KETINDAN-WARTABOGOR.id –Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan sukses menggelar Ngobras (Ngobrol Santai) Menulis Asyik dan Membuat Vlog Simple Pakai Hp, hari ini (4/05) melalui aplikasi Zoom. Acara dibuka secara resmi oleh Kepala BBPP Ketindan Sumardi Noor.
Di dalam sambutannya, Sumardi menuturkan meski dalam situasi pandemi Covid-19, tidak menghalangi kita melaksanakan acara ‘Ngobras’ ini. Tujuan acara ini, menurutnya untuk meningkatkan kompetensi dan wawasan peserta dalam pemberitaan pertanian. “Semoga dapat mendorong para peserta lebih kreatif dan produktif,” imbuhnya.
Dua narasumber yang ahli dibidangnya menyampaikan materi bergantian. Materi pertama tentang tips menulis berita, disampaikan oleh Yulianto, Redaktur Sinar Tani. Materi kedua tentang pembuatan vlog memakai handphone (HP).
Pada paparannya, Yulianto mengatakan bahwa menulis itu mudah. Namun harus diinga, kita tidak perlu mengulang-ulang kata, yang sederhana dan mudah dipahami pembaca. “Hindari kalimat raksasa, saat menulis posisikan diri kita sekaligus sebagai pembaca,” tegasnya.
Kang Arul mendapat giliran menyampaikan materi kedua. Pemilik nama lengkap Dr. Rulli Nasrullah, M.SI ini menyampaikan materi tentang Produksi Vlog dengan Aplikasi di Handphone. Aneka aplikasi pembuatan vlog dia kenalkan kepada peserta seperti Qiuck, Power Director, Filmora, Kinemaster, Animated Text, dan CANVA.
Alumni S3 Kajian Budaya dan Media UGM ini menuturkan bahwa vlog merupakan jurnal pribadi dalam bentuk video. “Vlog ini berisi tentang keseharian, aktivitas, maupun endapat atu opini,” ungkapnya.
Selanjutnya Kang Arul memberikan trik dan tips membuat vlog sederhana dan mengajak peserta praktik langsung melalui HP masing-masing. Cara penyampaiannya yang menarik dan pembawaannya yang kocak membuat peserta semangat mengikuyi tutorial yang dipandunya. Bahkan banyak pertanyaan yang dilontarkan peserta melalui fasilitas chat, sapai-sampai dirinya kewalahan menjawab karena waktu yang terbatas.
“Silahkan kirimkan hasil edit vlognya ke panitia, untuk dipilih 10 besar terbaik dan akan diberikan penghargaan,” pungkasnya.
Arif Prastiyanto, peserta dari Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor sangat terkesan dengan acara tersebut. “Alhamdulillah banyak ilmu baru yang saya dapatkan, mudah-mudahan bermanfaat untuk mendukung kompetensi saya sebagai tim pemberitaan di Polbangtan Bogor,” ungkapnya.
Kementerian Pertanian selalu memberikan apresiasi bagi SDM pertanian yang mau mengembangkan kompetensinya. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo pada kesempatan berbeda menyatakan, Kementan akan selalu berusaha mewujudkan SDM pertanian yang maju, mandiri, dan modern. Oleh karena itu, peningkatan SDM harus dilakukan dari hulu hingga ke hilir.
“Dalam era pertanian 4.0, pelaku pertanian juga dituntut untuk menguasai teknologi. Karena sebagaimana kita ketahui, perkembangan IT begitu cepat dan sudah tidak bisa ditawar lagi. Hal tersebut sesuai juga dengan salah satu tujuan Kementan, yaitu menciptakan SDM pertanian yang maju, mandiri, dan modern. Salah satu ciri modern yaitu ditunjukkan dengan penguasaan IT, data, dan informasi pertanian,” kata Mentan.
Senada dengan pernyataan Mentan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Prof. Dedi Nursyamsi menuturkan bahwa di masa pandemi Covid-19 ini dirinya mengapreasiasi UPT yang menyelenggarakan pelatihan secara virtual pelatihan secara virtual, yang mampu meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan sikap para pesertanya.
Pewarta : Arif P – Polbangtan Bogor
Editor : Ar
JAKARTA - WARTA BOGOR - Ketua Ombudsman Republik Indonesia, Hery Susanto, resmi ditahan oleh Kejaksaan…
JABAR - WARTA BOGOR - Program renovasi rumah tidak layak huni di Jawa Barat resmi…
JAKARTA - WARTA BOGOR - Bareskrim Polri menggerebek rumah produksi gas nitrous oxide (N2O) merek…
JAKARTA - WARTA BOGOR - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa dirinya telah “membuka…
CILEUNGSI - WARTA BOGOR - Alat deteksi dini banjir berbasis teknologi resmi dioperasikan di aliran…
TANAH LAUT-WARTA BOGOR – Gerakan Tanam Serempak seluas 10.000 hektare yang dilaksanakan di 17 provinsi…