrian Dewi Sartika sudah disampaikan pada 9 Juni 2023. Sementara tanda tangan kontrak akan berlangsung 16 Juni 2023.

“Ini kelanjutan yang sebelumnya. Akan dibangun di sisi kiri dan sisi kanan sampai ke pasar. Panjangnya masing-masing 400 meter jadi total 800 meter. Pembangunan akan dimulai bulan ini karena sudah mepet,” ujar Rena. Nilai untuk membangun proyek ini 10 miliar.

Advertisement

 

Sumber: Radarbogor

 

Advertisement
Share

Recent Posts

Polbangtan Kementan Dorong Kepemimpinan Muda untuk Kawal Kebijakan Pangan Nasional

BOGOR-WARTA BOGOR – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor terus memperkuat peran generasi muda dalam mendukung…

2 days ago

Polbangtan Kementan Jajaki Teknologi Drone Pertanian Korea Selatan, Perkuat Wawasan SDM Pertanian Menuju Pertanian Modern

SERPONG-WARTA BOGOR – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong pengembangan pertanian modern melalui pengenalan teknologi dan…

2 days ago
Advertisement

Evaluasi K-Smart Farm, Polbangtan Kementan Perkuat Keberlanjutan Smart Farming Indonesia

BOGOR-WARTA BOGOR – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor bersama tim kerja sama dari Korea Selatan…

2 days ago

IHSG Anjlok 11,16%, Rencana MSCI Picu Kekhawatiran Investor

WARTA BOGOR - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan setelah perdagangan dilanjutkan seusai penghentian…

2 days ago

Wajib Sertifikasi Halal Mulai 18 Oktober 2026, Kesiapan UMKM dan Industri Kosmetik Jadi Sorotan

JAKARTA - WARTA BOGOR - Kewajiban sertifikasi halal yang dijadwalkan mulai berlaku pada 18 Oktober…

2 days ago

Pemkot Bogor Mulai Siapkan Anggaran Biskita Trans Pakuan 2027

BOGOR - WARTA BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mulai membahas anggaran operasional Biskita Trans…

2 days ago