Bogor

Diskusikan Masalah Konflik Aset Antara Pemkot dan Warga di Cipaku, Komisi I DPRD Kota Bogor Kunjungan ke BPN.

BOGOR – WARTA BOGOR – Komisi I DPRD Kota Bogor yang dipimpin Ketua Komisi I, Karnain Asyhar melakukan kunjungan kerja ke Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) pada Senin (2/6/2025).

Kunjungan Komisi I DPRD Kota Bogor ini bagian dari pengawasan sekaligus memperkuat koordinasi lintas lembaga dalam menyelesaikan persoalan strategis pertanahan di Kota Bogor.

Dalam pertemuan tersebut, Komisi I DPRD Kota Bogor dan jajaran BPN membahas sejumlah isu krusial. Di antaranya percepatan sertifikasi tanah, penataan aset milik pemerintah daerah, serta penyelesaian sengketa lahan yang kerap muncul di tengah masyarakat.

Advertisement

Salah satu isu yang turut disorot adalah konflik aset Pemkot Bogor dengan warga di Kampung Babakan Baru, Kelurahan Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan.

Ketua Komisi I DPRD Kota Bogor, Karnain Asyhar menekankan pentingnya sinergi antara lembaga legislatif dan institusi vertikal seperti BPN.

Hal ini demi menciptakan tata kelola pertanahan yang lebih transparan, akuntabel, dan berpihak kepada masyarakat.

Advertisement

“Kami mendorong BPN Kota Bogor meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat dan mempercepat proses sertifikasi, terutama terhadap aset-aset pemerintah yang strategis. Kolaborasi antara DPRD dan BPN harus terus diperkuat,” kata Karnain.

Dia juga menyoroti pentingnya integrasi data pertanahan dan perpajakan, khususnya melalui penyatuan Nomor Induk Bidang (NIB) dan Nomor Objek Pajak (NOP).

Karnain menyebut, sinergi antara BPN dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor menjadi kunci dalam mendorong tata kelola aset yang lebih efisien.

Advertisement

“Integrasi NIB dan NOP akan memberikan dampak positif seperti meningkatnya akurasi dan validitas data, mempercepat pelayanan pertanahan dan perpajakan, serta mencegah terjadinya sengketa tanah maupun pajak berganda,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan integrasi data ini juga akan mendukung upaya reformasi birokrasi, reforma agraria.

Serta transformasi digital yang sedang dijalankan pemerintah pusat di sektor pertanahan dan perpajakan.

Advertisement

Menanggapi hal itu, pihak BPN Kota Bogor menyambut baik masukan dari Komisi I DPRD. Mereka menyatakan komitmennya untuk terus memperbaiki pelayanan kepada masyarakat, termasuk melalui digitalisasi proses pertanahan dan penguatan koordinasi antarinstansi.

 

 

Advertisement

 

Sumber: Radar Bogor

Advertisement
Share

Recent Posts

Koperasi Desa Merah Putih Jadi Sorotan, Warganet Pertanyakan Konsep yang Mirip Minimarket

BOGOR - WARTA BOGOR - Keberadaan Gerai Koperasi Desa Merah Putih di sejumlah daerah tengah…

3 hours ago

Viral Lagu Mas Bahlil Ganteng, Anak Bahlil Sampai Memanggilnya ‘Bapak MBG’

WARTA BOGOR - Lagu "Mas Bahlil Ganteng" atau yang populer dengan singkatan MBG terus menjadi…

3 hours ago
Advertisement

Lebih dari 10 Ribu WNI Terlibat Kasus Online Scam di Kamboja, Ajukan Permohonan Pulang ke Indonesia

JAKARTA - WARTA BOGOR - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh mencatat lonjakan…

5 hours ago

Sejarah Lahirnya Pancasila: Dari Sidang BPUPKI hingga Menjadi Dasar Negara Indonesia

WARTA BOGOR - Pancasila secara etimologis berasal dari bahasa Sanskerta, yakni gabungan kata panca yang…

1 day ago

Rudy Susmanto sebut Skywalk Tegar Beriman Wujud Pembangunan Inklusif di Kabupaten Bogor

BOGOR - WARTA BOGOR - Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan bahwa Skywalk Tegar Beriman tidak…

1 day ago

SIM Digital Mulai Diterapkan, Ini Syarat dan Tahapan Registrasinya

JAKARTA - WARTA BOGOR - Kepolisian Republik Indonesia terus melakukan transformasi digital dalam layanan publik,…

1 day ago