Oplus_131072
JAKARTA – WARTA BOGOR – Aktivitas mencurigakan di gurun terpencil wilayah barat Irak sempat menarik perhatian seorang penggembala lokal. Ia melihat helikopter terbang rendah dan adanya pergerakan tidak biasa di kawasan yang jarang dihuni tersebut.
Belakangan, lokasi itu diduga merupakan pangkalan militer rahasia milik Israel yang digunakan untuk mendukung operasi melawan Iran.
Laporan The Wall Street Journal yang mengutip pejabat Amerika Serikat menyebut Israel membangun pangkalan tersebut sesaat sebelum konflik pecah.
Pemerintah AS disebut mengetahui keberadaan fasilitas itu, sementara pihak Irak tidak mendapat informasi terkait operasi tersebut.
Pangkalan rahasia itu dilaporkan digunakan sebagai pusat logistik Angkatan Udara Israel dan menampung pasukan khusus. Tim pencarian dan penyelamatan juga ditempatkan di sana untuk mengantisipasi kemungkinan pilot Israel ditembak jatuh di wilayah musuh.
Keberadaan pangkalan itu dinilai strategis karena jarak antara Israel dan Iran mencapai sekitar 1.000 mil. Dengan adanya basis operasi di gurun Irak, Israel disebut lebih mudah menjalankan operasi udara jarak jauh secara berkelanjutan.
Operasi rahasia tersebut hampir terbongkar pada awal Maret setelah media pemerintah Irak memberitakan laporan seorang penggembala mengenai aktivitas militer mencurigakan di kawasan gurun.
Militer Irak kemudian mengirim pasukan untuk melakukan penyelidikan. Namun sebelum mereka mencapai lokasi, terjadi serangan udara yang menewaskan satu tentara Irak dan melukai dua lainnya.
Irak kembali mengirim dua unit tambahan untuk memeriksa area tersebut. Dari penyelidikan itu, mereka menemukan bukti yang mengindikasikan adanya aktivitas militer baru-baru ini di lokasi tersebut.
Wakil Komandan Komando Operasi Gabungan Irak, Qais Al-Muhammadawi, menyesalkan operasi tersebut dan menyebut tindakan itu dilakukan tanpa sepengetahuan pemerintah Irak.
“Operasi gegabah ini dilakukan tanpa koordinasi atau persetujuan,” ujarnya kepada media pemerintah Irak.
Ia juga mengatakan, “Tampaknya ada kekuatan tertentu di darat sebelum serangan, yang didukung dari udara, beroperasi di luar kemampuan unit kami.”
Pemerintah Irak kemudian mengajukan pengaduan resmi kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa dengan menuduh AS terlibat dalam serangan tersebut.
Namun, seorang pejabat AS membantah keterlibatan negaranya. Kepada The Wall Street Journal, pejabat itu menegaskan bahwa AS tidak ikut serta dalam serangan yang dimaksud.
Wilayah gurun Irak bagian barat memang dikenal luas dan minim penduduk sehingga kerap dianggap ideal untuk operasi militer rahasia.
Kawasan tersebut sebelumnya juga pernah digunakan pasukan AS dalam operasi terhadap Saddam Hussein pada tahun 1991 dan 2003.
Sumber: SINDOnews
JAKARTA - WARTA BOGOR - DPR RI meminta Polri terus mengembangkan pengungkapan praktik judi online…
JAKARTA - WARTA BOGOR - Sebuah insiden penerbangan tak biasa dialami Garuda Indonesia setelah salah…
JAKARTA - WARTA BOGOR - Hasil drawing Piala Asia 2027 menempatkan Timnas Indonesia di Grup…
GAZA - WARTA BOGOR - Para pemukim ekstremis Israel diduga memaksa warga Palestina membongkar makam…
BOGOR - WARTA BOGOR - Mahkota Binokasih Sanghyang Pake akan menjadi ikon utama dalam kirab…
PATI - WARTA BOGOR - Pria berinisial AS (51), pendiri pondok pesantren yang juga tersangka…