SUKABUMI-WARTABOGOR.id –Menurut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, “Lewat Kostratani, saya bisa tahu apa yang terjadi tentang perkembangan pertanian di sebuah kecamatan, seperti lahan yang sedang diolah, potensi pertanian atau intensitas penggunaan alat dan mesin pertanian”. Data hasil panen yang up to date dari Kostratani memberikan informasi bagi masyarakat agar tetap tenang karena pertanian tidak berhenti untuk memenuhi kebutuhan pangan.
Pertanian tetap bejalan dengan menanam berbagai jenis komoditas pangan. Seperti para petani di Desa Pasirtipis Kecamatan Surade Kabupaten Sukabumi yang baru saja melakukan panen raya pada lahan seluas 30 ha. Penyuluh pertanian dari Kecamatan Surade, Elis Supartika menyebutkan bahwa “Betul saat ini kami baru saja melakukan panen raya. Kalau produktivitasnya sekitar 8 ton/ha untuk varietas ciherang. Produksi cukup tinggi sampai 240 ton/GKP, kalau harga penjualannya sekitar Rp 3.600 – 3.800 GKP tapi kalau dijual GKG sekitar Rp 4.200 – 4.500”.
Bulan Mei sudah masuk musim tanam ketiga, berbagai strategi dilakukan untuk mengantisipasi pengaruh terjadinya kemarau panjang. Menurut rilis resmi tentang perkiraan cuaca tahun 2020 dari BMKG yaitu “perlunya peningkatan kewaspadaan dan antisipasi dini untuk wilayah-wilayah yang diprediksi akan mengalami musim kemarau lebih kering dari normalnya yaitu mulai April 2020 puncaknya Agustus 2020. Kondisi ini terjadi di berbagai wilayah di Indonesia termasuk sebagian wilayah di Jawa Barat”.
Dalam hal ini, Kementerian Pertanian tidak tinggal diam, berbagai bentuk koordinasi dan kebijakan diluncurkan melalui program kostratani. Penyuluh wajib memberikan edukasi tentang dampak negatif dari kemungkinan terjadinya kondisi kemarau ekstrim kepada petani agar petani dapat melalukan mitigasi dan antisipasi. Hal ini penting dilakukan untuk menghindari gagal panen. Dalam hal ini peran penyuluh pertanian di Kostratani harus optimal, menurut Elis Supartika SP menyebutkan bahwa “musim tanam ketiga ya ada kemungkinan terjadi kemarau panjang. Kita akan antisipasi dengan penanaman kedelai seluas 20 ha. Target pasti ada, kita berharap produksinya mencapai 2.5 ton/ha. Petani biasanya suka menanam varietas anjasmoro”. Pertanian memliki peran sentral sehingga perlu kolaborasi dan kerjasama dari berbagai pihak untuk menjaga produktivitas tanaman dan kesejahteraan petani.
Pewarta : Intan Kusuma Wardani
Editor : Ar
JABAR - WARTA BOGOR - Program renovasi rumah tidak layak huni di Jawa Barat resmi…
JAKARTA - WARTA BOGOR - Bareskrim Polri menggerebek rumah produksi gas nitrous oxide (N2O) merek…
JAKARTA - WARTA BOGOR - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa dirinya telah “membuka…
CILEUNGSI - WARTA BOGOR - Alat deteksi dini banjir berbasis teknologi resmi dioperasikan di aliran…
TANAH LAUT-WARTA BOGOR – Gerakan Tanam Serempak seluas 10.000 hektare yang dilaksanakan di 17 provinsi…
JAKARTA - WARTA BOGOR - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan memberikan perhatian terhadap pengadaan puluhan…